Rodrigo Duterte, Presiden Baru Filipina yang Hobi Membantai Bandar Narkoba

oleh Adi Nugroho
07:00 AM on Aug 31, 2016

Setelah resmi menjadi presiden ke-16 dari Filipina pada 30 Juni 2016 silam, Rodrigo Duterte langsung membuat gebrakan baru. Dia menerapkan hukuman tembak di tempat kepada semua bandar atau pengedar narkoba tanpa ampun. Bahkan, dia juga memberikan kekebalan hukum kepada polisi yang bertugas untuk memberangus semua pengedar narkoba yang telah meresahkan Filipina.

Apa yang dilakukan oleh Rodrigo Duterte tentu menjadi pro dan kontra. Banyak orang mendukung kebijakan ini agar Filipina jadi aman dan damai. Namun, dunia internasional juga mengecam tindakan pembantaian tanpa ada pengadilan terlebih dahulu. Tidak tanggung-tanggung, pentolan PBB pun ikut berkomentar perihal aksi keji yang dilakukan oleh Rodrigo Duterte.

Baca Juga
Bikin Emosi! Rombongan Pemuda Indonesia Ini Malah Sengaja Membentangkan Bendera Secara Terbalik
Potret Menteri Imam Hibur Para Atlet yang Dicurangi di SEA Games 2017 Malaysia Bikin Netizen Terharu dan Bangga

Terlepas dari pro dan kontra yang terjadi saat ini, Rodrigo Duterte adalah orang yang ngeri. Berikut beberapa fakta mengapa kengerian dan julukan “diktator” memang pantas disematkan kepadanya.

Seorang Penghukum Sejati

Salah satu alasan kenapa banyak orang sangat menyukai Rodrigo Duterte adalah sikapnya yang sangat tegas. Bahkan beberapa orang dengan sangat bangga menjulukinya sebagai diktator penumpas kejahatan. Bahkan sebelum menjadi Presiden Filipina, dia sudah bayak melakukan aksinya di Davao City tempat dia mengabdi sebagai pemimpin selama 22 tahun.

Penghukum sejati [image source]
Penghukum sejati [image source]
Rodrigo Duterte adalah seorang pengacara yang akan menghukum dengan tegas segala pelaku kriminal terutama bandar narkoba. Saat menjadi pemimpin di Davao City, dia diketahui telah menerapkan sanksi ekstrajudisial kepada lebih dari lebih dari 1.100 orang dengan 132 di antaranya adalah anak jalanan yang kerap berperilaku seperti preman.

Meski dikenal sangat kejam, sebanyak 88 persen penduduk di Davao City menyukai Rodrigo Duterte. Hal ini bisa terjadi karena tingkat kejahatan di kota ini anjlok dengan cepat dan menjadi yang terendah di Filipina.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA