Ini Alasan Mengapa Peterpan Jauh Lebih Baik Ketimbang Noah

Peterpan, band fenomenal yang mungkin takkan bisa tertandingi.

oleh Faisal Bosnia Ahmad
09:00 AM on Jun 15, 2017

Peterpan. Ah, mendengar nama band yang satu ini, kita seolah dibawa ke ruang nostalgia ke zaman di mana rangkaian momen suka dan duka yang kita jalani acapkali diiringi oleh lagu-lagu keren mereka. Pada awal hingga pertengahan tahun 2000an, atau ketika berada di puncak kejayaannya, nyaris setiap hari, ada saja orang yang memutar lagu mereka. Entah itu di angkutan umum, tempat makan, pusat perbelanjaan, perempatan jalan, dan pastinya stasiun televisi hingga radio terkemuka.

Peterpan, dalam perjalanannya sempat mengalami perpecahan di mana pada tahun 2006, dua personel mereka, Andika (kibor) dan Indra (bass), dikeluarkan dari band yang mereka besarkan. Keduanya kemudian membentuk band baru dengan nama The Titans. Selang enam tahun kemudian, atau tepatnya pada 2 Agustus 2012, lantaran tak mau terus berurusan dengan sengketa hak cipta nama band, Peterpan, dengan formasi baru mereka, akhirnya mengubah nama menjadi Noah.

Baca Juga
4 Fakta Tersembunyi Taeyeon SNSD ini Pasti Bikin Fans Indonesia Makin Kagum
Ini Lho 5 Idol KPop Lawas yang juga Sangat Populer, Pernah Dengar Nggak?

Peterpan adalah Noah. Meski tak lagi diperkuat Andika dan Indra, personel utama mereka seperti Ariel, Uki, dan Lukman masih ada di sana. Hanya saja, sampai saat ini banyak yang menyesalkan perpecahan mereka. Belum lagi Reza, si penabuh drum juga ikut mengundurkan diri. Semua tentang Noah tak lagi terdengar sama seperti sedia kala. Banyak yang menilai kalau Peterpan masih jauh lebih baik daripada Noah. Mengapa? Ini dia alasannya.

Lagu-lagu Peterpan masih jauh lebih baik (dan banyak pula) ketimbang Noah

Sejak melepas album Taman Langit pada awal 2000-an lalu, Peterpan selalu rajin menghiasi tangga lagu chart musik berbagai program televisi dan radio dengan karya-karya mereka. Apabila sebuah band pada umumnya hanya mampu menelurkan satu atau paling banyak 2 – 3 lagu dari albumnya sebagai singel unggulan, lain halnya dengan Peterpan. Band yang digawangi oleh enam pemuda asal Bandung ini selalu berhasil menempatkan mayoritas lagu dalam setiap album mereka ke dalam daftar lagu favorit para penikmat musik tanah air.

[Image Source].
Sebut saja Mimpi yang Sempurna, Sahabat, Aku dan Bintang, Topeng, hingga lagu wajib pas perpisahan, Semua Tentang Kita, untuk album Taman Langit. Lalu di album selanjutnya yang lebih fenomenal, Bintang di Surga, lagu-lagu hits mereka diwakili oleh Ada Apa Denganmu, Mungkin Nanti, Ku Katakan Dengan Indah, hingga Di atas Normal. Belum lagi kalau membahas album OST Alexandria. Daftar ini akan semakin panjang tentunya.

Kamu sekalian tentunya masih ingat kan dengan lagu-lagu hits mereka yang kami sebutkan di atas? Atau malah barangkali sebagian dari kamu masih menyimpannya dan sesekali memutarnya di playlist musik yang ada pada ponsel cerdas masing-masing.

Album Hari yang Cerah pun sejatinya punya kualitas setara dengan dua album pertama mereka untuk urusan musikalitas serta nomor-nomor unggulan. Misalnya, Menghapus Jejakmu, Hari yang Cerah Untuk Jiwa yang Sepi, Di Balik Awan, serta Cobalah Mengerti. Hanya saja, saat album ini digulirkan, meski dua personel awal mereka telah resmi keluar, Noah masih menyandang nama Peterpan.

Semenjak resmi berganti nama, Noah juga sebetulnya masih mampu menggetarkan hati para penikmat musik tanah air dengan lagu-lagu seperti Tak Ada yang Abadi, Kisah Cintaku (Chrisye), Separuh Aku, dan Jika Engkau. Lalu setelah itu? Selebihnya mereka malah sibuk mengaransemen ulang lagu-lagu yang pernah populer di album lawas mereka. Mencetak sebuah album dengan mayoritas lagu yang jadi hits seakan sulit untuk Noah lakukan.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA