Raja Abdullah Meninggal, Harga Minyak Melambung

oleh Adys Disty
07:41 AM on Jan 24, 2015

Harga minyak mentah langsung melonjak di perdagangan Asia setelah juru bicara kerajaan mengumumkan meninggalnya Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdulaziz, Jumat (23/1). Kondisi tersebut semakin menambahkan ketidakpastian di pasar energi global.

Harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) di New York, Amerika Serikat untuk pengiriman Maret tercatat melonjak 3,1 persen. Sedangkan harga minyak di London hanya melambung sebesar 2,6 persen.

Baca Juga
6 Alasan Kenapa One Piece Nggak Pernah Bikin Penggemar Bosen Meski Sudah 20 Tahun
Inilah 4 Alasan Mengapa Profesi TKI Bisa Bikin Seseorang Jadi Kaya Mendadak

Raja Abdullah Meninggal, Harga Minyak Melambung
Raja Abdullah Meninggal, Harga Minyak Melambung

Sementara itu, perdagangan awal WTI di pasar Asia dilaporkan naik sebesar 2,01 persen menjadi USD 47,24 per barel. Adapun untuk minyak jenis Brent, harga untuk pengiriman Maret terpantau tidak ada perubahan sama sekali yakni USD 49 per barel.

Para analis mengatakan wafatnya Raja Abdullah terjadi di tengah pergeseran pasar minyak dunia dalam beberapa dekade terakhir. Dipimpin oleh Arab Saudi, OPEC mengumumkan November lalu tidak akan memotong produksi 30 juta barel per hari meskipun harga minyak menurun di seluruh dunia.

Analis Sanford C. Bernstein & Co yang berbasis di Hongkong, Neil Beveridge mengatakan meninggalnya Raja Abdullah merupakan ujian terbesar bagi Arab Saudi untuk menentukan kebijakan tentang minyak. “Wafatnya Raja Abdullah akan membuat ketidakpastian yang bakal memicu pergerakan harga minyak dalam jangka pendek,” tuturnya.

Arab Saudi adalah salah satu anggota Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) yang berkeras tidak memangkas produksi meskipun harganya kini terus anjlok. Arab Saudi juga selalu menolak usulan anggota OPEC lainnya untuk mengurangi produksi minyak dunia agar dapat mendongkrak harga.

Harga minyak dunia terjun bebas sejak Juni 2014. Dari posisi harga di atas USD 100 per barel pada saat itu, kini harga minyak global berada pada kisaran USD 45 per barel. Hal ini dipicu oleh membanjirnya pasokan dan melemahnya permintaan dunia atas minyak.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA