Rani Andriani Berpuasa 40 Hari Sebelum Jalani Eksekusi

oleh Alfry
08:23 AM on Jan 17, 2015

Rani Andriani alias Melisa Aprilia, warga negara Indonesia seorang terpidana mati yang akan dieksekusi oleh regu tembak di Pulau Nusakambangan Cilacap Jawa Tengah pada 18 Januari nanti menyatakan siap untuk menjalani eksekusi. Pernyataan itu disampaikan pendamping rohani Rani, KH Hasan Makarim.

Hasan mengemukakan selama ini telah mendampinginya selama beberapa waktu terakhir. “Saya melihat anaknya tegar. Dia didampingi ayah kandung dan saudara perempuannya,” kata Hasan, Jumat (16/1).

Baca Juga
5 Sepeda Balap Termahal di Dunia yang Harganya Bisa Bikin Kamu Miskin dalam Sekejap
Inilah 4 Negara yang Dulunya Kaya Raya namun Sekarang Terluntah Akibat Korupsi

Rani Andriani Berpuasa 40 Hari Sebelum Jalani Eksekusi
Rani Andriani Berpuasa 40 Hari Sebelum Jalani Eksekusi

Perempuan yang divonis mati karena menyelundupkan heroin dan sabu masing-masing 3 kg ini kini tengah menjalankan ibadah puasa 40 hari berturut-turut yang juga dibimbing Hasan. Hasan mengaku terakhir ikut berbuka puasa dengan Rani didampingi dengan keluarga yang menjenguknya. ” Dia 40 hari puasa, setiap hari puasa pertaobatan. Sambil buka puasa, saya juga memberi nasehat juga,” jelas Hasan.

Hasan menyatakan lebih sering membimbing Rani akhir-akhir ini. Cara membimbingnya dilakukan dengan santai yakni mengobrol rileks terutama sebelum berbuka puasa. Rani juga semakin disiplin menjalankan ibadah salat lima waktu. Salat tahajud tengah malam juga tak pernah ditinggalkan Rani. Diakui Hasan, Rani siap dan tegar menghadapi eksekusi. Selain itu, Hasan menggambarkan sosok Rani yang sudah berserah diri menjalani hukuman tersebut.

“Setiap hari dia salat tahajud. Memang dia mulai rajin beribadah semenjak dari Lembaga Pemasyarakatan Tangerang. Sampai tadi malam saya ngobrol dengan dia. Dia bisa bersenda gurau. Nampak keluguan dan kepolosannya. Dan dia pasrah luar biasa,” tutur Hasan.

Rani berasal dari Cianjur Jawa Barat divonis hukuman mati karena tuduhan penyelundupan 3,5 kg heroin. Rani divonis mati Pengadilan Negeri Tangerang pada 22 Agustus 2000.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA