Rani Andriani Akan Dieksekusi Mati

oleh Alfry
09:58 AM on Jan 16, 2015

Kejaksaan Agung akan mengeksekusi lima terpidana mati dalam kasus peredaran narkoba pada Minggu, (18/1). Salah satu terpidana mati yang akan segera dieksekusi itu merupakan Warga Negara Indonesia (WNI). Dia adalah Rani Andriani alias Mellisa Aprillia, perempuan asal Cianjur, Jawa Barat.

“Yang keenam adalah Rani Andriani alias Melisa Aprilia, Warga Negara Indonesia. Putusan Pengadilan Negeri tahun 2000, Putusan MA 2001, Peninjauan Kembali 2002 dan Grasinya ditolak 30 Desember 2014,” kata Jaksa Agung HM Prasetyo saat menggelar konfrensi pers di Gedung Kejaksaan Agung, Kamis (15/1).

Baca Juga
Bukan Tanpa Tujuan, Ini Loh Alasan Kenapa Teh Itu Baiknya Dipetik di Pagi Hari
Mirisnya Tata Krama Murid Sekarang, Guru Mendidik Sepenuh Hati Malah Dibuat Candaan

Rani Andriani Akan Dieksekusi Mati
Rani Andriani Akan Dieksekusi Mati

Sementara itu kuasa hukum Rani, Yudi Junadi mengatakan kliennya hanya kurir dari jaringan narkoba internasional. Menurutnya, saat tertangkap Rani baru saja lulus sekolah menengah atas. Menurut dia, Rani tak layak dihukum mati. “Rani harus menghadapi desakan pacarnya yang menjerumuskan. Rani itu gadis lugu dari keluarga baik-baik,” tutur Yudi, Kamis (15/1).

Rani kemudian dipidana dengan tuduhan penyelundupan 3,5 kilogram heroin. Rani divonis mati oleh Pengadilan Negeri Tangerang pada 22 Agustus 2000. Dalam kasus tersebut, Rani terlibat bersama sepupunya, Meirika Franola alias Ola dan seorang lurah di Cianjur bernama Deni Setia Marhawan. Deni juga sepupu Ola.

Akan tetapi, Ola maupun Deni yang juga divonis mati mendapat grasi dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2012. Mereka kemudian dihukum seumur hidup. Grasi yang diajukan Rani malah ditolak oleh Presiden Joko Widodo berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 27/G 2014.

Kejaksaan Agung akan mengeksekusi mati keenam terpidana mati kasus narkotika pada Minggu (18/1). Eksekusi dilakukan di Nusa Kambangan dan Boyolali. Eksekusi mati dilakukan serentak karena mempertimbangkan aspek psikologis.

Hal itu sesuai dengan aturan tata cara pelaksanaan eksekusi mati yang tercantum dalam UU Nomor 2/Pnps/1964. Jaksa juga telah memberi tahu pihak keluarga melalui kedutaan besar negara asal para terpidana mati. Tim juga telah mempersiapkan regu tembak, rohaniawan, dan dokter.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA