5 Alasan Mengapa Ridwan Kamil Tak Perlu Jadi Presiden Indonesia

oleh Adi Nugroho
07:00 AM on Nov 11, 2015

Ridwan Kamil adalah salah satu figur yang saat ini begitu dicintai oleh rakyat Indonesia. Terutama mereka yang berdomisili di Bandung. Kota yang dirombak oleh Ridwan Kamil menjadi lebih hebat dalam waktu yang singkat. Kehebatan beliau tak hanya ditunjukkan dengan banyaknya proyek baru di Bandung, namun juga keakrabannya dengan warga Bandung yang kerap terlihat di akun jejaring sosialnya.

Kehebatan Ridwan Kamil dalam mengelola Bandung membuat banyak orang jadi iri. Kenapa orang sehebat Ridwan Kamil tak menjadi pemimpin di daerah-daerah lain. Kenapa pula Ridwan Kamil tak menjadi presiden Indonesia saat ini. Boleh jadi di bawah kepemimpinan beliau Indonesia jadi lebih maju.

Baca Juga
Dinobatkan Jadi Atlet Tercantik dan Terseksi SEA Games 2017, Ini Lho Pesona Lindswell Kwok Yang Bikin Indonesia Bangga
Inilah 4 Bukti Kalau Pengguna Medsos yang Ada di Indonesia Polosnya Bukan Main

Anyway, Ridwan Kamil memang hebat. Namun ada beberapa alasan yang membuat Ridwan Kamil tak perlu jadi presiden Indonesia saat ini. Berikut alasan selengkapnya untuk Anda!

1. Setidaknya Biarkan Ridwan Kamil Mengabdi di Bumiya Sampai Selesai

Ridwan Kamil adalah orang asli Bandung. Itulah mengapa ia begitu mengerti apa-apa saja yang dibutuhkan oleh kotanya. Sebelum di masa depan menjadi Presiden, setidaknya biarkan Ridwan Kamil membangun tempat ia tumbuh dan besar menjadi sebuah kota yang bagus. Bahkan bila perlu paling bagus se-Indonesia hingga dunia.

Biarkan Ridwan Kamil Mengabdi di Bumiya Sampai Selesai [image source]
Biarkan Ridwan Kamil Mengabdi di Bumiya Sampai Selesai [image source]
Dengan melihat Ridwan Kamil menyelesaikan tugasnya, tidak mandek di tengah jalan. Kita akan tahu jika ia benar-benar pantas menjadi pemimpin kita kelak. Dengan terus mengabdi di Bandung maka ia akan belajar mengelola suatu hal secara profesional. Seperti sebuah ujaran: kau yang memulai kau juga yang mengakhiri. Ridwan Kamil telah memulai karier kepemimpinannya di Bandung. Maka ia juga harus mengakhirinya dengan cara yang bagus. Tidak main lepas tangan untuk jabatan yang lebih tinggi.

2. Kalau Tergesa-gesa Jadi Presiden, Ridwan Kamil Akan Disetir Orang Berkepentingan

Disadari atau tidak, menjadi presiden itu butuh dukungan orang yang banyak. Tak hanya rakyat yang berteriak-teriak dengan yel-yel. Tapi juga dana besar yang digunakan untuk kampanye. Lantas dana itu dari mana? Tentu dari partai pengusung, dan juga donatur yang kelak memiliki sebuah kepentingan untuk mengeruk banyak uang. Dengan pesona Ridwan Kamil yang hebat seperti sekarang, rasanya bakalan banyak pihak yang ingin memanfaatkan kesempatan besar ini.

Jangan Biarkan Ridwan Kamil ditunggangi kepentingan orang lain [image source]
Jangan Biarkan Ridwan Kamil ditunggangi kepentingan orang lain [image source]
Lebih baik Ridwan Kamil menjadi wali kota Bandung saja saat ini. Dengan begitu ia akan mudah berkreasi untuk menciptakan hal-hal baru. Toh menjadi seorang hebat dan mampu membawa perubahan besar tak harus jadi presiden, kan? Ridwan Kamil sudah membuktikan itu dan rakyat Indonesia mengakuinya.

3. Ridwan Kamil Terlalu Baik Untuk Menjadi Pembohong

Presiden itu ibaratnya sebuah barang jualan. Ia harus nampak sempurna saat berkampanye atau promosi agar rakyat terpesona. Setelah terpesona maka rakyat akan dengan senang hati memilihnya. Dalam promosi entah produk atau orang maka dibutuhkan sebuah team yang mampu melakukan branding. Kegiatan ini dimaksudkan agar rakyat terpengaruh meski kadang banyak hal yang dibuat-buat. Atau bahasa gampangnya, bohongan.

Ridwan Kamil Terlalu Baik Untuk Menjadi Pembohong [image source]
Ridwan Kamil Terlalu Baik Untuk Menjadi Pembohong [image source]
Ridwan Kami sudah cukup hebat saat ini. Ia melakukan banyak hal untuk Bandung dengan tanpa perlu pencitraan. Itulah mengapa rakyat Bandung begitu mencintai beliau. Jika Ridwan Kamil mendadak dipromosikan menjadi presiden, maka dikhawatirkan ia akan di-mark up. Banyak hal bohong akan ditempelkan ke Ridwan Kamil yang terlalu baik untuk dibuat objek bohong-bohongan.

4. Bobotoh Akan Kehilangan Pimpinannya yang Sangat Inspiratif

Jika di Malang ada Arema maka di Bandung ada Bobotoh. Ridwan Kamil lahir dan besar di Bandung, itulah mengapa ia menjadi bobotoh sejati. Supporter bola yang melakukan apa saja untuk membela tim kesayangan. Meski sekarang telah menjadi wali kota, Ridwan Kamil masih sempat, bahkan selalu menyaksikan pertandingan Persib Bandung. Ia adalah pentolan bobotoh yang selalu menyuruh semua supporter bola di Bandung untuk berlaku santun.

Bobotoh akan kehilangan Ridwan Kamil [image source]
Bobotoh akan kehilangan Ridwan Kamil [image source]
Jika Ridwan Kamil menjadi presiden maka ia akan susah membela Persib. Terlebih kini ia memimpin seluruh orang di Indonesia. Para bobotoh pasti tidak akan rela jika pimpinannya akan pergi meninggalkan mereka. Memiliki Ridwan Kamil sebagai wali kota adalah sebuah kebanggaan ketimbang memiliki presiden dari Bandung tapi nanti akan melupakan mereka.

5. Menjadi Presiden Adalah Pekerjaan Paling Sulit di Seluruh Dunia

Kita tidak mengatakan jika kemampuan dan kecerdasan seorang Ridwan Kamil masih belum mumpuni untuk jadi presiden. Tapi untuk menjadi presiden Ridwan Kamil setidaknya butuh hal lain yang tak sekadar kemampuan otak. Ia butuh banyak pengalaman dan juga banyak belajar dari figur-figur hebat di Indonesia dan dunia. Ridwan Kamil harus punya pemikiran hebat selayaknya Gus Dur atau Pak Habibie.

Menjadi Presiden Adalah Pekerjaan Paling Sulit di Seluruh Dunia [image source]
Menjadi Presiden Adalah Pekerjaan Paling Sulit di Seluruh Dunia [image source]
Menjadi presiden tentu lebih sulit dari menjadi wali kota atau gubernur. Untuk melangkah ke sana Ridwan Kamil harus perlu tahapan-tahapan yang sesuai. Enggak meloncat dari wali kota ke gubernur lalu presiden. Itu pun tidak selesai semua. Mungkin saat ini Ridwan Kamil hanya cocok untuk wali kota, namun 10-15 tahun lagi ia bisa jadi pemimpin Indonesia yang hebat.

Ridwan Kamil adalah figur hebat yang saat ini jarang ditemui di Indonesia. Itulah mengapa kita semua harus melindungi sepak terjang beliau agar kelak bisa jadi calon pemimpin yang hebat. Rakyat Indonesia begitu merindukan pimpinan yang adil, jujur, dan bijaksana seperti mendiang Bung Karno!

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
error put content