Video Fakta Kelam Generasi Bangsa Yang Sudah Jadi Perokok Sejak Balita

oleh Febri
09:49 AM on Jun 6, 2015

Kebiasaan merokok memang masih menjadi pro dan kontra di dunia sosial. Meski banyak kampanye dan anjuran untuk berhenti merokok, namun keberadaan industri rokok juga memiliki peran besar bagi kelangsungan beberapa bagian masyarakat. Bahkan saat ini bukan hanya orang dewasa saja yang merokok, anak-anak di bawah umur juga mulai ikut-ikutan.

Dampak kesehatan dari tembakau itu sendiri seakan diabaikan, dan lebih mementingkan anggapan bahwa orang merokok lebih terlihat jantan dan keren. Padahal itu semua tak sebanding dengan resiko yang membahayakan nyawa, lalu bagaimana nasib bangsa ini ke depannya? Jika di usianya yang belia, anak-anak sudah diracuni oleh kebiasaan buruk seperti merokok. 4 anak kecil berikut ini adalah sebagian contoh potret rusaknya generasi bangsa karena rokok

Baca Juga
4 Aksi Greget yang Dilakukan Barisan Patah Hati di Pernikahan Mantan, Dijamin Bikin Geleng Kepala
Disebut Perompak oleh Mantan PM Malaysia, Justru Inilah Fakta Suku Bugis Seorang Pelaut Handal

1. Masih Usia 9 Tahun Sudah Merokok

Indonesia sudah sering disoroti oleh dunia internasional karena perilaku dari masyarakatnya. Mulai dari pejabat yang korupsi, aparat keamanan, hingga anak-anak usia dini. Mungkin orang di luar negeri akan menganggap aneh dan sulit percaya dengan fenomena yang terjadi di Indonesia, salah satunya adalah anak di bawah umur yang sudah menjadi perokok aktif layaknya orang dewasa. Salah satu yang sempat menggemparkan dunia Internasional adalah Aldi Rizal, ia beberapa kali dibahas di berbagai media massa luar negeri.

Media-media tersebut mengungkapkan betapa mirisnya keadaan anak-anak di Indonesia. Mereka prihatin kepada anak yang berasal dari Musi Banyuasin, Sumatera Selatan ini. Dalam sehari saja, ia dapat menghabiskan hingga 4 bungkus rokok. Orang tuanya mengaku bahwa mereka terpaksa menuruti kemauan anakanya tersebut, karena jika tidak diberi Aldi akan menangis dan mengeluh kepalanya pusing.

2. Jadi Perokok Berat Sejak Mencoba Sisa Puntung Rokok Keluarganya

Iklan-iklan rokok yang dengan jelas mengatakan bahwa merokok dapat membahayakan kesehatan dan menimbulkan berbagai macam penyakit. Tapi itu semua seakan tak berarti apa-apa di Indonesia, yang menjadi pusat industri tembakau yang besar di dunia. Lingkungan pun menjadi penentu bagi kebiasaan anak kecil seperti Noval ini.

https://www.youtube.com/watch?v=yLSMhVOdm4A

Buah hati dari pasangan Junaidi dan Syariah ini sudah mulai merokok sejak usianya 3 tahun. Awalnya ia hanya meniru kebiasaan orang tua serta saudara-saudaranya dan mencoba mengambil sisa-sisa puntung rokok kemudian menghisapnya, kebiasaan ini terus saja berlanjut. Lagi-lagi, yang menjadi alasan orang tuanya membiarkan hal tersebut adalah agar Nnoval tidak menangis.

3. Orang Tua Tak Berdaya Menjauhkan Anaknya Dari Rokok

Mengetahui generasi penerus bangsa terjerumus dalam hal yang tidak semestinya tentu menjadi hal yang meresahkan. Seorang balita seharusnya diberikan asupan gizi sebaik mungkin dan menghindarkannya dari bahan-bahan berbahaya yang bisa mengancam, baik jasmani maupun rohaninya. Lalu apakah yang akan terjadi nantinya pada anak-anak yang senasib dengan Ilham? Bocah berumur 8 tahun yang menjadi seorang porokok berat ini.

https://www.youtube.com/watch?v=EU3iBUMHXT0

Ilham adalah seorang anak asal Karawang, Sukabumi, Jawa Barat, yang pernah mendapatkan kunjungan dari Komisi Nasional Perlindungan Anak yang bersimpati kepadanya. Tapi siapa sangka di tengah-tengah kunjungan tersebut, bocah yang terlihat lucu ini tiba-tiba mengamuk dan meminta rokok di depan Arist Merdeka Sirait, Ketua Komisi perlindungan Anak.

4. Ketika Anak yang Terjerumus Jadi Lelucon

Anda tidak akan tahan melihat bocah cilik ini, selain tubuhnya yang menggemaskan, tingkah anak ini juga lucu sekali. Terlahir dengan nama lengkap Sandi Adi Susanto, orang-orang di sekitarnya pun mengenalnya sebagai balita yang jago merokok dan menirukan tingkah orang dewasa. Dalam video ini, bocah itu ditanyai beberapa hal dan mengatakan hal-hal yang semestinya tidak patut dikatakan seorang anak di bawah umur.

https://www.youtube.com/watch?v=onuc2zig__A

Ia dilahirkan di Malang, Jawa Timur. Sayang sekali, karena ia jadi terkenal bukan karena hal-hal yang baik, tapi justru karena belajar merokok dan ucapan yang tidak baik. Kegemarannya tersebut sudah menjadi kebiasaan sejak kecil. Tak hanya menjadi perokok, orang tuanya pun juga tak berdaya melarang Sandi mecoba minuman keras. Akibatnya, Sandi jadi sering mengeluh sesak nafas dan sakit di bagian dadanya.

Itulah contoh generasi bangsa yang terpuruk karena pergaulan yang buruk dan kuranganya pengawasan orang tua terhadap anak. Berdasarkan data Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak dari tahun 2008 hingga 2012 saja, menunjukan bahwa jumlah perokok di bawah umur 10 tahun mencapai 239.000 orang.

Merokok bagi orang yang sudah dewasa, adalah pilihan dan konsekwensi yang menjadi tanggungan masing-masing. Namun sebaiknya, hal ini tidak menjadi konsumsi anak-anak di bawah umur. Sepatutnyalah kita juga peka dengan keberadaan generasi penerus bangsa ini dan ikut andil melindungi masa kecil dan masa depan mereka.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA