5 Percobaan Pembunuhan Terhadap Hitler Namun Gagal

oleh Centralismo
12:00 PM on Aug 29, 2015

Kita semua tahu bahwa Hitler adalah sosok kejam yang tidak segan-segan membunuh siapapun yang menentangnya. Pemimpin dari Nazi ini adalah orang dibalik Perang Dunia II yang menewaskan jutaan manusia dari seluruh manusia. Dia juga dalang dibalik holocaust, pemusnahan massal etnis Yahudi dengan cara membakar mereka hidup-hidup.

Setelah ikut berperang pada Perang Dunia I, Hitler bergabung dengan German Worker’s Party pada tahun 1919 dan menjadi pemimpin partao NSDAP pada tahun 1921. Dari situlah karir politiknya menanjak dan dia berhasil menjajah seluruh bagian Jerman dan berniat menguasai dunia. Banyak orang yang mengincar nyawa Hitler, namun semua usaha itu kandas. Berikut 5 percobaan pembunuhan yang dilakukan terhadap Hitler, namun semuanya gagal.

Baca Juga
Inilah Perbandingan Tunjangan Veteran Indonesia dan Luar Negeri Ibarat Langit dan Bumi
4 Aksi Greget yang Dilakukan Barisan Patah Hati di Pernikahan Mantan, Dijamin Bikin Geleng Kepala

1. Percobaan Pertama, Hitler Dilempari Kursi dan Ditembak Ketika Berpidato

Percobaan pembunuhan pertama dilakukan 20 tahun sebelum dimulainya Perang Dunia II. Pada November 1921, Hitler berpidato di depan teman-temannya, sesama pendiri Partai Nazi. Ketika itu, Hitler sama sekali belum terkenal dan memiliki pengaruh politik. Namun, pidatonya yang penuh retorika memancing amarah dari rekan-rekannya. Gelas-gelas mulai dilemparkan ke arah podium diiringi sorak-sorakan.

Percobaan Pertama
Percobaan Pertama [ImageSource]
Namun, Hittler tidak peduli. Dia terus berpidato dan semakin mengencangkan suaranya. Rekan-rekannya semakin tidak sabar dan mulai melempari Hitler dengan kursi-kursi. Hitler masih berkeras kepala melanjutkan pidatonya. Akhirnya, para hadirin yang membawa pistol mulai menembakinya. Tapi dia terus berceloteh hingga 20 menit ke depan. Hingga akhirnya pihak polisi datang dan acara itu dibubarkan. Dari beberapa tembakan yang diarahkan ke podium, tidak satupun ada yang berhasil melukai Hitler.

2. Percobaan Kedua, Seorang Pemuda Meyakini Hitler adalah Jelmaan Setan dan Ingin Membunuhnya

Pada akhir tahun 1938, seorang pelajar ilmu Teologi asal Swiss, Maurice Bavaud menguntit Hitler sambil membawa pistol di sakunya. Dia mengikuti ke mana saja Hitler pergi selama berhari-hari. Bavaud yakin bahwa Hitler merupakan ancaman bagi Gereja Katolik dan merupakan jelmaan setan. Oleh karena itu dia membulatkan tekad untuk membunuh pria berkumis itu.

Percobaan Kedua
Percobaan Kedua [ImageSource]
Pada 9 November 1938, Hitler dan para pemimpin Nazi lainnya berparade di kota Munich. Saat itulah Bavaud menyiapkan diri. Dia duduk di satu titik dengan pistol yang sudah siap sedia di sakunya. Namun, ketika Hitler lewat di depannya, orang-orang di sekelilingnya mulai mengangkat tangjan untuk memberi salam khas Nazi. Pandangan Bavaudpun terhalangi dan eksekusi itu gagal. Bavaud tertangkap oleh Gestapo ketika dia akan keluar dari Jerman dengan menggunakan kereta. Dia tertangkap tangan membawa senjata dan peta, setelah diinterogasi dia mengakui bahwa dia akan membunuh Hitler. Pada Mei 1941, Bavaud dieksekusi mati atas dakwaan tersebut.

3. Percobaan Ketiga, Bom Waktu yang Terlambat 8 Menit Meloloskan Hitler dari Maut

Georg Elser adalah seorang pengrajin kayu asal Jerman. Dia adalah bagian dari Partai Komunis dan sangat menentang Nazi dan semua ide-ide Hitler. Georg sadar bahwa Hitler akan membawa bencana besar bagi negaranya dan juga bagi dunia. Oleh karena itu, Georg menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk merancang sebuah bom waktu. Akhirnya, dia berhasil membuat sebuah bom waktu yang akan meledak dalam waktu 144 jam.

Percobaan ketiga
Percobaan ketiga [ImageSource]
Georg pun berhasil menyelundupkan bom tersebut ke Burgerbraukeller, tempat di mana Hitler akan memberi pidato untuk memperingati Beer Hall Putsch. Georg mengatur bom tersebut agar meledak pada 8 November 1939 pada pukul 9:20. Namun, sayang sekali, ketika itu Perang Dunia II sudah terlanjur terjadi. Hitler pun mempercepat pidatonya dari yang dijadwalkan. Dia menyelesaikan pidato pada puku 9:07 dan meninggalkan tempat itu pada 9:12. Delapan menit kemudian, bom meledak. Namun Hitler kembali lolos dari maut. Georg kemudian ditangkap oleh Nazi atas kejadian itu dan dieksekusi mati pada April 1945.

4. Percobaan Keempat, Sekering yang Rusak Menjadi Penyelamat Hitler

Henning Von Tresckow adalah seorang tentara Jerman yang juga tidak menyukai Hitler. Dia menyembunyikan sepasang bom ke dalam paket dan memberikannya kepada staf Hitler yang kala itu tengah mengawal sang pemimpin Nazi menuju penerbangan ke Berlin. Kepada staf tersebut, Fabian mengatakan bahwa paket itu berisi wine untuk mereka nikmati di pesawat. Betapa terkejutnya Heinning ketika dia mengetahui beberapa jam kemudian Hitler mendarat dengan aman di Berlin.

Percobaan Keempat
Percobaan Keempat [ImageSource]
Dengan panik, Henning menelepon kembali staf Hitler dan mengatakan dia harus menukar paket tersebut karena terjadi kesalahan. Karena takut dihukum mati, Henning menukar bom itu dengan brandy asli. Setelah mendapatkan kembali paket berisi bom, barulah Henning sadar bahwa sekering dalam rangkaian bom tersebut tidak berfungsi dengan baik. Dan sekering itulah yang kembali menyelamatkan Hitler dari maut.

5. Percobaan Kelima, Bom yang Meledak Tidak Berhasil Tewaskan Hitler

Percobaan ini adalah percobaan pembunuhan paling rapi dibanding dengan yang sebelumnya. Namun, rencana ini masih belum juga berhasil menewaskan Hitler. Pada tahun 1944, Claus von Stauffenberg (seorang kolonel yang kehilangan satu mata dan satu tangannya dalam perang di Afrika Utara) bersekutu dengan Tresckow, Friedrich Oblrcht dan Ludwig Beck untuk membunuh Hitler. Mereka berencana akan meledakkan bom, kemudian menggunakan kekuatan militer untuk membunuh para petinggi Nazi dan menggulingkan kekuasaan Nazi dari Jerman. Mereka sudah merencanakan semuanya dengan sangat rapi.

Percobaan Kelima
Percobaan Kelima [ImageSource]
Pada 20 Juli 1944, Stauffenberg menghadiri konferensi yang juga dihadiri Hitler di Wolf’s Lair. Stauffenberg membawa sebuah koper berisikan bom dengan kekuatan ledak yang cukup tinggi. Setelah meletakkan koper tersebut, Stauffenberg pergi sambil berpura-pura akan menelepon seseorang. Beberapa menit kemudian, bom meledak dan menewaskan 4 orang. Namun, secara mengejutkan, Hitler selamat tanpa ada luka yang parah di tubuhnya. Hitler sangat marah dan mengatakan bahwa tidak ada yang bisa membunuhnya karena dia adalah ‘makhluk abadi’. Keempat sekawan itupun akhirnya dieksekusi mati oleh tentara Nazi.

Kekejaman dan kebengisan Hitler akan terus tercatat sejarah. Demikian pula dengan percobaan-percobaan untuk memusnahkan Hitler dari muka bumi. Namun, hingga akhir hayatnya, memang tidak ada yang bisa membunuh Hitler karena dia mati di tangannya sendiri.

Hitler mati dengan cara menembakkan peluru ke kepalanya. Dia juga meminum kapsul berisi bubuk sianida yang beracun. Kapsul tersebut juga diminum oleh sang istri yang dinikahinya pada tahun 1945, Eva. Mereka berdua mati dan jasadnya dibakar di sebuah kebun di Reich Chanclelerry. Dan itu adalah akhir dari seorang fasist terkejam di dunia. (HLH)

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA