Ngerinya Ritual Pencekikan di Fiji Ini Akan Membuatmu Bersyukur Nggak Tinggal di Sana

oleh Rizal
12:00 PM on Oct 1, 2016

Di dunia ini ada begitu banyak prosesi pemakaman yang super unik. Nggak seperti biasanya yang cukup dengan dikubur dalam tanah, di beberapa tempat menganut ritual penguburan tak biasa. Misalnya sky burial di Tibet di mana si jenazah akan habis oleh burung-burung pemakan bangkai, atau mungkin sebuah desa kecil di Tiongkok di mana mayit akan digantung di gua-gua. Di Indonesia juga ada banyak sih ritual pemakaman unik, misalnya seperti yang ada di Toraja.

Masih soal pemakaman unik, di sebuah tempat terpencil di Fiji juga ada ritual macam ini. Tapi, uniknya ritual tersebut nggak berhubungan dengan si jenazah melainkan orang-orang yang masih hidup. Jadi, ketika ada salah satu famili meninggal, maka harus ada orang yang menemaninya. Dalam artian harus ikut mati juga. Ngerinya, cara untuk membuat si keluarga jenazah itu mati selalu dengan mencekik, entah gimana caranya.

Baca Juga
Bukan Metropolitan, Justru Inilah 5 Kota Paling Kaya yang Ada Di Indonesia
5 Hal Menjengkelkan Tentang SEA Games di Malaysia Ini Bikin Indonesia Meradang

Kesannya memang ngeri dan nggak manusiawi ya, tapi yang namanya adat harus dilakukan. Orang-orang di sana pun melakukan hal tersebut dengan ikhlas. Masih soal ritual nyeleneh tersebut, berikut beberapa fakta yang mungkin akan membuatmu ngeri sendiri.

Filosofi Kematian Menurut Orang Fiji

Kematian bagi sebagian orang berarti akhir dari semuanya. Tapi, ada sebagian orang yang menganggap fase ini justru semacam awal dari kehidupan yang baru. Bagi orang-orang Fiji, kematian juga seperti ini. Mereka menganggap jika seseorang yang mati pada hakikatnya sedang menuju dunia baru.

Filosofi kematian Fiji [Image Source]
Filosofi kematian Fiji [Image Source]
Nggak sampai situ, orang-orang Fiji juga mengatakan perjalanan ke dunia baru itu nggak boleh dilakukan oleh seseorang sendirian. Mereka harus ditemani keluarga terdekatnya yang masih hidup agar masing-masing bisa bersama mencapai tujuan. Alhasil, kemudian terciptalah ritual pencekikan itu. Tujuannya adalah agar setelah mati nanti mereka bisa menemani keluarganya yang sudah meninggal lebih dulu.

Prosesi Pemilihan Keluarga yang Akan Mati

Terbayang nggak sih rasanya terpilih untuk menemani mereka yang sudah mati? Alih-alih gembira, yang ada justru rasa gundah, takut dan sebagainya. Tapi, karena adat menuliskan seperti ini, maka mau nggak mau pun dilakukan.

Memilih seseorang yang akan dicekik [Image Source]
Memilih seseorang yang akan dicekik [Image Source]
Dalam pemilihan teman jenazah, orang-orang Fiji nggak memiliki satu aturan yang pasti. Intinya, mereka yang dulunya sangat dekat dengan si mayit ketika semasa hidup, pasti dipilih untuk menemani. Bisa dari anggota keluarga dan juga teman. Lalu, kalau sudah terpilih satu nama, kemudian ritual ngeri itu pun dilakukan.

Ritual Pencekikan pun Dimulai

Ketika nama sudah dipilih, maka kemudian ritual pencekikan pun dimulai. Nggak ada hal-hal khusus yang perlu dipersiapkan dalam ritual ini. Nggak perlu juga pakai alat tertentu atau semacamnya. Yang harus dipersiapkan justru mental si terpilih karena dalam hitungan menit ia akan meninggal dunia.

Ilustrasi prosesi pencekikan [Image Source]
Ilustrasi prosesi pencekikan [Image Source]
Prosesi pencekikannya dilakukan begitu saja. Bisa dengan memakai tangan atau dijerat dengan kain. Setelah ritual ini dilakukan segera si jenazah baru akan dikemas sedemikian rupa untuk akhirnya dikubur bersama dengan orang yang meninggal sebelumnya.

Ritual Keji yang Dihapus

Ritual pencekikan ini menurut orang-orang sana sudah dilakukan sejak dulu sekali dan tetap bertahan selama beberapa waktu. Namun, kini prosesi sadis itu sudah nggak dilakukan lagi. Orang-orang sana mulai merasa jika ritual ini sudah nggak relevan dengan zaman yang makin maju.

Untungnya aturan ini sudah dihapus [Image Source]
Untungnya aturan ini sudah dihapus [Image Source]
Tentu ini adakah kabar baik bagi orang-orang suku terpencil Fiji ini. Akhirnya mereka bisa bebas dari ritual mengerikan yang bisa membuat siapa pun meninggal ini. Adat memang perlu dilestarikan, tapi kalau sudah nggak relevan serta menjurus ke arah berbahaya, maka memang sebaiknya dihilangkan saja. Bukan nggak cinta adat, tapi memandang hal tersebut dari asas manfaat.

BACA JUGA: Hitori Kakurenbo, Permainan Petak Umpet Jepang yang Jangan Sekali pun Kamu Mainkan

Nggak bisa dibayangkan ya rasanya jadi penduduk suku terpencil di Fiji itu. Hidup dalam kekhawatiran yang besar. Untungnya ritual macam ini sudah nggak berlaku lagi. Alhasil, mereka pun bisa hidup lebih tenang dan nggak perlu membunuh dirinya demi keluarga.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA