Percaya Atau Nggak, Semua Penduduk di Kota Ini Tinggal dan Melakukan Segala Rutinitasnya dalam Satu Gedung!

oleh Tetalogi
07:00 AM on May 17, 2016

Umumnya, yang namanya kota itu terdiri dari banyak bangunan dengan macam-macam fungsi dan fasilitas yang berbeda. Bahkan kota terkecil pun juga memiliki macam-macam bangunan di sekitarnya.

Tapi, ternyata nggak semua kota seperti itu. Setidaknya kota paling aneh di Alaska ini berbeda dari wilayah lain di dunia. Simak selengkapnya berikut ini.

Baca Juga
4 Lomba Agustusan Greget Ala Suku Dayak Ini Dijamin Bakal Bikin Kamu Melongo
6 Efek Mengerikan Akibat Penggunaan Steroid untuk Membesarkan Otot, Cowok-Cowok Buka Mata Deh!

Whittier, Kota yang Penduduknya Tinggal di Satu Gedung

Selamat datang di kota paling aneh yang terletak di Whittier, Alaska. Yang membuat kota ini unik adalah penduduknya yang hanya 220 orang dan semua tinggal di dalam satu gedung yang sama.

Kota Whittier [Image Source]
Kota Whittier [Image Source]
Semua orang di kota ini tinggal dalam satu gedung kondominium. Setidaknya semua orang kecuali pria tua bernama Paul yang memilih tinggal di rumah mobile tepat di samping gedung tersebut.

Nggak Cuma Tinggal Saja, Tapi Juga Melakukan Segala Aktifitas Hariannya

Lebih uniknya lagi, penduduk Whittier bahkan bekerja, sekolah dan belanja di gedung tersebut. Bangunan setinggi 14 tingkat yang disebut Begich Tower ini nggak cuma berfungsi sebagai rumah tinggal saja, tapi juga segala kebutuhan penting lainnya.

Gedung tempat tinggal warga [Image Source]
Gedung tempat tinggal warga [Image Source]
Gedung ini bahkan memiliki kantor polisi, dua buah toko, perkantoran kota, taman bermain indoor, penginapan, Laundry, kantor pos, sekolah, klinik kesehatan, dan sekolah. Di bagian bawah tanah, juga terdapat sebuah gereja untuk para penduduk.

Penduduknya Mencintai Isolasi dan Jauh dari Keramaian

Penduduk kota Whittier mencintai ketenangan dan lebih sering berada di kota. Untuk hidup sehari-harinya, mereka memanfaatkan sumber daya dari tanahnya sendiri, memancing atau berburu binatang lokal lainnya.

Perairan Whittier [Image Source]
Perairan Whittier [Image Source]
Kota kecil ini dikelilingi oleh gunung-gunung tinggi dan lautan luas yang membuatnya makin terisolasi. Parahnya lagi, Whittier cuma punya satu jalan masuk dan keluar dari kota. Jalan tersebut hanya berupa terowongan satu arah menembus gunung dengan rambu-rambu pengatur di setiap ujungnya. Jalan satu-satunya tersebut akan ditutup total saat malam tiba.

Meski Terisolasi, Penduduknya Bukan Tipe Penyendiri yang Nggak Suka Tegur Sapa

Waktu membayangkan kota terisolasi, kebanyakan orang akan langsung membayangkan hanya penyendiri, introvert, dan antisosial yang tinggal di sini. Tapi ternyata itu semua salah besar. Lingkungan sosial Whittier ternyata sangat interaktif dan selalu saling berhubungan satu sama lain.

Salah satu toko di dalam Begich Tower [Image Source]
Salah satu toko di dalam Begich Tower [Image Source]
Gimana nggak, penduduk di sini tinggal di bawah, di atas, dan di samping seluruh populasi kota. Orang-orang Whittier juga sudah terbiasa berjalan keliling gedung dan ruangan hanya memakai piama dan celana dalam. Ada ikatan kedekatan yang begitu kuat antar tetangga sampai mereka cuek saja dengan penampilannya.

Ada Alasan Penting Lain Kenapa Mereka Tinggal Dalam Satu Gedung

Bukan sekedar demi kedekatan saja, ada alasan penting lain yang membuat mereka tinggal dalam satu gedung beserta segala kebutuhannya. Penduduk sangat jarang keluar dari gedung, setidaknya di musim dingin. Pada musim dingin yang paling parang, Whittier dilapisi dengan salju setinggi satu meter.

Whittier di musim salju [Image Source]
Whittier di musim salju [Image Source]
Selain itu, karena terletak di tepi laut, kota ini terus menerus diterpa angin dengan kecepatan 60 meter per jam. Bukan cuma salju dan angin, Alaska juga menjadi tempat tinggal banyak beruang. Ini juga alasan kenapa taman bermain dan sekolah juga ada di dalam gedung yang terhubung melalui terowongan bawah tanah dengan Begich Tower.

Bahkan Ada Taman Sayur Indoor Juga!

Di dalam Begich Tower juga terdapat taman sayur yang dirawat oleh anak-anak sekolah. Sayuran tersebut fungsinya adalah sebagai persediaan makanan untuk melewati musim dingin yang panjang.

Sayuran yang ditanam secara indoor si Whittier [Image Source]
Sayuran yang ditanam secara indoor si Whittier [Image Source]
Sayuran ditanam dengan teknik hidroponik. Uniknya, peralatan hidroponik itu adalah sumbangan dari polisi setelah mereka menyitanya dari pengedar obat-obatan terlarang.

Apa ya Alasan Mereka Hidup dengan Cara Unik Ini?

Whittier dulunya dibangun pada masa Perang Dunia II sebagai fasilitas militer Amerika Serikat. Mereka ingin pangkalan militer rahasia yang terlindungi oleh pegunungan. Nah,. Begich Tower dulunya adalah barak yang dibangun untuk tempat tinggal para pasukan militer.

Terowongan Whittier [Image Source]
Terowongan Whittier [Image Source]
Lokasi tersebut masih menjadi milik pemerintah sampai tahun 1969 sebelum akhirnya diberikan kepada para penghuninya. Sejak itulah secara resmi tempat yang dulunya pangkalan militer ini menjadi sebuah kota. Orang-orang yang tinggal Whittier adalah sisa-sisa pasukan militer dan para pekerja yang pernah bekerja di sana.

Uniknya Whittier membuat banyak orang ingin berkunjung ke kota ini, setidaknya pada musim panas. Dengan demikian, tidak ada salju yang menghalangi dan cuaca juga bisa lebih bersahabat. Tapi sayang, bangunan ini kabarnya akan segera dirobohkan.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA