5 Wanita Hebat yang Pernah Menjadi Raja dan Menguasai Kerajaan Nusantara

oleh Adi Nugroho
11:00 AM on Nov 17, 2015

Kita telah mengenal banyak sekali raja-raja yang menguasai kerajaan nusantara di masa lalu. Sebut saja Ken Arok, Hayam Wuruk, Kertajaya, hingga Jayanegara. Semuanya adalah raja hebat di zamannya hingga sejarah terus mengenangnya. Di antara raja yang pernah memerintah kerajaan Nusantara, ternyata muncul figur wanita yang memerintah kerajaan dengan hebat.

Mereka jadi penguasa kerajaan Nusantara dengan gagah berani hingga berpuluh-puluh tahun. Bahkan dalam beberapa perang, mereka berhasil menekuk lutut hingga kerajaannya semakin berkembang dengan pesat. Inilah lima wanita hebat yang pernah menjadi raja dan menguasai kerajaan Nusantara di masa lalu.

Baca Juga
Fakta Android Oreo, Sistem Operasi Terbaru Keluaran Google dengan 7 Fitur Super Canggih
Ternyata Beberapa Negara Ini Benderanya Terinspirasi Dari Majapahit Loh, Mana Saja Tuh

1. Tribuwana Wijayatunggaldewi – Kerajaan Majapahit

Tribuwana Wijayatunggaldewi adalah raja ketiga dari Kerajaan Majapahit. Ia menggantikan kakak tirinya, Jayanegara yang meninggal tanpa memiliki keturunan. Tribuwana memerintah Majapahit atas permintaan Gayatri sang ibu karena ia telah menjadi pendeta Buddha. Hal ini menimbulkan dugaan jika Tribuwana naik tahta untuk menggantikan Gayatri.

Arca Dewi Parvati sebagai perwujudan Tribuwana Wijayatunggaldewi [image source]
Arca Dewi Parvati sebagai perwujudan Tribuwana Wijayatunggaldewi [image source]
Meski demikian selama 23 tahun memerintah didampingi suaminya Cakradhara, Tribuana telah membuat Majapahit menjadi kerajaan yang maju. Ia berhasil memenangkan pertempuran di daerah Sadeng dan Keta. Selain itu, ada peristiwa penting saat pemerintahan Tribuana. Peristiwa itu adalah Sumpah Palapa yang diucapkan Gajah Mada saat dilantik menjadi seorang maha patih dan panglima perang.

2. Ratu Shima – Kerajaan Kalingga

Ratu Shima adalah seorang ratu yang memerintah wilayah Kerajaan Kalingga yang saat ini merupakan wilayah Jawa Tengah. Ratu ini memerintah kerajaan selama 60 tahun dari tahun 670 hingga 730 masehi. Saat menjadi ratu, ia merupakan figur yang menjunjung tinggi hukum di wilayahnya. Ia mengajarkan kepada rakyatnya agar selalu hidup dalam kejujuran sampai kapan pun

Patung perwujudan Ratu Shima [image source]
Patung perwujudan Ratu Shima [image source]
Ia bahkan nyaris membunuh putranya sendiri yang secara tidak sengaja menyentuh kantong emas yang ditaruh di alun-alun. Kantong ini adalah ujian bagi seluruh rakyat Kalingga untuk berlaku jujur. Menyentuh saja maka tamat. Beruntunglah banyak anggota kerajaan yang memintakan maaf untuk pangeran hingga hanya kakinya saja yang dipotong.

3. Sri Isyana Tunggawijaya – Kerajaan Medang

Sri Isyana Tunggawijaya  adalah seorang raja perempuan yang naik tahta menjadi Raja Medang pada tahun 947 masehi. Ia menggantikan ayahnya yang bernama Empu Sindok yang sebelumnya memindahkan Istana Kerajaan Medang dari Jawa Tengah menuju Jawa Timur. Sebelum mendapatkan kekuasaan, Sri Isyana Tunggawijaya   menikah dengan seorang pria Bali bernama Sri Lokapala.

Wilayah Kerajaan Medang [image source]
Wilayah Kerajaan Medang [image source]
Informasi mengenai Kerajaan Medang tidaklah jelas. Tidak ada prasasti yang menunjukkan kapan berakhirnya pemerintahan. Namun, banyak ahli sejarah mengatakan jika Sri Isyana Tunggawijaya  adalah seorang raja yang hebat. Ia memerintah kerajaannya hingga terus berkembang dan kemudian digantikan putranya yang bernama Sri Makuthawangsawardhana.

4. Sutanah Syah Alam Barisyah – Kerajaan Perlak

Syah Alam Barisyah adalah seorang ratu dari Kerajaan Perlak di Aceh. Ia naik tahta menggantikan ayahnya yang bernama Sultan Makhdum Alaiddun Abdul Jalil Jauhan Berdaulat. Sebelumnya ia mendapatkan gelar Sultanah yang merujuk pada Sultan namun dengan jenis kelamin wanita.

Ilustrasi Kerjaan Perlak [image source]
Ilustrasi Kerjaan Perlak [image source]
Syah Alam Barisyah memerintah Kerajaan Perlak selama 29 tahun dari tahun 1196-1225. Dalam memerintah, Syah Alam Barisyah banyak menerapkan syariat Islam yang saat itu mulai berkembang di Aceh. Ia melakukannya dibantu adik laki-lakinya bernama Abudul Aziz Syah.

5. Sutanah Nahrasiyah – Kerajaan Samudra Pasai

Sutanah Nahrasiyah adalah seorang Ratu Kerajaan Samudra Pasai yang memerintah pada tahun 1405-1428 masehi. Ratu Nahrasiyah adalah putri dari Sultan Zainal Abidin Malikuldzahir yang turun tahta pada tahun 1405.  Sejak memerintah, Sutanah Nahrasiyah telah membawa perubahan besar pada Samudra Pasai.

Sutanah Nahrasiyah – Kerjaan Samudra Pasai [image source]
Sutanah Nahrasiyah – Kerjaan Samudra Pasai [image source]
Salah satu perubahan yang mencolok adalah adanya penghormatan pada wanita. Ia memperjuangkan hak wanita yang kala itu masih sering dihapuskan. Selain masalah wanita di tangan ratu ini Samudra Pasai mulai banyak melakukan perdagangan dengan negara lain. Ia membuktikan jika kaum wanita bisa melakukan banyak hal yang hebat.

Itulah lima wanita hebat yang pernah menguasai kerajaan-kerajaan Nusantara. Kiprah mereka membuktikan jika wanita bisa melakukan apa saja. bahkan menjadi pemimpin besar seperti raja. Semoga kisah lima wanita di atas bisa menjadi memotivasi untuk semua wanita di Indonesia!

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA