Ini Lho Peraturan Gila Era Romawi Kuno, Indonesia Bisa Kacau Jika Menerapkannya Sekarang

oleh Admin
16:30 PM on Oct 15, 2016

Zaman dulu memang banyak peraturan aneh-aneh. Jika Anda pernah menonton film The DaVinci Code, di sana ada sebuah kisah masa lalu kelam. Perempuan yang berjuang untuk kebebasan mereka dicap penyihir dan ditenggelamkan begitu saja di sungai atau danau. Mengerikan ya?

Rupanya, hal-hal seperti itu kerap terjadi di masa lalu. Peraturan yang aneh bin ajaib dibuat dan itu disahkan oleh kerajaan lho! Salah satu kerajaan yang memiliki aneka aturan yang bikin dahi mengenyit ini adalah Kekaisaran Roma Kuno. Pada era itu, perempuan tidak boleh menangis di pemakaman! Waduuuhhh apa ada yang lebih absurd lagi? Banyak, simak saja di bawah ini:

Baca Juga
Inilah 6 Bahaya Terselubung yang Jarang Disadari Para Pengguna Kuis Lucu di Facebook, Berhati-Hatilah!
Merasakan Sensasi Jaringan 4G Ngebut Ala Smartfren Lewat Serunya Acara #Amazingfren

Memakai Apapun yang Berwarna Ungu Adalah Kejahatan

Pada era Roma Kuno, warna ungu adalah sesuatu yang mewah. Hal ini karena pewarnanya harus didatangkan dari kerajaan lain, sehingga yang boleh memakainya hanya para Kaisar saja. Selain mereka, dianggap melanggar hukum dan termasuk tindak kejahatan.

jubah ungu para bangsawan
jubah ungu para bangsawan [via]

Belum lagi, kaum menengah ke bawah dianggap nista dan tidak boleh memakai apapun yang berbau kemewahan atau mirip seperti kaum bangsawan atau keluarga kerajaan. Bisa dibayangkan jika aturan ini diterapkan di Indonesia, mungkin hampir semua wanita masuk penjara karena hobi pakai baju berwarna-warni apalagi ungu pastel. Walah, repot juga ya!

Wanita Hanya Punya Waktu Tiga Hari Dalam Satu Tahun Untuk Keluar Rumah

Mari kita teriak bersama-sama…SUMPAH? Ya, peraturan ini memang ada di zaman Romawi Kuno. Kala itu, perempuan yang sudah menikah menjadi milik suaminya sepenuhnya. Mereka hanya punya waktu tiga hari dalam satu tahun untuk meninggalkan rumah dan melakukan hal-hal yang mereka suka.

suami istri era roma kuno
suami istri era roma kuno [via]

Jika mereka tidak melakukan hal tersebut, maka otomatis haknya sebagai manusia ‘dicabut’ alias akan dianggap seperti barang yang tidak memiliki kebebasan apapun. Oleh karena itu, mereka harus pergi selama tiga hari dan tinggal di tempat lain agar tetap dianggap sebagai manusia. Padahal di Indonesia, perempuan bisa keluar ke mana saja kapan saja setiap hari. Untunglah ini tidak terjadi di era modern.

Ayah Boleh Membunuh Seluruh Keluarganya

Ini bisa jadi peraturan paling gila yang terjadi pasa era Romawi Kuno. Pada awal-awal kerajaan ini berdiri, seorang Ayah bebas melakukan apa saja, termasuk membunuh keluarganya sendiri. Jadi misalkan anaknya nakal dan tidak bisa dinasihati, si Ayah boleh saja membunuhnya.

pembunuhan dilegalkan pada masa itu
pembunuhan dilegalkan pada masa itu [via]

Tidak hanya itu, anak perempuan di era Romawi Kuno juga sangat tersiksa. Mereka harus terus menurut pada Ayahnya, memiliki rasa takut dan juga tidak boleh sedikitpun membuat Ayahnya jengkel. Anak perempuan baru mendapatkan kemerdekaan hidup yang sesungguhnya saat Ayah mereka sudah meninggal dunia. Waduh, ABG di Indonesia bisa mati semua kalau begitu aturannya ya. Mengingat pertengkaran atau selisih paham antara orangtua dan anak kerap terjadi bukan?

Pekerja Seks Komersial Harus Mewarnai Rambutnya Menjadi Pirang

Secara genetis, perempuan di Roma memiliki rambut berwarna hitam, dan orang bar-bar berwarna pirang. Untuk membedakan mana PSK dan perempuan baik-baik pada masa itu, para penjaja cinta itu diharuskan mewarnai rambutnya menjadi pirang. Ini seperti ‘kode’ bahwa perbedaan warna rambut menunjukkan status mereka.

prostitusi era roma kuno
prostitusi era roma kuno

Tapi faktanya, perempuan era Roma Kuno lain justru iri karena mereka menganggap warna pirang itu lebih cantik dan seksi. Akhirnya warna rambut pirang ini dipakai oleh siapapun, bahkan dari kaum Bangsawan sampai memelontosi rambut para budak untuk dijadikan wig. Parah luar biasa!

Aturan aneh tapi nyata ini untungnya sudah dihapuskan sejak hukum di suatu kerajaan diperbaiki terus menerus. Selain tidak manusiawi juga menyiksa orang-orang yang harus menganut hukum tersebut. Untunglah kita hidup di masa sekarang ya, terlebih di Indonesia yang kebebasannya masih tinggi. Hayo zaman dulu saja mewarnai rambut dan memilih warna baju saja ada aturannya, hihihi.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
BERITA LAINNYA
BERITA PILIHAN
BERITA TERKAIT
BACA JUGA