Beda, Playgroup di Jepang Membiarkan Muridnya Bermain Genangan Air Hujan

oleh Alfry
03:00 AM on Jun 26, 2015

Pendidikan pra-sekolah atau sering disebut dengan playgroup memang tengah trend di berbagai dunia. Orang tua anak kini tak perlu menunggu usia anaknya cukup untuk bisa mengenyam pendidikan di taman kanak-kanak karena sejak umur 3-4 tahun orang tua bisa memasukkan anak mereka ke playgroup.

Namun ada yang beda dengan play group di Jepang. Jika biasanya guru-guru melarang muridnya bermain air hujan, di sekolah ini murid-murid malah difasilitasi untuk bisa bermain air hujan di dalam ruang belajarnya. Tujuannya tak lain adalah membuat anak-anak tersebut merasakan sepenuhnya keceriaan sebagai seorang anak. Beginilah kondisi playgroup tersebut.

Baca Juga
7 Hal Ini Jadi Alasan Kenapa Wanita Jepang Ogah Menikah
Lolicon, Sindrom Ketertarikan Pada Gadis di Bawah Umur yang Ternyata ‘Berbeda’ dengan Pedophilia

1. Playgroup Ini Bernama Dai-Ichi Yochien

Cobalah tengok foto di bawah ini, sepintas bangunan tersebut tidak seperti playgroup kebanyakan yang ada di negara kita bukan? Bangunannya sangat modern dan lebih terlihat seperti rumah mewah atau bahkan villa. Namun siapa sangka bahwa bangunan ini berfungsi sebagai tempat pendidikan pra-sekolah.

Dai-Ichi Yochien [Image Source]
Dai-Ichi Yochien [Image Source]
Dai-Ichi Yochien, itulah namanya, bangunan dua lantai ini terletak di Kota Kumamoto, Jepang Selatan. Di dalamnya terdapat taman bermain atau playgroup yang nyaman dengan konsep yang sangat unik. Bagian ruang tengah bangunan difungsikan sebagai halaman dengan atap terbuka yang memungkinkan air masuk ke dalam saat musim hujan serta salju saat musim dingin.

2. Ruang Tengah Sebagai Halaman Dengan Konsep Atap Terbuka, Anak-Anak Bisa Main Air Sepuasnya

Masa anak-anak adalah masanya untuk bermain. Meski mereka dimasukkan dalam pendidikan pra-sekolah namun pelajaran yang diberikan di sana tetap berbasis pada permainan yang menyenangkan. Untuk itu pihak sekolah tidak mau merenggut hak anak-anak untuk bermain termasuk bermain air hujan.

Ruang Tengah Sebagai Halaman Dengan Konsep Atap Terbuka [Image Source]
Ruang Tengah Sebagai Halaman Dengan Konsep Atap Terbuka [Image Source]
Bangunan playgroup dibangun sedemikian rupa dengan ruang tengah beratap terbuka yang juga berfungsi sebagai halaman. Saat musim hujan, air akan langsung masuk ke dalam ruangan dan membuat genangan di sana. Murid-murid pun diizinkan untuk bermain air sepuasnya. Halaman ini tak hanya berfungsi sebagai tempat bermain air saja, pada musim dingin halaman bisa berubah menjadi arena ski dan lapangan olah raga lainnya.

3. Saat Cuaca Cerah Halaman Bisa Jadi Ruang Kelas

Inilah yang terjadi saat cuaca cerah, genangan air hilang dan halaman berubah menjadi ruang kelas. Seperti gambar di bawah ini, ini diambil di tempat yang sama di mana anak-anak biasanya bermain air. Mereka terlihat duduk berderet sedang melakukan makan bersama.

Saat Cuaca Cerah Halaman Bisa Jadi Ruang Kelas [Image Source]
Saat Cuaca Cerah Halaman Bisa Jadi Ruang Kelas [Image Source]
Selain itu ruangan ini juga menjadi area belajar murid-murid. Tempat yang luas dimaksudkan agar anak-anak tidak bosan dan ruang gerak mereka akan lebih leluasa tanpa merasa di batasi. Bayangkan bagaimana nyamannya belajar di dalam gedung ini.

4. Meja dan Kursi Belajar Bisa Dibawa Pulang

Satu lagi yang membedakan playgroup di Jepang ini dengan kebanyakan play group di dunia atau bahkan playgroup lain di negara tersebut. Dai-Ichi Yochien meminta orang tua murid untuk membeli meja dan kursi yang akan digunakan anaknya selama belajar di sana.

Meja dan Kursi Belajar Bisa Dibawa Pulang [Image Source]
Meja dan Kursi Belajar Bisa Dibawa Pulang [Image Source]
Meja dan kursi ini nantinya setelah anak mereka lulus bisa dibawa pulang. Kebijakan ini dilakukan dengan maksud agar aliran perabot di dalam gedung selalu baru dengan begitu estetika kesegaran dan kebersihan ruang kelas akan selalu terjaga.

Konsep belajar di playgroup ini ternyata banyak mendapatkan komentar positif dari pembaca. Berita yang diterbitkan pada laman Spoon Tomago misalnya, seorang pembaca dari Amerika mengatakan bahwa inspirasi seperti itu sangat penting untuk diterapkan pada sekolah lainnya di dunia. Ia menambahkan bahwa kebanyakan sekolah di Amerika terlalu memproteksi murid-muridnya untuk bermain di luar ruangan demi keamanan sehingga hak bermain dari anak-anak menjadi terbelenggu. Bagaimana dengan di Indonesia?

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
BERITA LAINNYA
BERITA PILIHAN
Seperti Ini Nasib Para Pemain Film Esek-Esek Setelah Pensiun, Dijamin Kaget Kamu Lihatnya 25 Foto Selfie Fail Abis yang Bikin Kamu Ketawa Ngakak Sampe Perut Mules 15 Potret Nona Berlian, Pemeran Ronaldowati yang Kini Cantiknya Tak Kalah dari Gadis Korea Tak Hanya Fenomena Gancet, Ternyata ‘Cupang’ Juga Bisa Membuat Orang Meninggal 7 Fakta Tentang Dunia Esek-Esek Jepang yang Bakal Membuatmu Tercengang Kabar Terbaru Dicky Haryadi, Kontestan AFI 1 yang Dulu Pernah Bikin Para Cewek Meleleh Ternyata Segini Gaji Pemain Film "Dewasa", Penderitaan Tidak Sebanding dengan Penghasilan Cantik dan Soleha, Putri Sulung Almarhum Uje ini Bikin Cowok Rela Ngantri Jadi Imamnya 5 Bercandaan Presiden Soekarno yang Lebih Kocak Dari Stand Up Comedy Wanita Ini Bikin Geger Gara-Gara Mengaku Sebagai Nabi Terakhir dan Punya Kitabnya Sendiri
BERITA TERKAIT
BACA JUGA