Penderitaan Para Tentara Belanda di Ganasnya Agresi Militer yang Jarang Diketahui

oleh Rizal
07:00 AM on Sep 22, 2016

Sakit hati rasanya kalau mengingat Agresi Militer Belanda di awal kemerdekaan itu. Bagaimana tidak, sudah 350 tahun Indonesia berjuang mati-matian dan akhirnya bisa merdeka, eh, mereka seenaknya saja datang lagi dan ingin menguasai Nusantara. Dalihnya, mereka menang Perang Dunia II sehingga layak untuk menggenggam lagi Indonesia. Padahal nggak ada urusan dengan itu, sekali merdeka ya tetap merdeka.

Agresi Militer Belanda memang benar-benar membawa hal buruk. Nggak hanya melahirkan perjanjian-perjanjian busuk yang membuat wilayah Indonesia makin kecil, secara fisik perang pasca kemerdekaan ini membuat kita banyak kehilangan nyawa pejuang. Benci, benci sekali dengan Belanda kala itu. Tapi, tahu nggak, ternyata pihak yang menderita kala itu bukan hanya para pejuang kita, tapi juga tentara Belanda. Ya, tanpa banyak yang tahu ternyata para serdadu Belanda ketika itu juga mengalami penderitaan. Nggak hanya fisik, tapi juga mental.

Baca Juga
6 Alasan Kenapa One Piece Nggak Pernah Bikin Penggemar Bosen Meski Sudah 20 Tahun
Inilah 4 Alasan Mengapa Profesi TKI Bisa Bikin Seseorang Jadi Kaya Mendadak

Memang seperti nggak ada guna sih untuk mengetahui penderitaan para tentara Belanda mengingat mereka yang cari gara-gara. Tapi, dari sini kita tahu lebih dalam jika ternyata di sisi lain tentara Belanda juga mengalami penderitaan. Lalu seperti apa hal-hal buruk yang mereka alami di masa agresi itu? Ketahui jawabannya lewat ulasan berikut.

Tentara Belanda Perang karena Terpaksa

Pada aksi agresinya, Belanda setidaknya mengirim sekitar 220 ribu orang. Terbagi atas para tentara reguler dan sebagian besar serdadu muda berusia belasan dan awal dua puluhan. Hal yang perlu kita ketahui dari para tentara ini adalah, ternyata sebagian besar mereka sebenarnya tak mau berangkat ke Indonesia. Namun, karena satu dan lain hal mereka pun terpaksa melangkahkan kakinya.

Tentara Belanda sebenarnya ogah perang [Image Source]
Tentara Belanda sebenarnya ogah perang [Image Source]
Dari catatan-catatan diary yang tertulis saat itu, diketahui para tentara Belanda sebenarnya ogah kalau harus berperang dengan Indonesia. Namun, pemerintah memaksa mereka dengan janji-janji yang pada kenyataannya tak pernah dilulusi. Pemerintah Belanda juga membombardir mereka dengan keyakinan sebagai pemenang Perang Dunia II, sehingga ada semacam motivasi kalau akan sangat mudah untuk merebut kembali Indonesia. Padahal pada kenyataannya tidak demikian. Agresi ini pun membuat mereka sakit mental dan mengalami penderitaan psikologis yang luar biasa.

Kalah dengan Membawa Rasa Malu yang Luar Biasa

Agresi yang dilancarkan Belanda memang sempat membuat Indonesia kocar-kacir. Namun, kejadian ini tak sampai membuat kita terjajah lagi. Agresi Belanda bisa dibilang gagal karena pada akhirnya si negeri kincir angin itu tak pernah bisa menguasai Indonesia. Kegagalan ini pun membuat malu luar biasa para tentaranya.

Mereka pulang membawa kekalahan [Image Source]
Mereka pulang membawa kekalahan [Image Source]
Bayangkan sendiri ketika kita pulang ke rumah namun membawa berita kegagalan. Tentu sangat malu bukan? Apalagi di awal sikap pemerintah begitu yakin kalau bisa menguasai Indonesia. Lagi-lagi hal ini membawa dampak buruk bagi mental para tentara Belanda ketika itu.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA