Chika Nakamura, Mantan Petinju Jepang Yang Masuk Islam

oleh Sofia Fitriani
08:15 AM on Apr 22, 2015

Setiap manusia memang hanya bisa berusaha, menjalani kehidupannya, dan memang hanyalah Allah yang akan memutuskan siapa yang akan Dia berikan hidayah atau siapa yang tidak. Sesuatu yang sepertinya tidak mungkin, mustahil, atau sangat sulit, bisa saja dengan mudah Allah jadikan mungkin terjadi, jika Dia telah menghendaki.

Baca Juga : 5 Kisah Kulit Manusia Dijadikan Benda Antik

Baca Juga
Tak Banyak yang Tahu, Inilah Aksi Hebat Kepolisian Indonesia yang Begitu Disegani di Dunia
6 Cara Ini Bisa Dipakai Agar Tragedi ‘Panjat Pinang Maut’ Tak Terjadi Lagi

Begitupun yang terjadi pada seorang wanita Jepang bernama, Chika Nakamura ini. Perempuan ini semasa sebelum memeluk Islam adalah seorang petinju wanita profesional yang telah melanglang buana ke seantero dunia, dan sangat terkenal di Negeri Paman Sam, Amerika.

Chika tinggal di Amerika Serikat sejak berusia 19 tahun. Sebelumnya, dia lahir dan besar di Nara, Jepang. Di usia yang masih belia itu, Chika dengan semangat mengejar kariernya sebagai petinju wanita pemula di Amerika tersebut. Kemudian kariernya semakin menanjak, sehingga akhirnya dia berhasil menjadi petinju wanita profesional dari Amerika Serikat.

1. Ingin Jadi Petinju Wanita

Chika Nakamura lahir dari keluarga asli Jepang, kedua orangtuanya asli orang Jepang. Dengan pandangan adat ketimuran orang Jepang, membuat keluarga besar Chika sangat menentang keputusan Chika untuk menjadi petinju tersebut.

Chika Nakamura (c) askoli
Chika Nakamura (c) askoli

Apalagi ketika akhirnya Chika memutuskan untuk bergabung dengan Sasana Tinju Gleason’s Boxing Gym yang berada di Brooklyn, New York, Amerika Serikat, sejak tahun 2003 lalu. Dia akhirnya menjadikan tinju sebagai pekerjaan tetapnya, dan bahkan dia menjadi salah satu pelatih tetap untuk para petinju wanita pemula saat keriernya sudah melesat.

Alasan lain keluarga besar Chika menentang wanita bertubuh kekar ini untuk menjadi seorang petinju adalah karena olahraga tinju yang identik dengan kekerasan dan tidak begitu menjanjikan dalam hal pendapatan.

Sejak menetap di Amerika, hubungan antara Chika dan keluarga besarnya, terutama kedua orangtuanya, menjadi agak renggang. Kehidupan yang dialami oleh Chika selama di Amerika juga bisa dikatakan tidak semudah seperti bayangan orang lain.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA