8 Pesan Buruk untuk Anak-Anak dalam Film Kartun Favorit

oleh Rizal
10:53 AM on Jul 23, 2015

Kalau membicarakan hiburan dan anak-anak, maka tidak ada kata yang paling pas selain miris. Yap, miris melihat anak-anak sekarang seakan dipaksa menelan mentah-mentah hiburan yang sebenarnya lebih pas dikonsumsi ketika mereka berusia belasan bahkan dua puluhan tahun. Mulai dari lagu-lagu, acara televisi yang minim pesan moral bahkan sampai kartun favorit mereka.

Silahkan tidak percaya, tapi banyak sekali kartun yang dinikmati adik-adik kita sama sekali tidak pas untuk mereka. Entah karena komposisi grafisnya yang membuat mereka sakit mata, sampai ide dan ceritanya sendiri cenderung membuat anak-anak memfantasikan hal-hal yang tidak patut.

Baca Juga
Dinobatkan Jadi Atlet Tercantik dan Terseksi SEA Games 2017, Ini Lho Pesona Lindswell Kwok Yang Bikin Indonesia Bangga
Inilah 4 Bukti Kalau Pengguna Medsos yang Ada di Indonesia Polosnya Bukan Main

Biar makin aware, berikut beberapa adegan dalam film kartun yang mengandung pesan sangat buruk untuk anak-anak.

1. Dexter’s Laboratory – Episode “Rude Removal

Bagi anak-anak, kartun ini adalah salah satu yang paling mereka sukai. Namun ada satu episode berjudul Rude Removal yang mending kalian jauhkan dari mereka. Episode ini bercerita tentang Dexter dan kakaknya bernama Dee Dee yang tengah melakukan sebuah eksperimen namun gagal.

Opening title Dexter untuk episode Rude Removal
Opening title Dexter untuk episode Rude Removal

Akibatnya mereka menciptakan kloningan diri sendiri dengan versi kebalikan. Banyak scene yang menunjukkan perilaku buruk sisi kebalikan Dexter dan kakaknya itu. Bahkan di tittle screen nampak aksi Dexter yang membuka celana hingga terlihat bagian pribadinya. Sedangkan sang kakak sendiri mengacungkan jari tengah dengan roman muka penuh amarah.

2. Tiny Toons – Episode “One Beer

Looney Toons menjadi salah satu kartun favorit anak-anak lantaran bentuk karakternya yang unik dan lucu. Bahkan versi bayi mereka yang dikemas dalam Tiny Toons membawa animo yang lebih lagi bagi anak-anak. Meskipun begitu ada satu episode yang membuat kartun ini jadi kehilangan kelucuannya sama sekali.

Episode ini bisa menginspirasi anak-anak untuk berbuat buruk [Image Source]
Episode ini bisa menginspirasi anak-anak untuk berbuat buruk [Image Source]
Seperti judulnya, One Beer menceritakan kelakuan para bayi lucu ini yang tak sengaja mengambil minuman beralkohol milik orangtua mereka dan kemudian menenggaknya. Bisa dibayangkan, para karakter lucu ini pun mabuk dan menunjukkan perangai mereka yang lain dari biasanya. Mulai dari saling memukul teman sampai berjalan sempoyongan ala pemabuk berat.

3. Pokemon – Episode “Beauty and the Beach

Pokemon menjadi film animasi paling populer yang diputar tiap minggu di salah satu stasiun televisi swasta. Ceritanya yang unik dan bentuk karakter yang beragam menjadi alasan kenapa banyak anak-anak yang menyukai animasi ini. Namun lagi-lagi ada sebuah episode yang sarat akan makna negatif di dalamnya.

Salah satu scene animasi Pokemon dalam episode Beauty and the Beach [Image Source]
Salah satu scene animasi Pokemon dalam episode Beauty and the Beach [Image Source]
Dalam Episode Beauty and the Beach, Misty salah satu karakter utama wanitanya mengikuti kontes bikini. Namun seperti biasa, Tim Rocket menghalangi upaya Misty untuk menjadi juara. Sambil mengenakan bikini, dua anggota Tim Rocket ini terlihat memamerkan dan menyombongkan bagian atas tubuh mereka.

Hal yang patut diketahui, salah satu member kelompok ini adalah pria. Sehingga mereka seakan memberi pesan yang sudah pasti bisa kamu tangkap maknanya. Tidak cuma itu, salah satunya bahkan mengucapkan kalimat yang tidak patut untuk dibaca anak-anak. Dalam bahasa Inggris dituliskan seperti ini, “Maybe when you’re older, you’ll have a chest like this!

4. Ren & Stimpy – “Episode Don’t Whizz on the Electric Fence

Pada dasarnya kartun ini sebenarnya sama sekali tidak boleh ditonton oleh anak-anak karena ceritanya sendiri sering menyimpang jauh. Namun tidak ada yang lebih mengejutkan dari pada episode yang satu ini.

Ren & Stimpy juga jadi film kartun yang lebih baik dihindari anak-anak [Image Source]
Ren & Stimpy juga jadi film kartun yang lebih baik dihindari anak-anak [Image Source]
Diceritakan Stimpy yang menemukan barang-barang berharganya dirusak oleh sahabat sendiri lantaran suatu hal. Stimpy menjadi sangat marah hingga akhirnya ia mengucapkan ancaman yang sangat mengerikan. “Aku akan mengambil matamu serta memotong-motong lidahmu,” jelas ini akan memberikan pengaruh buruk.

5. Bugs Bunny – Episode “Carrotblanca

Kelinci cerdas ini sering sekali mengundang tawa lantaran aksi-aksinya. Termasuk dalam episode Carrtoblanca dimana ia menipu sang musuh utama, Yosemite Sam. Bugs membuat sang pemburu ini memenjara dirinya sendiri dengan trik-trik kocak dan konyol seperti biasanya. Pada bagian selanjutnya, si kelinci berkata kalau hanya ada satu ranjang di dalam sel.

Tanpa menghiraukan pesan Bugs, Yosemite pun lari dan mengunci dirinya ke dalam salah satu ruangan sel. Namun betapa mengejutkannya ketika di dalamnya sudah ada penghuni yang berbadan besar namun girly. Si tahanan lama ini pun menyambut Yosemite dengan ungkapan “Nobody can hear you” sambil menunjukkan aksen genitnya.

6. Hey Arnold – Episode “Helga’s love poem to Arnold

Hey Arnold sempat jadi salah satu kartu favorit tiap sore bahkan seringkali diulang-ulang dalam pemutarannya. Kamu yang pernah menjadi penikmat setia kartun ini pasti tahu jika Helga punya perasaan khusus kepada Arnold. Meskipun bocah perempuan ini lebih sering membully idolanya tersebut daripada memujinya.

Salah satu part puisi Helga untuk Arnold yang terlalu dewasa.
Salah satu part puisi Helga untuk Arnold yang terlalu dewasa.

Di dalam episode ini diceritakan ketika Helga menuliskan sebuah puisi untuk sang pujaan hati. Isinya cukup mencengangkan dengan salah satu kalimatnya yang berbunyi, “Arnold you make my girlhood tremble” atau kalau diartikan ke dalam bahasa Indonesia artinya kurang lebih seperti ini, “Arnold kau membuat masa remajaku berdebar”. Pertanyaannya adalah, apakah ini benar-benar kartun untuk anak-anak?

7. Spongebob Squarepants – Hampir di berbagai Episode

Bukan tanpa alasan kenapa kartun ini bisa bertahan cukup lama di hati anak-anak. Tingkah lucu Spongebob serta konflik Krabby Patty tiada akhirnya sangat menarik untuk ditonton. Namun tahu kah kamu kalau kartun ini isinya tidak lebih dari sebuah konspirasi yang dikemas dengan cerdas?

Spongebob juga berisi banyak guyonan yang buruk untuk anak-anak [Image Source]
Spongebob juga berisi banyak guyonan yang buruk untuk anak-anak [Image Source]
Silahkan berpikir lebih dalam dan sadari beberapa scene berikut. Misalnya episode ketika Spongebob melihat proses reproduksi seekor molusca yang akhirnya ketahuan oleh si siput, Gary. Di dunia laut, ini mungkin sama seperti Spongebob melihat video dewasa lho. Mungkin kamu juga ingat episode ketika Squidward tengah bereksperimen menggunakan alat penyedot dengan salah satu tentakelnya.

Bahkan nama Bikini Bottom sendiri kalau diartikan menjadi sesuatu yang tabu, dan di sana ada toko burger paling enak selautan yang dimakan semua makhluk laut. Nah, sudah menyadari sesuatu?

8. Pokemon – Episode “Electric Soldier Porygon

Lagi-lagi Pokemon masuk daftar ini, namun bukan tentang kontes bikini lagi atau semacamnya, melainkan penggunaan komposisi warna yang terlalu tajam dalam satu episode penuh. Dalam Electric Soldier Porygon, bisa kamu saksikan sendiri warna-warna yang menyakitkan mata muncul dan menghilang bergantian.

Episode ini dilarang tayang di beberapa negara lantaran menyakitkan mata.
Episode ini dilarang tayang di beberapa negara lantaran menyakitkan mata.

Adegan dimulai ketika Pikachu meledakkan beberapa misil di sebuah ruang angkasa, scene berubah menjadi ledakan-ledakan yang yang memunculkan warna merah dan biru dengan sangat tajam. Seperti yang kamu tahu, masing-masing episodenya diputar selama 30 menit. Meskipun terlihat sebagai efek yang cukup heboh, dampaknya sendiri cukup buruk.

Mual, pusing, sampai bikin penglihatan kabur akan dialami si penonton. Belum lagi mereka yang melihat dalam jarak yang cukup dekat, maka dampaknya akan lebih gawat lagi.

Tidak semua yang berlabel anak-anak layak untuk dikonsumsi mereka. Hanya karena terlihat seperti kartun, bukan berarti itu adalah film anak-anak. Tinggal dilihat kategori acaranya untuk anak, remaja, dewasa dan sebagainya. Di sinilah peran orang tua untuk mendampingi dan memfilter juga diperlukan. Untungnya, komisi penyiaran kita sudah lebih aware saat ini. Mereka sudah mulai menyensor part-part yang menjurus ke arah sensualitas bahkan memotong serta mengurangi adegan yang mengandung unsur kekerasan.

Perkembangan anak-anak dipengaruhi banyak hal, salah satunya adalah hiburan yang mereka tonton tiap harinya. Menyelamatkan mereka dari hal-hal semacam ini akan berdampak kepada masa depan.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA