Inilah 5 Cara Paling Sadis dalam Ritual Pengorbanan Manusia di Masa Lalu

oleh Adi Nugroho
07:00 AM on Feb 26, 2016

Di masa lalu, ritual-ritual pengorbanan manusia masih banyak terjadi di masyarakat dunia. Mereka melakukan itu untuk mengharapkan sesuatu dari apa yang mereka yakini, misal dewa. Dengan melakukan ritual pengorbanan pada manusia, maka apa yang mereka inginkan akan terwujud dengan cepat. Misal mereka ingin hujan, ingin panen melimpah, hingga menolak bencana yang diramalkan akan datang.

Ritual dari pengorbanan manusia ini tentu beraneka ragam. Namun apa yang akan ada baca di bawah ini adalah yang paling sadis. Mereka tega melakukan hal seperti itu meski sesama manusia. Langsung saja mari kita bahas satu per satu 5 cara paling sadis yang dilakukan saat ritual pengorbanan manusia.

Baca Juga
Blunder! 9 Pejabat Ini Pernah Salah Ucap Ketika Sedang Menyampaikan Pidato Penting
Inilah Perbandingan Tunjangan Veteran Indonesia dan Luar Negeri Ibarat Langit dan Bumi

1. Memasukkan Bayi ke Dalam Api

Berdasarkan beberapa data dari Phoenician dan Carthaginian, ada sekelompok agama yang melakukan ritual mengerikan di kala itu. Mereka kerap sekali mengorbankan anak-anak mereka yang masih bayi dengan desa dan juga kehidupan mereka akan lepas dari mara bahaya selama beberapa waktu.

Membakar bayi hidup-hidup [image source]
Membakar bayi hidup-hidup [image source]
Akhirnya mereka akan memberikan bayi mereka kepada dewa yang mereka yakini. Bayi ini nantinya akan digelindingkan dimasukkan ke sebuah ruangan yang berisi api menyala-nyala. Setelah bayi terbakar dengan sempurna, semua orang akan bersukacita menyambut kehidupan yang akan berjalan dengan baik.

 2. Dikuliti Hidup-hidup

Bangsa Aztec memang dikenal sangat mengerikan dalam hal pengorbanan manusia. Bangsa ini kerap melakukan pemotongan jantung dari musuh yang nantinya akan digunakan sebagai ritual persembahan kepada dewa matahari bernama Huitzilopchtli. Selain membunuh dengan memotong jantung, ada satu ritual yang tidak kalah sadis.

Dikuliti hidup-hidup [image source]
Dikuliti hidup-hidup [image source]
Mereka akan menguliti hidup-hidup seorang anak laki-laki. Lalu kulit ini akan dipersembahkan kepada dewa  Tlaloc, Xipe Totec, dan Teteoinnan. Dalam ritual, mereka akan mengeksekusi anak laki-laki terpilih sesuai petunjuk dari dukun yang ada di sana.

3. Dilemparkan ke Dalam Sumur

Suku Maya memiliki kepercayaan jika melakukan pengorbanan pada manusia akan membuat mereka diberikan keberkahan. Biasanya saat kemarau panjang datang, Suku Maya akan melakukan ritual dengan melempar seorang gadis ke dalam lubang yang sangat dalam dan dinamai dengan cenote. Lubang ini dipercaya menghubungkan dunia ini dengan dunia kematian yang dipercaya akan memberikan apa saja yang diinginkan.

Dileparkan ke Dalam Sumur [image source]
Dileparkan ke Dalam Sumur [image source]
Biasanya Suku Maya akan mendorong wanita muda ke dalam sana. Masuk ke dalam lubang tidak dianggap sebagai kematian. Bahkan mereka dianggap akan terus hidup dan abadi. Jika wanita ini diterima di dunia bawah, maka kemungkinan besar hujan akan datang dengan sangat deras. Jika tidak mereka harus melakukan lagi ritual pengorbanan manusia ini hingga suatu saat hujan akan datang dengan sendirinya.

4. Dikubur Hidup-hidup

Pada awal-awal peradaban Mesir kuno, banyak sekali pelayan yang dikorbankan untuk mati bersama dengan tuannya. Biasanya jika Firaun mati, para pelayannya harus ikut ke dalam kuburan. Mereka akan dikubur hidup-hidup berdekatan dengan sang raja. Para anggota keluarga kerajaan melakukan ini agar di dunia kematian Firaun masih memiliki pelayan hingga tidak perlu melakukan apa-apa dengan sendirian saja.

dikubur hidup-hidup [image source]
dikubur hidup-hidup [image source]
Oh ya, arkeolog yang melakukan penelitian terhadap fenomena ini membenarkan adanya penguburan hidup-hidup. Para pelayan ini biasanya juga disuntik dengan sejenis obat hingga membuat mereka akan mati secara perlahan-lahan. Dengan memberi obat itu para pelayan juga tidak akan membusuk meski berada di dalam tanah selama bertahun-tahun.

 5. Dicekik Hingga Tak Bernyawa

Di masa lalu, menjadi janda daerah Fiji sama halnya dengan ikut mati bersama suami. Bagaimana tidak, setelah suami dari wanita meninggal dunia, jenazah harus ditemani oleh istri. Dalam artian janda baru ini harus mati untuk memenuhi tradisi yang ada. Mereka harus dicekik dengan sangat kuat hingga akhirnya meninggal dunia dengan cepat dan mengenaskan.

Dicekik oleh saudara [image source]
Dicekik oleh saudara [image source]
Parahnya lagi, orang yang harus melakukan ritual itu adalah kakak dari wanita yang jadi janda tadi. Pria itu harus mencekik adiknya sendiri agar bisa bersatu dengan suaminya yang telah meninggal dunia. Bersatunya suami dan istri ini akhirnya dirayakan dalam sebuah pesta suku yang cukup meriah.

Inilah lima cara paling sadis yang dilakukan dalam ritual pengorbanan manusia. Di masa lalu, nyawa manusia dianggap sebagai sesuatu yang mampu membuat dewa jadi luluh dan memberikan apa saja. Meski kita beruntung terlahir di jaman sekarang, beberapa ritual gila masih eksis di beberapa negara, bahkan di Indonesia.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA