Red Light District Amsterdam, Surga Wisata Esek-Esek Kelas Dunia yang Ada di Belanda

oleh Adi Nugroho
10:00 AM on Sep 9, 2016

Salah satu negara yang melegalkan adanya prostitusi di dunia ini adalah Belanda. Di negara yang pernah menjajah Indonesia ini, pekerjaan yang dianggap tabu ini justru dilakukan oleh banyak orang. Bahkan, di salah satu kawasan di Amsterdam terdapat kawasan mirip dengan Gang Dolly. Di sini, semua orang bisa “jajan” dengan mudah, tanpa takut akan dirazia oleh aparat.

Di Red Light District yang berada di Amsterdam, pekerja prostitusi berkumpul menjadi satu. Mereka menyewa bangunan-bangunan dan membuat etalase-etalase agar mudah dilihat dari depan. Begitu ada orang lewat, para pekerja ini akan berusaha merayu agar jasa plus-plusnya digunakan. Berikut ulasan selengkapnya tentang tempat paling “hot” di Amsterdam, Belanda ini.

Baca Juga
Mengintip Keindahan Pantai ‘Perawan’ Sidoasri, Lokasi Alami yang Jarang Terjamah
Mengintip Kemakmuran Majasari di Indramayu, Desa dengan Predikat Terbaik di Indonesia

Sejarah Red Light di Amsterdam

Pelegalan prostitusi di kawasan kawasan Amsterdam ini baru dilakukan pada tahun 1810. Sebelumnya, para pekerja seks komersial ini bekerja secara sembunyi-sembunyi untuk menghindari aparat. Mereka biasanya datang dengan membawa lentera merah dan mencari para pekerja atau pelaut yang baru saja mendarat di kawasan pelabuhan yang sangat ramai.

sejarah red light district [image source]
sejarah red light district [image source]
Tradisi prostitusi di kawasan Amsterdam ini ternyata telah ada sejak abad ke-14. Para wanita rela menjajakan tubuhnya kepada pria hidung belang agar bisa bertahan hidup di abad pertengahan yang sangat sulit. Dari kebiasaan membawa lentera merah inilah kawasan ini jadi dijuluki red light district sampai sekarang.

Jumlah Brothel dan Postitusi di Amsterdam

Saat ini ada sekitar 290 brothel yang masih berdiri dan melayani banyak sekali tamu. Setiap brothel memiliki banyak sekali pekerja di dalamnya. Mereka biasanya stay di depan brothel atau berada di balik kaca yang mirip sekali dengan etalase sehingga pengunjung bisa melihat dan jika tertarik mereka akan masuk dan melakukan transaksinya dengan jelas. Saat melewati kawasan ini, pengunjung dilarang untuk mengambil gambar. Hal ini dilakukan untuk lebih menghormati pekerja di sini.

Brothel [image source]
Brothel [image source]
Oh ya, dalam satu tahun saja, penghasilan dari para pekerja di sini mencapai 650 juta poundsterling. Para pekerja ini juga membayar pajak kepada pemerintah karena pekerjaan yang dilakukan ini sudah dianggap sebagai pekerjaan umum.

Kafe yang Menjual Ganja dengan Bebas

Jika di tempat lain penggunaan ganja dilarang atau harus diatur dengan sangat ketat. Di sini, pengunjung bisa menikmati ganja ini dengan sangat mudah. Hampir semua kafe atau kelab malam di sini menyediakan benda haram itu. Bahkan, di setiap kafe disediakan ruangan khusus bagi para perokok yang ingin menikmati sajian mahal ini.

Cafe menjual ganja [image source]
Cafe menjual ganja [image source]
Oh ya, menghisap ganja sambil mengonsumsi alkohol di sini adalah ilegal. Itulah mengapa benda haram ini lebih banyak dijual di kafe yang menjual kopi. Biasanya para pembeli dan penjual sudah tahu sistem transaksinya sehingga nama ganja tidak akan disebutkan dan diganti dengan julukan lain yang lebih halus.

Pekerja di Red Light District Amsterdam

Pekerja di kawasan yang kerap disebut De Wallen ini berasal dari banyak negara di Eropa. Omzet yang banyak membuat banyak pekerja dari kawasan Inggris, Prancis, dan negara di sekitarnya datang untuk menjadi pekerja. Mereka biasanya datang dengan visa bekerja atau sengaja pindah untuk menjadi residen resmi Belanda.

Pekerja di red light district [image source]
Pekerja di red light district [image source]
Oh ya, selain pekerja wanita, pekerja pria di tempat ini juga sangat banyak. Mereka biasanya melayani para traveler wanita atau bahkan pria yang menyukai sesama jenis. Apa saja yang berhubungan dengan nafsu, De Wallen menyimpannya untuk segera diambil.

Inilah Red Light District yang ada di kawasan Amsterdam, Belanda. Di tempat ini, semua orang bisa ‘jajan’ dengan mudah tanpa takut dirazia. Kalau saja gang Dolly tidak segera dibongkar, mungkin nasibnya akan seperti ini juga. Miris!

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA