Luar Biasa, Al-Qur’an Ternyata Merupakan Pusaka Turun-Temurun Salah Satu Suku di Papua

Al-Qur’an ternyata selama ini merupakan pusaka yang disimpan dan diwariskan turun-temurun pada kepala suku

oleh Nikmatus Solikha
10:00 AM on Jul 7, 2017

Sejatinya, Islam memang telah menyebar di seluruh pelosok Indonesia termasuk Papua. Bahkan, diketahui bahwa agama ini sudah masuk ke bumi Papua sejak ratusan tahun lalu. Hal tersebut bisa dibuktikan dengan banyaknya peninggalan ajaran agama Islam yang dipegang erat oleh beberapa suku di Papua.

Misalnya saja di sekitar pesisir antara Sorong dan Papua. Di sana terdapat satu suku yang tak memakan babi. Padahal, seperti diketahui jika babi merupakan santapan paling nikmat menurut kebanyakan orang sana. Selain hukum tersebut, ada juga pusaka menakjubkan yang dimiliki salah satu kepala adat di Papua, yaitu Al-Qur’an. Berikut ulasannya.

Baca Juga
Blunder! 9 Pejabat Ini Pernah Salah Ucap Ketika Sedang Menyampaikan Pidato Penting
Inilah Perbandingan Tunjangan Veteran Indonesia dan Luar Negeri Ibarat Langit dan Bumi

Memiliki pusaka sejak berabad-abad tahun yang lalu

Sejak banyaknya nelayan muslim yang singgah di tanah Papua, makin dekatlah hubungan si nelayan dengan kepala suku. Keramahan kepala suku juga membuat si nelayan berniat meminta sebidang tanah untuk mendirikan mushala. Si kepala suku mengizinkan.

ilustrasi Al-Qur’an berusia ratusan tahun di Papua [image source]
Dalam sebuah kunjungan nelayan di rumah kepala suku, di sana pula terkuak bahwa sang pemimpin desa tersebut menyimpan pusaka berharga yang diketahui adalah Al-Qur’an yang usianya sudah berabad-abad. Konon, pusaka tersebut diwariskan oleh datuknya secara turun-temurun.

Masih terus diwariskan pada kepala suku yang baru

Karena pusaka tersebut merupakan warisan dari para leluhur suku di Papua, sudah bisa dipastikan bahwa para pendahulu mereka merupakan orang-orang muslim. Masyarakat di Papua juga banyak yang keturunan muslim.

habib munzir al musawa di papua [image source]
Namun sayang, tidak adanya dai-dai pengganti yang mengajarkan Islam membuat ajarannya juga menghilang dan tak lagi dikenali. Namun, pusaka Al-Qur’an tersebut ternyata masih dijaga dengan baik oleh kepala suku. Dan selalu diwariskan pada siapapun yang menjabat sebagai pemimpin nantinya.

Pusaka yang dijaga selama ratusan tahun

Dikutip dari catatan Almarhum Habib Munzir Al-Musawa pimpinan Majelis Rasulullah yang berjudul “Perjalanan Perjalanan Dakwah Majelis Rasulullah ke Wilayah Manokwari Papua, Irian Barat”, rupanya memang benar bahwa ajaran Islam telah masuk sejak ratusan tahun lalu.

kehidupan Papua yang terus menjaga pusaka mereka [image source]
Tak heran jika Al-Qur’an menjadi pusaka yang selalu dijaga. Tiap kepala suku biasanya akan sangat melindungi pusaka tersebut, bahkan dikeramatkan dan disimpan di kotak penyimpanan khusus.

Pusaka yang sempurna jika bukan hanya disimpan

Dijaganya Al-Qur’an di Bumi Papua menjadi bukti jika Islam sangat diterima di sana. Bakal lebih sempurna lagi jika Al-Qur’an tersebut bukan hanya dijadikan sebagai pusaka, namun juga sebagai pedoman hidup seperti umat muslim lainnya.

Foto muslim di Papua di masa lampau [image source]
Jika diketahui bahwa kepala sukunya memiliki pusaka Qur’an, besar kemungkinan bahwa masyarakatnya juga pemeluk agama Islam. Meski mereka tidak sadar dengan hal itu.

Itulah sedikit cerita tentang Al-Qur’an sebagai pusaka turun-temurun di Papua. Dengan ini, semoga kelak kitab suci tersebut tak hanya menjadi benda yang dikeramatkan, namun juga pedoman hidup untuk menjadi muslim yang lebih baik lagi. Adanya pendakwah juga rasanya sangat dibutuhkan demi membangkitkan lagi keislaman masyarakat Papua.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA