7 Perjalanan Menantang Maut Demi Bisa Bersekolah

oleh Alfry
08:00 AM on Nov 21, 2014

Tidak ada yang dapat menandingi semangat anak-anak ini. Untuk dapat bersekolah mereka harus melalui perjalanan panjang yang kerap membahayakan jiwa dan keselamatan mereka. Bahkan kalian mungkin tidak percaya melihat fenomena tersebut terjadi di zaman yang notabene sudah maju seperti ini.

Namun ini adalah fakta, ada beberapa daerah di luar sana yang memang belum tersentuh pembangunan sama sekali. Hasilnya, banyak anak-anak yang belum atau malah tidak mendapatkan kesempatan untuk mengenyam pendidikan formal. Menurut data UNESCO ada sekitar 57 juta anak yang tidak bersekolah dan ratusan anak tinggal di daerah terpencil dari planet ini yang mempertaruhkan hidup mereka dengan cara yang tidak bisa dibayangkan demi pergi ke sekolah. Berikut kisah lengkapnya.

Baca Juga
10 Atlet SEA Games 2017 Asal Indonesia Ini Nggak Cuma Bikin Bangga, tapi juga Cantik Jelita
Fakta Android Oreo, Sistem Operasi Terbaru Keluaran Google dengan 7 Fitur Super Canggih

1. Kisah Anak-anak di Sumatra, Indonesia yang Harus Meniti Seling Baja Jembatan yang Sudah Roboh

Lihatlah gambar berikut ini, betapa beraninya mereka atau malah terkesan nekad anak-anak ini meniti seling baja sebuah jembatan yang sudah roboh untuk dapat mencapai sekolahan. Entah dari mana mereka mendapatkan keberanian untuk melakukan hal tersebut. Pasti kalian juga berfikiran yang sama saat melihat gambar anak-anak yang memiliki semangat baja berjalan melintasi seling baja sepanjang 30 meter di atas sungai yang mengalir.

Dua orang anak terlihat meniti sebuah tali dari jembatan yang roboh di desa Batu Busuk (c) wonderlis.com
Dua orang anak terlihat meniti sebuah tali dari jembatan yang roboh di desa Batu Busuk (c) wonderlis.com

Ini adalah sebagian kecil rute perjalanan mereka, setidaknya mereka masih harus berjalan sejauh hampir 10 kilometer melewati hutan untuk sampai di sekolahan mereka yang berada di kota Padang. Ada sekitar 20 murid yang berasal dari desa Batu Busuk yang setiap hari melakukan perjalanan menantang maut seperti ini setiap harinya. Itu harus mereka lakukan 2 kali setiap hari yaitu saat berangkat dan pulang sekolah.
Kegiatan seperti ini mereka lakukan semenjak jembatan yang ada di desa mereka hancur setelah diterjang arus sungai saat terjadi hujan deras. Para generasi penerus bangsa yang pemberani ini selalu siap dengan resiko cidera bahkan kematian yang sewaktu-waktu mengancam nyawa mereka.

Selanjutnya: Murid-murid di Pili, Tiongkok Harus Merayap di Dinding Tebing Pegunungan yang Curam

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA