Tak Hanya Zumi Zola, Para Petinggi ini juga Pernah Ngamuk Gara-Gara Bawahan Tidak Becus

oleh Lidya Kusuma
15:09 PM on Jan 22, 2017

Menjadi seorang pemimpin memang bukan hal mudah. Selain karena tanggung jawabnya yang besar, ada juga kewajiban untuk menjaga image dan perilaku. Pasalnya, pemimpin adalah sosok yang mendapatkan sorotan luar biasa. Ngawur sedikit baik kata-kata atau pun perilakunya maka habis sudah. Cacian dan kritikan menghina pasti berdatangan bak hujan pertama di akhir musim kemarau.

Menjaga sikap memang perlu, tapi butuh juga bagi para pemimpin untuk menghilangkan semua keanggunan dan bersikap sangat tegas, dalam tanda kutip ‘ngamuk’. Bukan menunjukkan sok kuasa, tapi sebagai syok terapi ketika ada para bawahan yang sudah mulai keluar jalur. Seperti yang baru-baru ini dilakukan oleh Gubernur Jambi Zumi Zola ketika menyidak sebuah rumah sakit yang videonya bikin gempar itu.

Baca Juga
Bukan Kegembiraan, 4 Lomba Agustusan Ini Justru Berakhir dengan Tragedi
Tak Melulu Miris, Ini Cerita dari Para Veteran yang Akhirnya Diperhatikan oleh Pemerintah

Pemimpin memang kadang butuh seperti itu biar anak buahnya bisa bekerja sesuai ketentuan. Dan tak hanya Zumi, ada juga beberapa pemimpin yang pernah melakukan hal serupa yakni marah-marah ke bawahan gara-gara tidak becus.

Rumah Sakit Sepi Petugas, Zumi Zola Ngamuk

Berkat aduan-aduan masyarakat Jambi yang sepertinya sudah cukup jengah dengan salah satu rumah sakit di kota itu, akhirnya sang Gubernur turun langsung untuk mencari tahu kebenaran dari keluhan-keluhan yang ada. Benar saja, begitu tiba, Pak Zumi tak melihat siapa pun yang berjaga di rumah sakit tersebut. Sontak beliau pun langsung mendobrak sebuah ruangan dekat resepsionis. Siapa yang menyangka, para pekerja shift malam semuanya tengah tidur.

“Jadi gini kerjaan kalian?” Bentak sang Gubernur ketika itu. Mendengar teriakan ini plus aksi Pak Zumi yang sekalian menendang kursi, semua petugas rumah sakit pun tercekat seolah ketahuan belangnya. “Pelayanan rumah sakit ini jelek, sangat jelek,” ucap sang gubernur ketika menasehati para petugas ini.

Aksi sang gubernur ini pun mendapatkan berbagai reaksi. Ada yang mengkritik, tapi juga cukup banyak yang mendukung dengan berbagai alasan. Misalnya soal peran krusialnya rumah sakit. Kalau semua tidur bagaimana nanti jika ada pasien? Makanya, bagi sebagian orang, tindakan sang gubernur ini tepat. Termasuk memberikan surat peringatan kepada para petugas tersebut.

Ketika Ahok Ngamuk Terhadap Bawahannya

Sosok pemimpin lain yang dikenal keras adalah Pak Ahok. Meskipun sekarang lebih kalem, dulu Gubernur DKI ini begitu meluap emosinya. Apalagi tatkala melihat hal-hal tidak benar. Salah satunya ditunjukkan saat dalam sebuah rapat yang membahas soal anak buahnya yang memungut biaya macam-macam untuk bus-bus yang dihibahkan kepada DKI. Menurut Ahok ini lucu, mau dikasih kok malah dipalakin.

Tak hanya sekali ini, beberapa kali Ahok juga emosi dengan penyebab-penyebab lain. Misalnya soal Dinas Kebersihan atau ketika menanggapi seorang notulen yang pakai catatan manual padahal sudah diberi peralatan canggih. Meskipun kesannya agak temperamen, tapi kali ini Ahok bisa dibilang benar. Kalau semuanya sudah sesuai sistem, pastinya pria Belitung ini takkan pernah marah-marah.

Bu Risma juga Pernah Meluap-Luap Emosinya

Tak hanya Ahok, Bu Risma sang walikota Surabaya juga kental dengan kesan marah-marah dan emosi. Tapi, tentu saja beliau ini marah gara-gara melihat ketidakbenaran. Beberapa kasus yang membuat beliau sampai meluap-luap adalah soal E-KTP Surabaya yang dinilai ruwet.

Bu Risma menganggap kalau sistem elektronik E-KTP di Surabaya sama sekali tak guna. Maksudnya, hal tersebut dilakukan untuk memangkas birokrasi kok jadinya malah panjang. Bu Risma juga menegaskan kalau sebagai orang pemerintahan harus mengerti rakyat kecil, termasuk waktu dan biaya yang dikeluarkan gara-gara sistem elektronik E-KTP yang malah tidak praktis itu. Tak hanya sekali ini saja, pernah juga Bu Risma marah-marah gara-gara salah satu taman di Surabaya rusak lantaran diinjak-injak warga.

Kadang sikap marah tegas yang dilakukan para pemimpin ini perlu untuk dilakukan. Biar jadi pelajaran dan juga wujud kesungguhan sang pemimpin. Sebenarnya sikap semacam ini sangat wajar dan manusiawi. Sekarang coba kita bercermin pada diri sendiri, pasti juga bakal marah pula bukan kalau mendapati sesuatu yang tidak sesuai, padahal kita tahu betul yang benar seperti apa.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA