4 Hal Ini Bisa Jadi Perisai Yang Menjauhkan Kita Dari Api Neraka

oleh Sofia Fitriani
15:10 PM on Jun 5, 2015

Hal yang selalu membuat hati kita bergetar adalah, mau ditaruh di mana kita kelak oleh Allah setelah dihisab di padang masyhar? Apakah di surga yang penuh kenikmatan, ataukah justru kita dibuang ke neraka yang penuh dengan siksaan? Tentunya semua dari kita tak ingin pasti berada dalam kobaran panasnya api neraka, yang penuh dengan rantai-rantai dan segala macam siksaan seperti yang digambarkan oleh Allah di dalam Al-Qur’an.

Baca Juga: Kamu Yang Muda Tapi Malas Gerak, Perlu ‘Berkaca’ Dari Nenek Pelari Ini

Untuk itu, selagi belum terlambat, saat ruh masih melekat kuat dalam tubuh kita, saat Allah masih izinkan kita bertemu hari baru di atas bumiNya ini, kita harus benar-benar bisa memanfaatkan kesempatan dari Allah itu dengan sebaik-baiknya.

Baca Juga
Fakta Silat Marunda, Warisan Maut Si Pitung yang Bikin VOC Terkencing-kencing Tak Berdaya
Blunder! 9 Pejabat Ini Pernah Salah Ucap Ketika Sedang Menyampaikan Pidato Penting

Allah memerintahkan kita untuk selalu taat kepadaNya, mengerjakan amal shaleh, dan tentunya berbuat kebaikan di muka bumi ini. Dalam sebuah hadits disebutkan, “Api neraka dijauhkan dari orang yang memiliki sikap hangat, ringan, lembut, dan mudah.” (HR. Tirmidzi). Nah, keempat sikap itu kadang masih juga sulit kita terapkan dalam kehidupan, dalam kita bergaul, bahkan dalam kita berinteraksi dengan orang tua serta keluarga kita.

1. Sikap Hangat

Sebagai seorang muslim atau muslimah, kita harus memiliki sikap dan pribadi hangat dalam diri kita. Dengan kehangatan yang ada dalam diri kita, maka kita bisa menumbuhkan kenyamanan pada orang-orang di sekitar kita. Di mana ketika banyak di luar sana orang yang sedang mencari tempat untuk bersandar, kita siap menerima mereka dengan penuh kehangatan.

Sikap Hangat
Sikap Hangat [imagesource]
Seperti kisah Rasulullah yang masih begitu sabar, bersikap hangat pada seseorang yang setiap pagi selalu menghadang beliau saat beliau akan berangkat shalat subuh di masjid. Tak hanya menghadang, namun orang itu juga meludahi beliau. Namun Rasulullah sabar dan menerima itu sebagai ujian Allah. Hingga kemudian orang itu sakit, kabar tersebut terdengar sampai ke telinga Rasulullah.

Rasulullah datang sambil membawa makanan ke rumah orang itu, dan dengan penuh kehangatan beliau memperlakukan orang yang telah selalu menghina beliau tersebut. Bahkan mendoakan kesembuhannya. Hingga orang tersebut merasa sangat menyesal, meminta maaf pada Rasul, dan akhirnya memeluk Islam.

Selanjutnya: Sikap Ringan

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA