5 Pernyataan Kontroversial yang Diucapkan Oleh Stephen Hawking, Sang Ilmuwan Cerdas Titisan Einstein

oleh Rizal
07:00 AM on Nov 23, 2015

Little Einstein, begitu Stephen Hawking muda dipanggil oleh guru-gurunya. Tentu hal ini bukan tanpa sebab selain memang sosok satu ini pintar luar biasa. Lahir di Inggris 73 tahun lalu, Hawking memang sepertinya diciptakan untuk jadi salah satu ilmuwan hebat. Seperti yang kita tahu, pencapaiannya di bidang akademis luar biasa. Hawking adalah orang yang menemukan banyak hal penting, mulai dari teori kosmologi, gravitasi kuantum, lubang hitam serta masih banyak lagi yang lain.

Hawking yang terkena semacam kelumpuhan, menyebabkan ia tidak bisa banyak bergerak. Alhasil, sepanjang hidupnya semenjak kelumpuhan tersebut, ia hidup di atas kursi roda mekanik. Bahkan untuk berkomunikasi, ia menggunakan sebuah alat khusus. Nah, membicarakan sosok seorang Stephen Hawking, tentu teringat akan banyak pernyataannya yang kontroversial itu.

Baca Juga
Tukang Bakmi Bak Seleb, Gaya dan Dandanan Jamila Dijamin Bikin Publik melongo
Fakta Silat Marunda, Warisan Maut Si Pitung yang Bikin VOC Terkencing-kencing Tak Berdaya

Ya, kontroversial karena apa yang dikatakannya sangat berkebalikan dengan apa yang dipercayai banyak orang. Berikut adalah deretan statement unik yang pernah dilontarkan oleh si ilmuwan besar itu.

1. Tuhan Sejatinya Tidak Ada

Kita tentu mempercayai eksistensi Tuhan sebagai zat yang berkuasa atas apa pun di dunia ini, termasuk diri kita dan juga alam semesta. Namun, Stephen Hawking secara tersirat dalam bukunya tidak setuju dengan pendapat mayoritas ini. Ia mengatakan Tuhan tidak benar-benar ada.

Menurut Hawking Tuhan tidak benar-benar ada [Image Source]
Menurut Hawking Tuhan tidak benar-benar ada [Image Source]
“Apa yang saya maksud dengan kita akan tahu pikiran Tuhan adalah kita akan tahu segala sesuatu yang Tuhan akan tahu, jika Tuhan ada,” begitu salah satu penggalan pernyataan Hawking dalam bukunya A Brief Story of Time. Sebenarnya pernyataan ini tak begitu mengherankan mengingat kenyataan jika Hawking ternyata adalah atheis alias tak percaya Tuhan.

2. Bukan Tuhan yang Menciptakan Alam Semesta

Bagi kita yang memegang teguh ajaran agama, pasti sangat mempercayai jika sesuatu itu datangnya dari ketidakberadaan. Sama seperti alam semesta yang sebelumnya tidak ada lalu kemudian eksis. Termasuk pula yang mengatur sistem peredarannya, revolusi dan lain sebagainya, sudah barang pasti ada yang mengontrol semua itu dan Dialah Tuhan.

Menurutnya Tuhan juga bukanlah yang menciptakan alam semesta ini [Image Source]
Menurutnya Tuhan juga bukanlah yang menciptakan alam semesta ini [Image Source]
Namun lagi-lagi hal ini tak dipercayai Hawking. Menurutnya, alam semesta ini tercipta dengan sendirinya tanpa campur tangan Tuhan. “Karena hukum gravitasi, alam semesta dapat tercipta dengan sendirinya. Tidak perlu Tuhan untuk memicu pembuatannya dan mengatur segala isi di dalamnya,” ungkap Hawking di sebuah media elektronik Inggris. Sekadar informasi, orang-orang berotak brilian dan idealis seperti Kepler, Leonardo da Vinci, bahkan Einstein percaya jika Tuhanlah pencipta dan pengatur alam ini.

3. Surga dan Neraka Hanyalah Dongeng Semata

Kita sangat percaya jika ada yang namanya kehidupan setelah kematian. Bahkan keberadaan surga dan neraka juga bukan hal yang meragukan sebagai tempat terakhir manusia serta sebagai balasan dari perbuatan semasa hidup. Stephen Hawking menyangkal hal ini dan menganggap surga dan neraka hanyalah sebuah dongeng bagi mereka yang takut mati.

Jika keberadaan Tuhan saja tak dipercayai apalah arti surga dan neraka bagi Hawking [Image Source]
Jika keberadaan Tuhan saja tak dipercayai apalah arti surga dan neraka bagi Hawking [Image Source]
Hawking menganggap manusia yang sudah meninggal ibarat komputer yang rusak, dan menurutnya tak ada kehidupan lain apa pun untuk sebuah komputer yang tak berfungsi lagi. “Tidak ada surga atau kehidupan lain untuk komputer yang rusak, itu hanya cerita dongeng.” Ya, tentu saja pendapat ini juga dikecam banyak orang.

4. Manusia Sejatinya Bisa Hidup Abadi

Dalam sebuah film berjudul Chappie yang rilis beberapa waktu lalu, ditunjukkan jika otak manusia bagai sebuah data yang bisa dipindah dari satu tempat ke tempat lain. Stephen Hawking mengatakan jika hal ini bisa saja terjadi dan akan membuat manusia bisa hidup abadi.

Menurutnya, manusia bisa hidup abadi dengan cara memindahkan otak seperti sebuah data [Image Source]
Menurutnya, manusia bisa hidup abadi dengan cara memindahkan otak seperti sebuah data [Image Source]
“Menurutku, otak seperti sebuah program dalam pikiran manusia, yang mirip komputer. Jadi, secara teoritis menyalin otak adalah hal yang memungkinkan. Hal itu akan menyediakan bentuk kehidupan setelah mati,” ungkapnya dalam sebuah sesi wawancara. Meskipun yakin manusia bisa hidup abadi, Hawking mengatakan jika ini masih di luar kemampuan manusia yang sekarang. Beberapa tahun lagi mungkin hal seperti ini benar-benar bisa dilakukan, ungkapnya.

5. Bunuh Diri Adalah Opsi yang Bisa Dipilih Seseorang

Siapa pun akan mengecam tindakan bunuh diri sebagai solusi atas sebuah masalah. Bahkan dalam agama hal ini sangat dibenci dan akan membuat si pelakunya disiksa di akhirat. Namun Hawking mengatakan jika bunuh diri adalah hal yang wajar dan diperbolehkan. Tapi untuk kasus tertentu.

Menurutnya pula, bunuh diri adalah hal yang boleh saja dilakukan. Tergantung kondisi [Image Source]
Menurutnya pula, bunuh diri adalah hal yang boleh saja dilakukan. Tergantung kondisi [Image Source]
Misalnya ketika mengalami penyakit yang berat, Hawking mengatakan siapa pun boleh memilih opsi mati sebagai jalan keluar atas penyakitnya tersebut. “Menurutku mereka yang menderita penyakit parah dan mengalami rasa sakit luar biasa punya hak untuk memilih mengakhiri hidupnya. Dan siapa pun yang membantu mereka mewujudkan keinginan itu, tak boleh dihukum,” ungkap Hawking. “Kita tak bisa membiarkan binatang menderita, mengapa tidak demikian dengan manusia?” imbuhnya.

Ya, tentu saja Hawking tidak ngelantur ketika mengutarakan semua statement kontroversial itu. Semua berlandaskan ilmu pengetahuan dan teori yang dipelajarinya. Keyakinan tentang agama memang perkara gaib yang kadang susah sejalur dengan yang namanya sains. Tapi, bukankah banyak pula kejadian-kejadian yang masih belum bisa dijelaskan dengan ilmu pengetahuan? Maka di situlah letak agama. Kita percaya jika Tuhan berada di balik semua kejadian yang ada di dunia ini.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA