Inilah Pemintaan Terakhir Para Terpidana Mati Menjelang Eksekusi

oleh Ayu
12:30 PM on May 2, 2015

Eksekusi mati menjadi sebuah putusan yang cukup menimbulkan pro dan kontra di Indonesia, bahkan di dunia. Namun ketika hukum sudah diketuk palu, kerap kali tak ada lagi yang bisa menghalanginya.

Baca Juga :  5 Guyonan Yang Bikin Masuk Penjara

Baca Juga
Inilah 4 Fakta Meikarta, Kota Baru yang Katanya Bakal Menyaingi Ibukota
Inilah 4 Jasa Tak Terlupakan yang Dilakukan Malaysia Kepada Bumi Pertiwi

Beberapa waktu lalu kita membahas Andrew Chan dan Mary Jane yang masuk dalam daftar nama terpidana mati atas kasus jaringan narkoba internasional. Mukjizat menghampiri Mary Jane di detik-detik terakhir, namun tidak dengan Andrew Chan dan terpidana Bali Nine lainnya.

Indonesia sempat mengalami ketegangan dengan beberapa negara yang warga negaranya terkait dengan kasus ini. Kritikan dan seruan agar memberikan kesempatan kedua juga diajukan oleh beberapa pihak agar hukuman mati ini ditangguhkan. Meski demikian, pemerintah dan hukum di Indonesia tetap ditegakkan dan tak ada yang bisa menghalangi pelaksanaan hukuman mati ini.

Menjelang waktu eksekusi, ada beberapa pesan dan permintaan terakhir para terpidana mati, baik itu kepada negara maupun orang terkasih. Simak kisah menggetarkannya berikut ini.

1. Myuran Sukumaran: Melukis di Sisa Waktunya

Myuran Sukumaran sempat menggenggam tangan ibu dan bibinya sambil membuat mereka kembali tertawa, meski air mata tak terbendung mengetahui anak mereka akan dihukum mati. Pria yang terlibat kasus penyelundupan 8 kg heroin ini punya keinginan terakhir agar dirinya dipulangkan kembali ke Australia dan dimakamkan di sana.

Myuran Sukumaran sebelum eksekusi via Tempo

Selama 72 jam sebelum dieksekusi mati, Myuran menghabiskan waktunya untuk melukis. Ia membuat lukisan wajahnya sendiri yang diberi judul ‘Dua hari terakhir, Myuran Sukumaran, Penjara Besi, Nusakambangan.’ Selain itu, Myuran juga membuat lukisan bendera merah putih dengan warna darah dan lukisan presiden Jokowi yang bertuliskan ‘Manusia Bisa Berubah’.

Lukisan terakhir Myuran Sukumaran via Paling Aktual

Curahan hati lewat lukisan ini menjadi cara bagi Myuran untuk menyampaikan apa yang tak bisa lagi ia ucapkan dengan kata-kata. Maka ia menuangkannya pada sebuah karya yang mengandung banyak makna. Myuran Sukumaran memang sangat piawai melukis sejak ia mulai mengayunkan kuasnya di lembaga pemasyarakatan.

Lukisan Myuran kabarnya akan disimpan di galeri Kerobokan. Lukisan itu sempat ditandatangani rekan-rekannya di penjara.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA