Inilah 4 Alasan Kenapa Makin Banyak Kebencian yang Menyebar di Sosial Media, Kamu Harus Tahu!

Netizen emang kejam!

oleh Fany
13:30 PM on Sep 6, 2017

Hidup di jaman serba digital memang punya banyak kelebihan, selain meniadakan jarak dan membuat semua akses lebih mudah, untuk kita yang masih muda tentu social media nggak hanya bisa jadi ajang untuk eksis, tapi juga bisa untuk memperlancar bisnis. Selain itu, banyak hal penting yang akhirnya terekspos karena keberadaan social media dengan beragam komentar yang ada di dalamnya. Wajar sih, karena salah satu hal terpenting bagi manusia adalah menyampaikan pendapat dengan bebas, jadi nggak heran kalau kolom komentar nggak pernah sepi dari ‘serangan’ netizen.

Namun sayangnya, justru kebanyakan komentar-komentar yang ada di social media memicu konflik yang berujung kebencian satu sama lain. Meskipun sekedar perang di dunia maya, tentu reaksi yang ada banyak melahirkan reaksi lain dan pada akhirnya membentuk ‘lingkaran setan’ di kolom komentar, mulai dari debat kusir hingga caci maki. Saking hafalnya dengan tingkah netizen, saat kita melihat postingan pun yang dituju adalah kolom komentarnya, bukan dari postingan aslinya. Apa sih sebenarnya yang menjadi alasan kenapa kebencian begitu mudahnya tersebar? Simak poin-poin di bawah ini ya!

Baca Juga
Mulai Bentuk Pocong Hingga Kuyang, Inilah 4 Fakta Bantal Guling Model Hantu yang Viral di Thailand
Fenomena Harga Tiket Wisata yang Harganya Jadi Berkali-kali Lipat untuk Wisatawan Asing, Pantaskah?

Teknologi hadir ‘tiba-tiba’, tanpa sempat memberi edukasi bagaimana cara menggunakannya

Kehadiran teknologi yang sedemikian pesat tentu merupakan suatu kemajuan yang nggak bisa dipungkiri. Namun salah satu kekurangan dari banyaknya inovasi yang muncul ketika teknologi dibuat adalah para penciptanya lupa memberikan edukasi bagaimana hukum hidup besosial dalam social media. Dalam memberikan informasi misalnya, ketika kita bertatap muka tentu ketika salah bicara bisa langsung minta maaf dan menjelaskan dengan sebijak mungkin.

Teknologi nggak pandang bulu [Image Source]
Beda cerita apabila yang terjadi adalah adanya opini yang disebarkan di kolom komentar. Sekali kita salah bicara, bisa puluhan bahkan sampai ratusan orang menghujat kita. Komentar yang aslinya biasa aja bisa ditanggapi lain oleh sesama netizen, bahkan nggak jarang  komentar kita yang berbeda tadi pun bisa dibagikan lagi pada orang-orang yang lain tanpa memberikan kita kesempatan untuk klarifikasi.

Semua orang sok suci ketika membicarakan dosa orang lain

Akun pergosipan [Image Source]
Semua orang setuju kalau membicarakan orang lain di belakang mereka adalah perbuatan yang salah, ironisnya dalam bersosial media, aturan itulah yang sering kita langgar. Netizen berkomentar di balik layar gadget merasa seperti orang tanpa dosa yang bisa menghakimi orang lain seenaknya. Ditambah dengan adanya kebebasan membuat berbagai akun, otomatis membuat orang yang punya niatan jahat mudah untuk memancing kebencian hanya dengan sesekali berkomentar tanpa tanggung jawab ketika apa yang diketik benar-benar menyakiti perasaan orang lain.

Sebenarnya, ‘benci’ hanyalah produk dari pelampiasan emosi

Merasa iri dan benci melihat postingan ornag lain [Image Source]
Kita semua punya emosi terpendam yang kadang nggak bisa dilampiaskan begitu saja pada yang bersangkutan. Ketika sosial media hadir sebagai salah satu bentuk eksistensi diri tentu banyak yang menggunakannya sebagai bentuk pelampiasan emosi instan tapi minim tanggung jawab. Contoh nyatanya, coba saja lihat di kolom komentar akun-akun selebritis, kenapa banyak orang yang repot-repot untuk log in ke akun social medianya, lalu meninggalkan komentar yang mengandung kebencian? Mulai dari komentar yang nyinyir, bentuk-bentuk kecemburuan, sebenarnya itu adalah bentuk pelampiasan emosi sementara yang seharusnya nggak usah ditanggapi dengan serius.

Kebencian itu layaknya virus, mudah menyebar pada pikiran yang nggak terurus

Satu geng yang suka komen jahat [Image Source]
Meluangkan waktu untuk membaca dengan teliti apa yang diberitakan di social media sebenarnya cukup untuk membuat pikiran kita nggak mudah terpancing emosi dan bisa lebih meluangkan simpati seperlunya. Kunci dari peduli adalah dengan mengerti, tapi sayangnya untuk sekedar mengerti pun netizen enggan berusaha. Banyaknya komentar negatif yang ada di social media adalah bukti nyata netizen yang nggak mau berpikir dulu sebelum berkomentar dengan bijak, bahkan untuk sekedar membaca sampai tuntas pun nggak dilakukan dengan semestinya, seakan-akan buta aksara.

Hanya karena membuat akun social media itu mudah, bukan berarti kita bisa seenaknya. Bijak meninggalkan komentar adalah salah satu faktor penting untuk menilai seberapa dewasa kita, pastikan kamu sudah menjadi netizen yang baik ya!

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
Seperti Ini Nasib Para Pemain Film Esek-Esek Setelah Pensiun, Dijamin Kaget Kamu Lihatnya 25 Foto Selfie Fail Abis yang Bikin Kamu Ketawa Ngakak Sampe Perut Mules Inilah Mongrel Mob, Gangster Selandia Baru yang Namanya Mulai Jadi Pembicaraan di Dunia 5 Kejadian Nyleneh Orang Indonesia yang Terekam Google Street View, Awas Ngakak! Miris! Bukan Kebahagiaan, Pengantin Ini Malah Dibuat Malu oleh Wedding Organizer 7 Aktris Sinetron Kolosal Cantik dan Seksi ini Pernah Menghiasi Layar Kaca Kamu Zaman Dulu Kisah John Kei, Preman Gahar Sang 'Godfather of Jakarta' yang Kini Menempuh Jalan Kebenaran Potret Kehidupan Mewah Anak Orang Kaya di Hong Kong yang Dijamin Membuatmu Melongo Kocak, Obrolan Orang Mesum PDKT Ngajak Chatting Endingnya Malah Bikin Ngakak Ternyata Segini Gaji Pemain Film "Dewasa", Penderitaan Tidak Sebanding dengan Penghasilan
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA