5 Permainan Tradisional Ini Ternyata Sarat Makna, Bukti Orang Dulu “Geniusnya” Bukan Main

Melihat kondisi anak-anak sekarang, mungkin saatnya permainan tradisional hidup kembali

oleh Arief Dian
15:00 PM on Jul 24, 2017

Seiring dengan majunya teknologi, kini banyak anak-anak zaman sekarang yang tidak mengenal namanya mainan tradisional. Selain karena ogah bila harus kotor atau berpanas-panasan, godaan gagdet juga sangat menggiurkan. Kini, congklak, egrang, engklek, seolah sudah terganti dengan segala permainan game di komputer maupun hp. Bagi mereka mungkin hal biasa, namun bagi kita yang pernah merasakannya, seolah ada yang hilang dari anak-anak generasi ini.

Ternyata kita beruntung bisa merasakan permainan itu, pasalnya jika diamati ada falsafah yang diajarkan oleh orang tua dahulu di dalamnya. Tanpa kita sadari, nilai-nilai tersebut sudah tertanam dalam diri kita sehingga membentuk pribadi yang baik. Dan berikut ini adalah hal baik yang terkandung dalam permainan tradisional.

Baca Juga
Bukan Tanpa Tujuan, Ini Loh Alasan Kenapa Teh Itu Baiknya Dipetik di Pagi Hari
Mirisnya Tata Krama Murid Sekarang, Guru Mendidik Sepenuh Hati Malah Dibuat Candaan

Nilai terkandung Galah Asin/ Gobak Sodor yang luar biasa

Permainan semacam ini hampir tidak ditemukan lagi di zaman sekarang. Ya, permainan yang dimainkan 3-5 orang ini, butuh ketangkasan dan strategi yang cepat untuk menerobos pertahanan lawan. Namun ketika diamati, inti dari permainan itu bukan hanya melatih fisik dan pikiran, namun juga kepribadian.  Nilai yang terkandung dalam permainan ini adalah kebersamaan dan kontrol diri, terutama tim yang bertahan. Satu sama lain harus kompak agar tim penyerang tidak sampai lolos dari penjagaan mereka.

gobak sodor [image source]
Selain itu, tim bertahan juga harus sabar dan menahan diri, pasalnya, jangan sampai karena terburu menghadang satu lawan, anggota tim penyerang yang lain jadi dapat kesempatan. Semua harus diperhitungkan secara matang. Sebaliknya, bagi tim penyerang ada nilai untuk tidak gampang menyerah, bersabar dan pintar mengambil keuntungan. Saat gagal menjebol satu pintu, tim penyerang diwajibkan untuk tidak menyerah dan terus mencari celah di pintu yang lainnya. Hal ini akan membentuk pribadi kita kelak untuk tidak pantang menyerah meskipun kemungkinan sangat minim.

Lompat tali dan kesulitan hidup di dunia

Permainan tradisional ini biasanya dilakukan oleh anak perempuan. Namun tidak jarang banyak anak laki-laki pun ikut bermain untuk menunjukkan seberapa hebat mereka. Mungkin jika dilihat, lompat tali ini adalah permainan yang sepele. Namun ternyata ada nilai yang terkandung di dalamnya yang tidak sesimpel itu. Kita pasti ingat saat bermain lompat tali, semakin kita bisa melompati suatu level, tentunya akan ada tingkatan yang lebih sulit yang menanti.

Lompat tali [image source]
Dari  tinggi tali gelang yang hanya 10 cm dari tanah, bisa sampai satu meter. Ini juga gambaran dari kehidupan seseorang, semakin hari, rintangan hidup akan semakin sulit, dan kita harus berusaha untuk menyelesaikannya. Seperti saat bermain tali gelang, ketika kita berhasil menyelesaikan semua itu, pemain harus berkata “Merdeka”. Begitu pula hidup, ketika semua rintangan terlewati, kita telah sampai pada kebebasan dan keberhasilan.

Congklak yang sarat makna

Permainan yang satu ini sepertinya hampir ditemui di seluruh Indonesia. Ya, permainan yang menggunakan media kayu dan biji ini, intinya adalah membuat pemain satu sama lain berlomba paling banyak lubang induk yang terisi. Masih ingat berapa biji yang ada dalam permainan itu? Ya, masing-masing lubang diisi dengan 7 biji. Sadar atau tidak, angka tersebut mewakilkan jumlah hari dari dalam satu minggu. Setiap satu biji diambil, nantinya akan mengisi lubang lain termasuk yang induk. Itu artinya setiap hari berganti, pastinya apa yang kita lakukan akan berpengaruh pada esok hingga kemudian.

congklak [image source]
Apa yang kita lakukan sekarang akan menentukan masa depan kita, oleh sebab itu pilihlah hal yang baik dan bermakna. Selain itu, jika sebuah biji diambil, kadang kita juga mengisi lubang milik lawan. Itu artinya hidup tidak hanya mengambil saja, namun juga memberi. Semua harus seimbang, namun juga perlu dipikir ke depannya. Seperti yang diketahui, permainan akan berakhir ketika biji milik kita tidak terambil banyak oleh lawan. Itu artinya dalam hidup pastinya ada persaingan, namun bukan berarti harus bermusuhan. Hanya dia yang mengumpulkan banyak biji dengan cara yang jujur yang jadi pemenangnya.

Egrang dan simbol keyakinan

Saat ini biasanya permainan yang satu ini hanya dimainkan saat acara Agustusan tiba. Dengan bermodal sebuah bambu, para pemainnya harus bisa berjalan degan mengandalkan keseimbangan dan kekuatan.  Mungkin kelihatannya sepele, namun ternyata sarat akan makna. Untuk menaiki sebuah egrang bukanlah hal yang mudah, harus berkali-kali berlatih dan terjatuh.

egrang [image source]
Begitu pula yang permainan ini ajarkan, dalam hidup kita tidak boleh dengan mudah untuk menyerah. Namun hal yang paling penting adalah memiliki keyakinan. Ya, kepercayaan diri yang kuat adalah faktor utama selain keseimbangan dan kekuatan. Begitu pula dalam hidup, kita harus yakin dengan apa yang dikerjakan jika ini keberhasilan nantinya.

Makna Hompimpa ternyata  bukan permainan biasa

Masih ingatkan sebelum melakukan permainan kita selalu mengundi pemain dengan kalimat “Hompimpa Alaium gambreng”. Sudah sering dilakukan tapi sadarkah kita makna kalimat tersebut? Ternyata kata itu diambil dari bahasa sang sekerta yang kurang lebih artinya “Dari Tuhan kembali ke Tuhan, Marilah kita bermain”.

Hompimpa [image source]
Dari makna tersebut kita tahu untuk selalu mengingat sang Pencipta saat melakukan apapun. Selain itu, hompimpa juga mengajarkan untuk “nrima”, pasalnya setia hasil akhir dari permainan tersebut haru dipatuhi oleh semua orang. Permainannya mungkin sepele namun makna yang dikandung luar biasa.

Mungkin dulu kita hanya asal main permainan seperti itu, namun saat mengetahui ternyata syarat makna, kamu pasti melongo. Orang tua terdahulu memang mesti diacungi jempol pemikirannya, mereka punya cara sendiri untuk mengajarkan sebuah nilai pada anaknya. Mungkin saatnya permainan macam itu hidup kembali, agar moral generasi muda bisa menjadi baik.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
5 Artis Cilik Zaman Dulu yang Penampilannya Sekarang Bikin Kita Mangap Gak Percaya Potret Kehidupan Mewah Anak Orang Kaya di Hong Kong yang Dijamin Membuatmu Melongo 7 Wanita Tercantik di Jepang ini Bikin Dengkul Lemes Orang-orang yang Dulunya Terkenal Ini Kini Nasibnya Berputar 180 Derajat Pria Menikahi Boneka yang Ceritanya Menuai Kontroversi, Ternyata Kenyataannya Bikin Nyesek Inilah 11 Status Kocak “Emak Zaman Now” di Medsos yang Bikin Minder Anak Muda Karena Kalah Eksis Bukan So Sweet, 10 Foto Prewedding Ini Malah Punya Konsep Kocak Abis, Pasti Ketawa Liatnya 28 Potret ini Akan Membuatmu Tahu Rupa Asli Korea Utara yang Sebenarnya Sempat Jadi Terkenal Secara Instan, Seperti Ini Nasib 4 Artis Dadakan yang Karirnya “Terjun Bebas” Kisah Sedih Eva, Calon Pengantin Yang Tertabrak Kereta Saat Mengantar Undangan Pernikahannya
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA