5 Ratu Kerajaan Penuh Skandal ini Ternyata Mampu Mengubah Sejarah

oleh Adi Nugroho
14:00 PM on Feb 26, 2016

Tak bisa dimungkiri lagi jika wanita pun juga mampu mengubah sejarah. Mereka menggunakan segala cara—meski penuh skandal—untuk mempertahankan apa yang jadi keyakinannya. Hal ini dilakukan oleh para ratu yang pernah menjadi petinggi kerajaan di dunia. Dengan segala pemikiran yang cerdas, cerdik, dan cekatan, mereka mampu mengambil alih situasi. Bahkan membuatnya jadi lebih baik meski tak pernah dibayangkan sebelumnya.

Lima ratu kerajaan penuh skandal yang akan sobat Boombastis baca di bawah ini ada contohnya. Dengan apa yang mereka punyai, ratu kerajaan ini akhirnya membuat gebrakan baru dalam kerajaannya. Bahkan apa yang mereka lakukan sedikit banyak memberikan pengaruh pada dunia.

Baca Juga
4 Aksi Greget yang Dilakukan Barisan Patah Hati di Pernikahan Mantan, Dijamin Bikin Geleng Kepala
Disebut Perompak oleh Mantan PM Malaysia, Justru Inilah Fakta Suku Bugis Seorang Pelaut Handal

1. Princess Olga – Kiev

Princess Olga barangkali dikenal sebagai ikon wanita penuh amarah dalam melakukan balas dendam. Ia melakukan segala cara untuk membalas kematian suaminya yang bernama Prince Igor yang meninggal akibat dibunuh oleh suku Devlyne. Tak tahan dengan rasa sakit yang ada di dada, Prince Olga yang mewarisi kekuasaan akhirnya melakukan balas dendam super kejam. Ia membantai semua suku yang membunuh suaminya, bahkan membakar desa-desa mereka.

Princess Olga [image source]
Princess Olga [image source]
Selain membantai banyak suku Devlyne, Pincess Olga juga melakukan reformasi besar-besaran pada pemerintahannya. Ia memajukan kerajaan dan juga membawa pengaruh Kristen ke dalam kerajaan. Apa yang dilakukan oleh Princess Olga akhirnya membuat kerajaan maju pesat, bahkan ia mendapatkan gelar sebagai Santa dari Gereja Ortodoks di Rusia.

2. Isabella of France – Inggris

Isabella of France adalah seorang ratu Inggris bersuamikan Raja bernama Edward II. Sayangnya Edward II adalah pria penyuka sesama jenis meski memiliki satu anak bernama Edward III. Hidup dengan suami yang seperti itu akhirnya membuat Isabella jengah. Ia mencari kesenangan dengan melakukan affair dengan Lord Roger Mortimer. Kasus ini membuat Inggris kala itu malu hingga Edward II harus turun tangan.

Isabella of France [image source]
Isabella of France [image source]
Sayangnya, sebelum Edward II menghukum ratunya, ia justru dibunuh terlebih dahulu. Isabella melakukannya karena marah dan kesal. Ia merebut kekuasaan kerajaan dan meninggal setelah 28 tahun pensiun. Anak dari dua orang ini—Edward III—akhirnya menjadi raja terhebat yang memimpin Inggris selama 50 tahun. Didikan Isabella pada anaknya ternyata mampu mengubah masa depan Inggris menjadi lebih baik.

3. Ratu Nefertiti – Mesir Kuno

Nefertiti adalah orang paling berpengaruh di eranya. Ia adalah seorang ratu yang memiliki kekuatan sangat besar. Pemikirannya juga sangat unik. Namun bagi para sesepuh kerajaan, apa yang dilakukan oleh Neferititi adalah bentuk perusakan budaya. Nefertiti adalah Firaun wanita pertama yang mengubah sistem keagamaan yang ada di Mesir kuno. Ia menggabungkan banyak sekali dewa-dewa dari Mesir menjadi satu dan membentuk kepercayaan yang monoteis.

Nefertiti [image source]
Nefertiti [image source]
Sistem yang dibuat Nefertiti akhirnya membuat Mesir agak goyah. Banyak orang menganggap Nefertiti melakukan pelecehan pada dewa-dewa. Namun akhirnya, semua orang menerima saja apa yang ratu ini lakukan. Setelah Nefertiti meninggal, apa yang ia buat dikembalikan lagi hingga Mesir tetap mengenal banyak sekali dewa.

4. Ratu Nandi – Kerajaan Zulu

Nandi awalnya hanyalah seorang gadis dari suku Langeni. Namun karena dihamili oleh kepala suku Zulu, ia mau tidak mau jadi istri ketiga. Nandi melahirkan seorang anak laki-laki bernama Saka yang ia besarkan sendiri menjadi seorang petarung hebat. Saat anak laki-lakinya menjadi raja, ia secara otomatis menjadi ibu suri yang berhak mengatur banyak hal di dalam kerajaan.

Ratu Nandi [image source]
Ratu Nandi [image source]
Dalam masa pemerintahan Saka, Nandi banyak sekali melakukan perubahan besar di kerajaan. Ia melawan banyak sekali orang kulit putih yang menyerang Zulu. Oh ya, Saka tidak pernah menikah selama menjabat jadi raja. Ada dugaan jika Nandi tidak menginginkan anaknya menikah. Dengan begitu ia akan mampu menguasai semua tahta hingga hidupnya berakhir dengan tenang.

5. Julia Agrippina – Roma

Julia Agrippina barangkali tak begitu dikenal sebagai seorang ratu, namun ia adalah wanita yang menciptakan seorang raja. Ia membuat anaknya yang bernama Nero menjadi Raja Roma setelah memanipulasi Raja Claudius. Ia rela menjadi istri keempat dan melakukan apa saja termasuk menganggap Nero yang bukan putra Claudius menjadi keturunan raja.

Agrippina [image source]
Agrippina [image source]
Sebelum Nero menjadi raja, Claudius meninggal dunia akibat mengonsumsi makanan yang telah diberi racun. Meski tidak ada yang disalahkan, namun kejadian ini mungkin dilakukan oleh Julia. Ia meracuni suaminya agar anaknya segera naik tahta. Di bawah pemerintahan anaknya, Julia bisa mengeluarkan semua pikirannya dan membuat Roma menjadi lebih baik. Prestasi ini membuat Julia dijuluki sebagai wanita berpengaruh di era Julio-Claudian Empire.

Inilah lima ratu kerajaan yang penuh skandal namun mampu mengubah sejarah. Di tangan mereka, segala hal bisa terjadi termasuk merebut kekuasaan meski harus dengan cara yang sangat licik. Well, kira-kira di era modern ada tidak ya ratu seperti ini?

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA