Mencari Peruntungan di 17 Agustus

oleh Tetalogi
07:00 AM on Aug 15, 2015

Hanya tinggal menghitung hari, kita sudah akan kembali bertemu dengan 17 Agustus, peringatan hari kemerdekaan Indonesia. Tahun ini, Indonesia akan memperingati hari kemerdekaannya yang ke-70. Para warga sudah bersiap dengan bekerja bakti untuk membersihkan lingkungan agar terlihat lebih rapi dan bersih. Sementara itu, para muda-mudi karang taruna bersiap dengan menyiapkan acara untuk menyemarakkan kegiatan 17an yang sudah menjadi tradisi selama 70 tahun Indonesia merdeka.

Satu hal yang juga akan terlihat di jalan-jalan adalah para pedagang musiman. Menjelang 17 Agustus, akan bermunculan pedagang yang menjual aksesoris untuk 17an, mulai dari bambu panjang yang sudah dicat silver untuk tiang bendera, bendera merah putih, serta aksesoris bernuansa merah putih lainnya. Setiap tahunnya, pedagang ini akan bersiap dari pagi hingga petang untuk mencari nafkah dengan memanfaatkan momen 17-an.

Baca Juga
Bukan Kegembiraan, 4 Lomba Agustusan Ini Justru Berakhir dengan Tragedi
Tak Melulu Miris, Ini Cerita dari Para Veteran yang Akhirnya Diperhatikan oleh Pemerintah

Mencari nafkah dengan memanfaatkan momen seperti ini tidaklah mudah dan tidak selamanya bisa untung besar. Ada banyak faktor yang mempengaruhi jumlah pendapatan yang bisa mereka terima dari berjualan aksesori 17-an. Untuk tahun ini, tantangannya adalah karena hampir bersamaan dengan pendaftaran siswa baru serta pasca lebaran.

Pedagang aksesoris 17-an sudah memadati jalan [Image Source]
Pedagang aksesoris 17-an sudah memadati jalan [Image Source]
Menurut salah satu pedagang di Muntilan, omzetnya tahun ini menurun jika dibandingkan dengan tahun lalu karena dua faktor tersebut. Masyarakat telah mengeluarkan lebih banyak biaya untuk pendaftaran sekolah atau perayaan lebaran, sehingga jumlah orang-orang yang berbelanja kebutuhan untuk acara 17-an juga berkurang. Sementara itu pada tahun 2012, peringatan kemerdekaan bertepatan dengan bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri yang membuat penjualan semakin menurun.

Melihat pasar aksesoris merah putih yang tidak pasti dan selalu naik turun, tidak membuat orang-orang ini berhenti memanfaatkan momen istimewa ini, atau momen musiman lainnya. Para pedagang tahu bagaimana caranya melihat situasi dan peluang untuk mendapatkan tambahan pendapatan. Selama caranya baik dan jujur, maka hal tersebut sah-sah saja. Urusan omzet yang naik turun setiap, itulah resiko perdagangan. Setidaknya, mereka cukup kreatif untuk mencari cara mendapatkan penghasilan.

Para pedagang musiman ini tahu bagaimana mencari peluang [Image Source]
Para pedagang musiman ini tahu bagaimana mencari peluang [Image Source]
Ya, kreatif adalah apa yang kita butuhkan. Kreatif untuk memperbaiki kehidupan kita sendiri, kreatif untuk memperbaiki keadaan lingkungan, dan kreatif untuk membuat Indonesia menjadi negara yang lebih baik. Bukan hanya duduk diam, menghujat dan mengkritik. Bukan ngambek dan menyalahkan orang lain saat kita sendiri yang mengalami kegagalan atau melakukan kesalahan. Tapi ‘Ayo Kerja’ bersama demi impianmu dan juga negara kita. Seperti slogan HUT RI yang ke-70 tahun ini.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA