Rambu Solo’, Upacara Pemakaman dari Toraja yang Terkenal Paling Megah dan Mahal di Dunia

oleh Adi Nugroho
11:54 AM on Sep 7, 2016

Rambu Solo’ adalah salah satu upacara adat paling penting bagi masyarakat Toraja. Upacara ini dilakukan sebagai pengantar seorang yang telah meninggal dunia menuju alam keabadian dan bergabung dengan leluhur yang telah lama mendahului mereka. Setiap tahun, tepatnya di bulan Juli atau Agustus, upacara besar ini kerap diadakan dan menarik banyak sekali wisatawan dari berbagai daerah di dunia.

Yang membuat Rambu Solo’ begitu unik jika dibandingkan dengan upacara pemakaman lain adalah mahalnya biaya pelaksanaan. Seorang bangsawan  di Tana Toraja bahkan bisa mengeluarkan uang hingga miliaran rupiah mulai dari persiapan hingga puncak acara yang berlangsung sangat meriah.

Baca Juga
Inilah 4 Fakta Meikarta, Kota Baru yang Katanya Bakal Menyaingi Ibukota
Inilah 4 Jasa Tak Terlupakan yang Dilakukan Malaysia Kepada Bumi Pertiwi

Untuk lebih mengenal tentang upacara pemakaman Ranbu Solo’ yang dilakukan di Tana Toraja, simak ulasannya di bawah ini.

Alasan Pelaksanaan Rambu Solo’

Bagi masyarakat Tana Toraja, seorang yang telah meninggal dunia belum akan mendapatkan kesempurnaan jika belum dimakamkan secara Rambu Solo’. Jasad orang yang telah meninggal itu akan tetap dianggap hidup sehingga diperlakukan seperti layaknya keluarga yang sedang sakit atau lemah sehingga tidak bisa melakukan apa-apa selain tidur.

Rambu Solo [image source]
Rambu Solo [image source]
Jenazah seorang telah meninggal biasanya disimpan dalam rumah dan dibalut kain kafan hingga pelaksanaan Rambu Solo’ tiba. Bagi mereka yang memiliki keluarga kaya raya atau bangsawan, upacara bisa dilaksanakan dalam waktu yang singkat. Namun, bagi mereka yang tidak memiliki cukup dana, keluarga akan terus menabung hingga uang yang terkumpul bisa digunakan untuk pelaksanaan upacara dengan sempurna.

Persiapan Upacara Rambu Solo’

Persiapan upacara Rambu Solo’ akan memakan waktu yang sangat panjang, bahkan berbulan-bulan dan bertahun-tahun. Persiapan dilakukan dengan mengadakan pertemuan keluarga yang orang yang telah meninggal. Pertemuan ini akan digunakan untuk membahas persiapan mulai dari dana, hak waris, tempat upacara, status sosial yang meninggal, dsb.

persiapan rambu solo [image source]
persiapan rambu solo [image source]
Setelah melakukan pertemuan ini, persiapan akan dilanjutkan dengan membeli banyak peralatan ritual dan membuat sebuah pondok upacara. Pembuatan pondok upacara dilakukan oleh keluarga untuk menyediakan akomodasi bagi tamu-tamu yang nantinya diundang dan menjadi saksi jalannya upacara Rambu Solo’ yang sangat penting ini.

Kerbau Kurban untuk Rambu Solo’

Komponen yang tidak bisa dipisahkan dari upacara Rambu Solo’ adalah adanya hewan kerbau. Bagi masyarakat Tana Toraja, kerbau yang dikorbankan akan mengantar arwah cepat menuju keabadiannya di puya. Semakin banyak kerbau yang dikorbankan maka akan semakin cepat pula seorang arwah diantar menuju puya.

kerbau bule [image source]
kerbau bule [image source]
Seorang yang berasal dari keluarga menengah biasanya mengorbankan hingga 10 kerbau sedangkan keluarga kaya atau bangsawan bisa mengorbankan hingga ratusan ekor. Banyak kerbau yang dikorbankan membuat biaya upacara ini menjadi sangat banyak sehingga miliaran rupiah pun adalah angka yang wajar. Oh ya, kerbau yang digunakan pada upacara ini juga bukan kerbau sembarangan. Masyarakat Tana Toraja menggunakan kerbau bule yang memiliki harga sangat fantastis. Bahkan ada satu ekor kerbau yang unik dibanderol hingga 1 miliar rupiah.

Pelaksanaan Upacara Rambu Solo’

Acara utama dari Rambu Solo’ berlangsung dalam dua tahapan besar. Pertama adalah upacara yang dilaksanakan di halaman rumah yang meninggal dunia dan yang kedua dilaksanakan di lapangan besar. Pada tahap pertama, keluarga akan memindahkan letak jenazah, dari sini jenazah sudah dianggap meninggal dunia. Selanjutnya, keluarga yang meninggal akan menerima tamu-tamu yang datang dengan membawa sumbangan baik uang maupun barang. Akhir dari tahap pertama ini ditandai dengan penyebelihan babi dan kerbau lalu memasukkan jenazah di dalam kotak.

pelaksanaan Rambu Solo [image source]
pelaksanaan Rambu Solo [image source]
Upacara tahap kedua dilakukan dengan mengarak jenazah hingga akhirnya sampai di lapangan. Setelah proses ini selesai, keluarga akan menerima tahu dan membicarakan berapa banyak kerbau yang akan dikorbankan. Apabila kesepakatan telah tercapai, esok harinya sejumlah kerbau yang disepakati akan disembelih hingga jenazah benar-benar dimakamkan dengan sempurna.

Inilah uraian singkat tentang upacara pemakaman Rambu Solo’ yang sangat mahal dan megah itu. Di Tana Toraja, orang yang telah meninggal benar-benar dihormati hingga keluarga akan melakukan apa saja untuk menyempurnakan mereka hingga ke puya.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA