4 Khasiat Mumpuni Weton dalam Kepercayaan Jawa

oleh Tetalogi
15:50 PM on Nov 16, 2015

Sebagian orang Jawa memiliki kepercayaan tertentu tentang Weton. Weton adalah peringatan hari lahir seorang menggunakan perhitungan primbon Jawa yang menggabungkan hitungan hari dalam seminggu dengan lima hari dalam hari pasaran Jawa.

Angka yang digabungkan ini kemudian memberikan arti-arti tertentu mengenai karakter seseorang, hari baik, hari sial, dan sebagainya. Bagi sebagian orang Jawa, mengetahui weton itu penting karena nantinya akan berhubungan dengan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan atau peristiwa yang terjadi dalam hidupnya seperti berikut ini.

Baca Juga
Bukan Tanpa Tujuan, Ini Loh Alasan Kenapa Teh Itu Baiknya Dipetik di Pagi Hari
Mirisnya Tata Krama Murid Sekarang, Guru Mendidik Sepenuh Hati Malah Dibuat Candaan

1. Menghitung Cocok Tidaknya Pasangan

Pernikahan bagi orang Jawa juga merupakan suatu hal yang sakral dan membutuhkan persiapan yang lengkap, termasuk kecocokan weton pasangan. Perhitungan dalam weton dilakukan berdasarkan angka-angka tertentu yaitu dengan menghitung angka neptu dan pasaran kedua pasangan.

Pasangan [Image Souce]
Pasangan [Image Source]
Sisa dari perhitungan tersebut yang menentukan apakah pasangan tersebut baik atau tidak. Itulah mengapa masyarakat Jawa yang masih percaya dengan weton akan selalu memperhitungkan hal ini terlebih dulu.

2. Mengetahui Watak dan Perilaku Seseorang

Di era modern, kebanyakan orang mungkin lebih familiar dengan horoscope untuk mengetahui sifat atau perilaku seseorang. Dalam adat kejawen, Orang Jawa mengenal weton dan wuku untuk mengetahui karakter seseorang.

Pernikahan Jawa [Image Source]
Pernikahan Jawa [Image Source]
Menurut kepercayaan Jawa, arti dari suatu peristiwa termasuk karakter seseorang bisa ditentukan dengan mempelajari waktu terjadinya sesuai dengan perputaran kalender tradisional. Cara perhitungannya juga dengan menggabungkan 7 hari dalam seminggu dan lima hari pasaran Jawa.

3. Menjauhkan Kesialan

Dalam Islam kita memang mengenal kewajiban berpuasa. Nah, budaya Jawa juga memiliki adat puasa namun dilakukan setiap weton seseorang. Selain untuk memperingati kelahiran, puasa ini juga dilakukan agar selalu memperoleh keselamatan.

Proses Siraman Alya Rajasa dalam pernikahan adat Jawa [Image Source]
Proses Siraman Alya Rajasa dalam pernikahan adat Jawa [Image Source]
Cara berpuasanya juga berbeda, ada yang dilakukan di hari weton saja, atau 3 hari puasa apit dengan hari weton berada di hari kedua. Ada yang berpuasa seperti puasa Ramadhan pada umumnya, tapi ada juga yang berpuasa 1×24 jam dimulai dari pukul 6 sore hingga pukul 6 sore di hari berikutnya.

4. Agar Selalu Meraih Kesuksesan

Agar selalu meraih kesuksesan di masa depan, beberapa orang Jawa biasanya akan melakukan selamatan pada peringatan wetonnya. Selamat ini dilakukan sebagai bentuk syukur dan agar selalu meraih keselamatan dan kesuksesan.

Agar Selalu Meraih Kesuksesan
Agar Selalu Meraih Kesuksesan [imagesource]
Selamatan pada peringatan weton ini dilakukan dengan cara yang sederhana. Yaitu hanya dengan menyiapkan 2 piring nasi dengan lauk tahu tempe dan sayur-mayur.

Saat ini, memang tidak semua orang Jawa mempraktikan hal ini, namun sebagian lain masih memperhitungkan weton dalam kegiatan-kegiatan tertentu seperti pernikahan. Banyak juga orang yang mulai skeptis dengan perhitungan weton karena menganggap bahwa pada dasarnya semua hari itu baik dan baik musibah maupun keberuntungan adalah semata-mata kehendak Tuhan.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA