5 Fakta di Balik Keputusan Polwan Boleh Berjilbab

oleh Ayu
11:25 AM on Mar 26, 2015

Sempat menjadi polemik, polwan berjilbab kini sudah diijinkan oleh Kapolri langsung. Ini merupakan kabar baik bagi banyak polisi wanita muslim yang ingin menggunakan jilbab atau hijab saat bekerja.

Seperti yang kita ketahui, peraturan dinas tidak selalu sejalan dengan keyakinan seseorang. Misalnya para wanita karir yang ingin menggunakan jilbab, nyatanya tak semua instansi mengijinkannya. Di daerah tertentu seperti Aceh, mungkin boleh dibilang mendapat kelonggaran karena muslimah di sana diwajibkan menggunakan jilbab.

Baca Juga
6 Alasan Kenapa One Piece Nggak Pernah Bikin Penggemar Bosen Meski Sudah 20 Tahun
Inilah 4 Alasan Mengapa Profesi TKI Bisa Bikin Seseorang Jadi Kaya Mendadak

Kini, kabar gembira tentang diperbolehkannya polisi wanita menggunakan jilbab disambut hangat di mana-mana. Berikut ini adalah ulasan singkat mengenai polwan berjilbab di Indonesia.

1. Bripda Nina Pelopor Polwan Berjilbab

Selama ini, peraturan yang biasa diberlakukan secara umum di kepolisian Indonesia menyebabkan banyak perempuan boleh berambut bob pendek yang agak ‘kekinian’, namun kurang memberikan kesempatan pada polwan yang ingin berjilbab.

Bripda Nina yang beruntung bisa bekerja sebagai Polwan di Banda Aceh, tampaknya boleh dikatakan sebagai pelopor dan contoh. Dengan menggunakan jilbab, ia tetap bisa melakukan pekerjaan dengan baik. Bahkan ia menjabat sebagai Brigadir Polisi Dua Anti Teror Gegana Brimob yang tugasnya cukup beresiko.

Pelopor Polwan Berjilbab (c) merdeka
Pelopor Polwan Berjilbab (c) merdeka

Baca Juga :Bripda Nina, Anggota Brimob Yang Cantik, Berbakat, dan Sholeha

Meski demikian, ia tetap menjadi sosok yang bisa menjalankan tugas sebagai polwan maupun sebagai muslimah. Bripda Nina yang cantik ternyata suka mampir ke Masjid Raya untuk sholat dan mengaji di sana secara rutin, empat kali dalam seminggu. Subhanallah.

2. Belum Bisa Berjilbab Agar Seragamnya Sama

Berjilbab adalah sebuah kebutuhan dan hak asasi manusia, terutama muslimah atau wanita yang mendapatkan hidayah. Tentunya hal ini bukan sesuatu yang bisa dilarang atau ditunda. Akan tetapi, seringkali instansi atau seorang pimpinan, lebih memegang teguh aturan yang sudah ada dan biasa dijalankan dari tahun ke tahun.

Seragam Berjilbab (c) bersamadakwah
Seragam Berjilbab (c) bersamadakwah

Kepala Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal (Pol) Ronny Frengky Sompie, pernah menjelaskan dalam sebuah wawancara di tahun 2013, mengenai peraturan yang sudah ada. “Ada skep (surat keputusan) itu yang mengatur tentang seragam. Jadi, bukan melarang,” ujarnya saat itu.

Inti dari dibuatnya seragam dalam instansi agar penggunaannya seragam satu dengan lainnya. Tapi, seiring berjalannya waktu, akhirnya perumusan peraturan polwan berjilbab mendapat titik terang.

3. Polwan Berjilbab Kini Diperbolehkan

Alhamdulillah, saudari muslimah kita yang bekerja di kepolisian kini diperbolehkan oleh Kapolri. Ketok palu disampaikan pada 25 Maret kemarin melalui Keputusan Kapolri No 245/III/2015.

Izinkan Polwan Berjilbab (c) merdeka
Izinkan Polwan Berjilbab (c) merdeka

Agar tetap seragam, ada beberapa ketentuan yang ditulis seperti model jilbab dan warna yang digunakan, pakaian yang dikenakan, hingga penutup kaki. Selain mengakomodir kebutuhan berjilbab, juga menyesuaikan pakaian polisi serta atribut keselamatan yang selama ini digunakan

4. Peragaan Busana Polwan Berjilbab

Menyambut peraturan baru yang memperbolehkan polwan berjilbab, sederet polisi muslimah cantikpun dihadirkan untuk acara peragaan busana. Jangan bayangkan seperti di New York Fashion Week ya. Tujuan peragaan busana ini untuk memperlihatkan contoh seragam yang akan digunakan.

Peragaan Busana (c) tempo
Peragaan Busana (c) tempo

Karena berhubungan dengan dinas dan berbau Islami, tentunya lebih semi formal dan sederhana. Namun tidak kalah dengan tren ketika banyak polwan cantik memotong rambutnya dengan model bob pendek sehingga membuat mata tertuju pada mereka, para polwan berjilbab juga terlihat meneduhkan hati. Meski menggunakan gesper, tapi pakaian atasan dikeluarkan sehingga kelihatan lebih santun.

5. Reaksi Masyarakat

Boleh dibilang ini adalah kabar yang baik bagi siapapun. Mengingat mayoritas orang di Indonesia adalah muslim, tentunya peraturan baru ini disambut dengan hangat.

Polwan Berjilbab (c) facebook
Polwan Berjilbab (c) facebook

Tidak hanya mereka yang muslim, yang non muslim pun juga mengapresiasi kabar ini. Salah satu netizen mengatakan, “Saya mendukung peraturan ini karena sebagai umat beragama, kita harus saling menghormati keyakinan masing-masing.” Masyarakat juga mendoakan agar para polwan makin amanah dan profesional setelah diberi keleluasaan dalam berjilbab saat bekerja.

Wah, ikut senang ya mendengarnya. Semoga polisi Indonesia makin maju dan benar-benar menjadi sahabat masyarakat dalam mengamankan negara.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA