Ratusan Preman Gahar di Daerah Ini ‘Mengepung’ Masjid untuk Dibersihkan, Luar Biasa!

Meskipun punya tampang gahar, tapi saat bulan ramadhan tiba, mereka ikut bersuka cita

oleh Arief Dian
13:00 PM on May 29, 2017

Bicara tentang preman, yang ada di otak kita pasti adalah kesan gahar, dan tidak punya belas kasihan. Memang para preman ini terkenal sebagai pembuat onar di masyarakat jadi bukan hal aneh kalau stigma tersebut melekat pada mereka. Mulai dari pemalakan, curanmor dan berbagai jenis kejahatan jalanan pernah mereka lakukan.

Tetapi pemandangan berbeda bakal kita lihat di ramadhan tahun ini. Pasalnya para preman di Purwakarta siap terjun ke jalan demi membersihkan masjid dan mushola yang ada di sekitar. Awalnya mungkin merasa takut, namun lama-kelamaan para warga juga ikut berbondong-bondong membantu para preman. Bagaimana ratusan preman itu tiba-tiba insyaf? Simak ulasan berikut.

Baca Juga
6 Alasan Kenapa One Piece Nggak Pernah Bikin Penggemar Bosen Meski Sudah 20 Tahun
Inilah 4 Alasan Mengapa Profesi TKI Bisa Bikin Seseorang Jadi Kaya Mendadak

Ratusan preman ‘mengepung’ masjid

Preman masuk masjid, mendengar itu tentu kita bakal begidik. Takutnya mereka melakukan hal-hal nggak baik. Namun di Purwakarta, hal itu merupakan pemandangan yang akan selalu ditemukan saat bulan ramadhan. Tapi, ratusan preman ini dengan senjata tajamnya bukan ingin memalak atau menodong, melainkan ingin membabat rumput liar yang tumbuh di sekitar masjid.

Mengepung masjid [image source]
Ya, pada preman ini tidak datang untuk menebar ketakutan di sekitar warga, mereka justru datang untung membantu membersihkan masjid dan mushallah. Kurang lebih ada ratusan preman yang ikut dalam kegiatan ini, dan semuanya bakal berkeliling Purwakarta untuk membersihkan tempat ibadah yang ada di kota tersebut.

Datang atas undangan kang Dedi

Ternyata itu semua juga berkat inisiatif dar kang Dedi selaku bupati Purwakarta. Beliau mengaku sangat terkejut lantaran banyaknya jumlah preman yang ikut dalam kegiatan tersebut. Awalnya kang Dedi membayangkan mungkin hanya akan ada puluhan preman saja yang bakal kerja bakti massal, ternyata sampai pada angka ratusan. Uniknya, kang Dedi mengomandoi langsung para preman ini dalam melakukan kerja baktinya di desa-desa.

Kang Dedi [image source]
Beliau berharap dengan adanya bantuan dari para preman ini dapat lebih menghilangkan citra sangar dari jawara-jawara tersebut. Kang Dedi membuktikan meskipun mereka adalah orang sangar dan bertato, bukan berarti bahwa para preman ini tidak memiliki rasa kepedulian pada lingkungan sekitar.

Warga juga ikut bergotong royong

Meski awalnya warga merasa kaget bahkan ada yang takut, ternyata lambat laun mereka mengerti kalau para preman ini tidak datang untuk tawuran. Melihat semangat dari para preman dalam membersihkan masjid dan mushola ini membuat para warga jadi ikut terpanggil dalam membantu mereka. Akhirnya dengan bergotong royong, baik preman maupun warga bersatu membuat lingkungan sekitar jadi lebih bersih.

Bersama warga [image source]
Mungkin ini adalah pemandangan sangat langka bagi warga, ketika melihat para preman yang gahar, rela mengepel lantai, memotong rumput, membersihkan WC yang ada di masjid dan mushola sekitar. Tidak ada lagi ketakutan atau gap yang terlihat dari para preman dan warga ini.

Sebuah hidayah dan stigma preman gahar yang luntur

Tujuan utama dari diadakannya kegiatan ini adalah untuk menghilangkan stigma negatif dari para jawara dan preman ini yang sering dianggap gahar dan jahat. Selain itu juga untuk memeriahkan kegiatan bulan suci ramadan yang penuh berkah, sehingga para preman ini diberdayakan untuk merangkul warga membangun lingkungan.

Menghilangkan stigma negatif [image source]
Menurut warga, ini adalah sebuah keberkahan tersendiri yang didapat pada ramadhan tahun ini, sekaligus hidayah bagi para preman yang mengikuti kerja bakti. Diharap, kerukunan seperti ini bakal terus tercipta antara warga dan para jawara itu bahkan ketika bulan ramadan telah usai.

Kalau begini, jadi sangat adem lihatnya. Keharmonisan para jawara, preman dan masyarakat itu membuktikan bahwa kerukunan dapat terjalin meskipun dari berbagai latar belakang yang berbeda. Ternyata meskipun memiliki tampang yang sangar, mereka juga peduli pada lingkungan juga.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA