Mengintip Pesona Malta, Negeri Sekecil Jakarta yang Direbutkan Belasan Negara

oleh Adi Nugroho
09:55 AM on Aug 25, 2016

Malta mungkin masih kurang tenar jika dibandingkan dengan Hawaii atau pun Bali yang notabene merupakan pulau wisata. Meski demikian, negara yang hanya separuh wilayah Jakarta ini memiliki potensi yang sangat banyak dalam hal wisata. Pernah dijajah dan diperebutkan oleh belasan negara di masa lalu membuat negara dengan tiga pulau kecil ini menjadi kaya akan peninggalan sejarah.

Segala hal yang ada di negara kecil ini adalah pesona. Dan ini membuat Malta mampu bertahan dan berkembang menjadi kawasan pariwisata dunia khususnya Eropa yang berkilauan. Berikut beberapa pesona dari Malta yang bisa membuatmu terkesima.

Baca Juga
4 Aksi Greget yang Dilakukan Barisan Patah Hati di Pernikahan Mantan, Dijamin Bikin Geleng Kepala
Disebut Perompak oleh Mantan PM Malaysia, Justru Inilah Fakta Suku Bugis Seorang Pelaut Handal

Kota Kuno Valletta

Republik Malta menjadikan Valletta menjadi pusat kota dan pemerintahan sejak ratusan tahun yang lalu. Pada abad ke-16, bangsawan dari Eropa membangun sebuah kota yang akan digunakan sebagai pusat perdagangan. Akhirnya dibangunlah dua buah pelabuhan bernama Grand Harbour dan Marsamxell Harbor yang masih bertahan hingga sekarang.

Valletta [image source]
Valletta [image source]
Selain dua buah pelabuhan yang besar dan indah, di kawasan Valletta juga dibangun Katedral super besar bernama Saint John dan juga Grand Master’s Palace yang menjadi kediaman pemimpin dari Malta. Hingga sekarang, bangunan yang didirikan sejak abad ke-16 itu masih bertahan dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan dunia untuk bertandang.

Kolam Renang Raksasa di Pulau Comino

Republik Malta memiliki tiga buah pulau yang masuk dalam wilayah negara. Selain daratan utama Malta, negara ini masih memiliki pulau Comino yang memiliki destinasi wisata pantai yang mengagumkan. Salah satu yang menarik turis dari berbagai belahan dunia adalah Blue Lagoon yang memiliki air laut super biru, bersih, dan jika diperhatikan dengan saksama akan menyerupai kolam renang raksasa.

Blue lagoon [image source]
Blue lagoon [image source]
Melakukan penjelajahan di kawasan Blue Lagoon akan memberikan sensasi yang sangat menyenangkan. Ditambah lagi saat senja datang, semuanya akan terlihat merah keemasan hingga rasanya enggan untuk beranjak dari bibir pantai yang memiliki pasir putih sangat lembut ini.

Desa Pertanian Naxxar

Naxxar adalah sebuah kawasan desa pertanian kecil di Malta yang mulai membentuk peradabannya di abad ke-17. Semua kebutuhan akan hasil pertanian di kawasan Malta di pasok dari Naxxar selama bertahun-tahun sebelum kawasan ini mengalami urbanisasi dan dibangun secara besar-besaran hingga menjadi kota kecil yang maju baik dari segi pertanian maupun sistem tata ruang kota.

Naxxar [image source]
Naxxar [image source]
Destinasi paling berkesan di kawasan Naxxat adalah Gereja Saint Paul yang di bangunan pada awal urbanisasi, Palazzo Parisio yang merupakan sebuah istana besar dari Grand Master Monel de Vihena, dan yang terakhir adalah kawasan pertanian tradisional yang masih dijalankan oleh generasi-generasi baru dari petani sejak ratusan tahun yang lalu.

Desa Memancing Xlendi

Setelah mengelilingi kawasan daratan utama Malta dan Comina, sekarang saat beranjak ke kawasan Fozo yang juga memiliki pesona yang menakjubkan. Di sini kamu bisa menemui sebuah kawasan desa memancing kuno yang sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Saat ini, desa memancing itu sudah berubah menjadi kawasan wisata yang menakjubkan dipenuhi dengan resort yang cukup mewah.

Xlendi [image source]
Xlendi [image source]
Di Xlendi semua orang bisa ikut melakukan wisata memancing dengan menyewa sebuah kapal boat. Setelah memancing, ikan yang didapatkan bisa langsung dimasak ketika tiba resort. Selain memancing, pengunjung juga bisa melakukan aktivitas menyenangkan lain seperti berenang atau diving untuk menikmati keindahan bawah laut Maltan yang mempesona.

Inilah pesona dari Malta, sebuah negara kecil di kawasan laut Mediterania yang menggoda untuk dikunjungi. Oh ya, kalau ada kesempatan, mau mendatangi pulau yang memiliki campuran budaya Eropa dan Afrika ini tidak?

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA