5 Penderitaan Anak Kedokteran yang Mungkin Belum Pernah Kamu Dengar

oleh Rizal
07:00 AM on Oct 25, 2016

Kadang suka ngiri ya lihat mereka yang berprofesi sebagai dokter. Rata-rata hidupnya selalu mapan serta punya kendaraan-kendaraan bagus. Belum lagi kerjanya juga sering dianggap ringan. Tinggal periksa dikit lalu kasih resep dengan tulisan ‘cakar ayam’ mereka yang khas, dokter pun bakal terima bayaran mahal.

Anggapan kebanyakan orang tentang dokter memang selalu seperti ini. Padahal, mereka tak tahu tuh kalau untuk berada di level yang seperti itu para dokter harus berdarah-darah dulu. Ya, mereka harus menjalani proses pendidikan yang luar biasa sulit dan butuh banyak pengorbanan lewat kuliah kedokteran yang ngeri itu. Serius, jurusan kedokteran itu benar-benar mimpi buruk bagi kebanyakan orang.

Baca Juga
4 Fakta Mengenai Sindrom Kleine-Levin, Kelainan yang Bikin Pengidapnya Jadi Tidur Berbulan-Bulan
Jualan Pisang Goreng Hingga Tidur di ‘Bilik Asmara,’ Inilah 5 Hal Unik yang Dialami Pengungsi Gunung Agung

Meskipun kesannya perlente dan diisi oleh mahasiswa yang cantik dan ganteng, jurusan kedokteran itu nyiksa. Kalau nggak percaya, simak nih potret penderitaan mahasiswa kedokteran berikut yang mungkin pernah kamu dengar.

Biaya Masuknya Semahal Harga Rumah

Penderitaan pertama mahasiswa jurusan kedokteran jelas adalah soal biaya masuknya. Ada rumor yang mengatakan kalau uang masuk kuliah kedokteran itu mahalnya nggak karuan. Misalnya, anggap saja uang masuk jurusan lainnya sekitar Rp. 10 jutaan, kedokteran bisa berlipat-lipat dari itu. Bahkan ada yang bilang sampai ratusan juta. Kadang itu juga belum uang gedung dan sebagainya.

Kuliah kedokteran mahal [Image Source]
Kuliah kedokteran mahal [Image Source]
Lain biaya masuk, lain pula dengan biaya selama kuliah. SPP misalnya, kuliah kedokteran biasanya juga jauh lebih mahal tarifnya. Makanya, kalau dihitung-hitung mulai dari awal sampai lulus, kuliah jadi dokter sama artinya seperti beli rumah. Bahkan nih kalau lulusnya molor sampai beberapa semester, sama ibaratnya seperti beli rumah plus mobilnya.

Harus Benar-Benar Cerdas

Tak hanya harus sanggup membayar biaya yang mahal, untuk masuk ke kedokteran seseorang haruslah benar-benar cerdas. Alasannya nggak lain karena jurusan ini sangat berat dan pelajarannya susah-susah. Bukan cuma mempelajari hal-hal yang berbau biologi, tapi juga merangkap teknik pula. Susah pokoknya.

Harus cerdas luar biasa [Image Source]
Harus cerdas luar biasa [Image Source]
Seorang mahasiswa juga harus punya ingatan yang benar-benar kuat. Pasalnya, bagi mereka wajib tuh untuk menghafal semua jenis penyakit plus gejala dan juga obatnya. Tak selesai sampai situ, jurusan kedokteran juga berisi tentang hitung-hitungan dan juga penguasaan bahasa asing. Makanya, kalau tidak benar-benar cerdas maka seseorang kemungkinan bakal men-DO-kan diri di semester awal.

Belajar, Belajar, dan Belajar

Ya, seorang mahasiswa kedokteran dituntut untuk terus belajar dan belajar. Ilmu pengobatan itu susah dan bahkan bisa dibilang mustahil untuk dikuasai seluruh aspeknya hanya dalam empat tahun kuliah. Makanya, alih-alih nyantai, anak-anak kedokteran selalu tenggelam dalam buku dan diskusi karena tuntutan untuk belajarnya sangat tinggi.

Mahasiswa kedokteran tak bosan belajar [Image Source]
Mahasiswa kedokteran tak bosan belajar [Image Source]
Belajar tak hanya untuk menguasai ilmu, tapi juga biar dapat nilai bagus ketika ujian. Bagi mahasiswa kedokteran, ujian adalah perjuangan hidup mati. Bukan cuma karena ingin nilainya, tapi juga lantaran susahnya soal yang bakal diberikan. Makanya, dalam kamus mereka nggak ada istilah belajar SKS. Minggu depan ujian, hari ini juga mereka akan begadang untuk belajar.

Harga-Harga Bukunya Bikin Nangis

Buku juga merupakan problem pelik yang sering dialami oleh para mahasiswa kedokteran. Ya, rata-rata buku-buku anak kedokteran itu mahal-mahal. Satu buahnya kadang ada yang harganya sampai ratusan ribu bahkan di atas satu juta. Dan tentu saja buku-buku mahal itu tidak satu jumlahnya. Dalam empat semester bisa sepuluh lebih.

Buku-buku kedokteran [Image Source]
Buku-buku kedokteran [Image Source]
Selain mahal, buku-buku anak kedokteran juga dikenal sangat runyam alias susah bin sukar. Rata-rata bahkan berbahasa Inggris dengan ribuan halaman. Makin nggak terbayangkan ya susahnya jadi anak kedokteran.

Mental Benar-Benar Harus Kuat

Mental juga jadi hal yang harus benar-benar dipersiapkan selama menjalani pendidikan kedokteran. Mental ini sendiri sering dihubungkan dengan kegiatan praktik-praktik mereka yang luar biasa ngeri. Misalnya saja praktik bedah untuk mempelajari anatomi tubuh. Ini ngeri lho, apalagi yang dibedah jelas manusia sama seperti mereka.

Praktik bedah mayat [Image Source]
Praktik bedah mayat [Image Source]
Belum lagi soal magang, seorang mahasiswa kedokteran harus siap dengan segala hal. Termasuk ditugasi untuk menjaga kamar mayat yang identik dengan hal-hal menyeramkan itu. Belum lagi kalau ada pasien yang rewel, kurang ajar dan sebagainya. Inilah alasan kenapa seorang mahasiswa kedokteran juga dituntut untuk punya mental yang benar-benar kuat.

Dengan memandang semua kerja keras ini, sepertinya adalah hal yang wajar ya kalau dokter itu rata-rata hidupnya enak. Lha mereka mengawali itu semua dengan kerja keras dan usaha yang benar-benar nggak main-main. Belum lagi soal biaya yang harus dikeluarkan

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA