6 Ritual Gila yang Masih Dilakukan Oleh Suku-Suku di Afrika Hingga Hari ini

oleh Rizal
07:00 AM on Jan 22, 2016

Sejak pertama kali diciptakan, manusia terus mengalami perubahan. Dulunya, hanya menggunakan kapak yang terbuat dari tulang, kemudian sudah berganti menggunakan logam. Makin ke sini, segalanya sudah makin tertata apik. Sayangnya, peradaban yang hanya tersentral di daerah tertentu, membuat wilayah lain masih gelap alias primitif. Bahkan sampai hari ini, masih ada suku-suku primitif yang masih mempertahankan kehidupan dulu. Padahal di belahan Bumi yang lain, drone-drone sudah berterbangan.

Baca Juga : 7 Ritual Paling Tabu dan Dilarang ini Masih Dilakukan Banyak Kelompok Manusia di Dunia

Baca Juga
4 Aksi Greget yang Dilakukan Barisan Patah Hati di Pernikahan Mantan, Dijamin Bikin Geleng Kepala
Disebut Perompak oleh Mantan PM Malaysia, Justru Inilah Fakta Suku Bugis Seorang Pelaut Handal

Afrika mungkin bisa dibilang daerah yang paling lambat berkembang. Buktinya, hari ini masih banyak ditemui suku-suku pedalaman di sana. Suku pedalaman ini benar-benar masih segaris dengan leluhurnya. Dalam artian masih membudayakan cara hidup orang dulu, termasuk tidak meninggalkan ritual-ritual yang menurut kita pasti mengerikan.

Nah, membicarakan ritual-ritual suku Afrika, siap-siap saja terkejut karena kegilaannya. Kali ini kami akan mengupas sedikit dari kebiasaan suku-suku pedalaman itu yang pasti bakal bikin kamu ngeri.

1. Maasai Moran

Biasanya suku-suku kuno rutin memperingati momen-momen penting dalam hidup para anggotanya. Misalnya saja bocah-bocah yang sudah mulai tumbuh dewasa. Banyak suku-suku yang mengadakan ritual kedewasaan ini. Salah satunya suku Maasai di Kenya yang mengemas ritual menuju kedewasaan dengan cara ekstrem. Moran namanya, atau deskripsi panjangnya bisa diartikan melawan singa.

Harus melawan singa dulu baru dikatakan dewasa [Image Source]
Harus melawan singa dulu baru dikatakan dewasa [Image Source]
Remaja-remaja Maasai yang sudah cukup umur harus melewati ritual satu ini. Mereka akan dikirim ke sebuah hutan untuk berlatih bertahan hidup atau survival. Tak hanya itu, mereka juga membawa misi penting yakni tanda kedewasaan dengan bertarung sampai mati melawan seekor singa. Susahnya ritual ini ditambah dengan modal senjata yang hanya berupa tombak sederhana.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA