Uniknya Ara, Pohon Keramat yang Memiliki Rasa Dendam Terhadap Serangga

Ternyata bukan hanya manusia, pohon juga bisa balas dendam

oleh Arief Dian
13:00 PM on Apr 13, 2017

Bagi orang Indonesia, Ara adalah tanaman yang bisa dibilang cukup familiar alias umum. Biasanya pohon ini dimanfaatkan buahnya sebagai penganan, entah rujak dan sebagainya. Sekilas pohon ini nampak biasa, tapi kamu mungkin tak tahu kalau sebenarnya Ara sangat spesial.

Ara adalah salah satu dari sekian banyak pohon yang disebut dalam semua agama. Makanya, kemudian pohon ini cukup dikeramatkan. Dan tak hanya itu, siapa sangka pula kalau Ara juga memiliki sifat unik yakni kelakuan pendendamnya yang bikin peneliti bingung. Lebih jauh tentang pohon ini, berikut adalah fakta-fakta Ara yang mungkin tidak banyak diketahui.

Baca Juga
Bukan Tanpa Tujuan, Ini Loh Alasan Kenapa Teh Itu Baiknya Dipetik di Pagi Hari
Mirisnya Tata Krama Murid Sekarang, Guru Mendidik Sepenuh Hati Malah Dibuat Candaan

Salah satu pohon keramat

Pohon Ara disebutkan sebagai tanaman suci di berbagai agama. Dalam agama Budha, Sidharta mendapatkan pencerahan saat duduk sebuah pohon Bodhi atau bahasa lain dari Ara. Sedangkan di agama hindu, tumbuhan ini disebut dengan pohon dunia yang akar-akarnya menjulang menjadi sumber dari sungai Saraswati.

Pohon Keramat [image source]
Di agama Kristen dan Yahudi, Ara disebutkan sebagai salah satu pohon yang namanya diabadikan di alkitab ibrani dan perjanjian lama di Kristen. Sedangkan dalam agama islam, nama pohon ini diabadikan dalam salah satu surat Al-Quran bernama At-Tin yang mempunyai arti pohon ara. Hampir semua agama mayoritas menyinggung nama Ara, hal tersebut jadi indikasi khusus kalau pohon ini memiliki sesuatu yang berbeda pula.

Berasal dari Asia Tenggara

Pohon Ara diyakini berasal dari kawasan Asia Tenggara, persebarannya hanya pada daerah-daerah yang cenderung tropis atau lembab. Biasanya pohon ini akan tumbuh di sekitar sungai-sungai, rawa atau celah-celah bebatuan.

Pohon Ara [image source]
Baik di dataran tinggi maupun rendah, pohon ini masih dapat tumbuh, selain itu pohon ara memiliki berbagai nama lokal antara lain cay sung (Vietnam), duea kliang dan ma duea (Thailand), ju guo rong dan ara (Tiongkok), elo (Jawa), dan loa (Sunda).

Sangat bermanfaat

Pohon ara memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah buahnya yang merupakan sumber pakan bagi para hewan. Serangga, kelelawar, monyet dan binatang lainnya menjadikan pohon Ara sebagai makan utamanya. Selain itu, pohon ara merupakan obat bagai segala macam penyakit.

Buah Ara [image source]
Buahnya diyakini mengandung banyak gizi yang dapat menyembuhkan penyakit. Asalkan rutin mengonsumsi buah arah, penyakit seperti diabetes, rematik, asma, bronkitis, batuk kering, menoragia dan keputihan, serta ginjal dapat disembuhkan dengan baik.

Pohon Ara si pembalas dendam

Kita tahu bahwa setiap tanaman saling membutuhkan satu sama lain dengan serangga. Serangga memakan buahnya atau menghisap nektar dari pohon, sebagai gantinya serangga harus menyalurkan benang sari dari bunga ke tanaman lain. Namun  apa jadinya bila seekor serangga hanya mementingkan dirinya sendiri dengan memakan buahnya saja? Sebagian pasrah, namun tidak untuk tanaman yang satu ini. Jika seekor tawon hanya memakan buah ara tanpa melakukan tugasnya, maka mereka akan menerima pembalasan yang setimpal.

Balas dendam pohon Ara [image source]
Jadi, ketika para tawon meletakkan telurnya di pohon Ara kemudian tak membantu penyerbukan dan hanya memanfaatkan buarnya saja, maka tumbuhan ini akan balas dendam. Ya, pohon ara akan membunuh keturunan tawon-tawon tersebut dengan menjatuhkan buah-buahnya. Kejadian ini bukan kebetulan melainkan memang kesengajaan. Ini bukti kalau ternyata tumbuhan juga memiliki perasaan.

Siapa yang menyangka jika pohon yang tampilannya biasa ini ternyata memiliki sisi lain yang menakjubkan. Tidak hanya tentang namanya yang disebut oleh kitab-kitab dari agama mayoritas, ia pun memiliki sifat layaknya manusia.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA