Tak Selalu Buah Jatuh Dekat Pohon, 4 Pemimpin Besar Ini Malah Dilawan Oleh Darah Dagingnya

Kebanyakan dari mereka adalah para diktator

oleh Arief Dian
13:00 PM on Jun 29, 2017

Kebanyakan sifat dari orangtua menurun pada anaknya. Jika ayah dan ibunya adalah orang yang jahat dan suka menyiksa, maka anaknya kelak juga akan bersikap demikian. Begitu pula sebaliknya, jika orangtua selalu bersikap baik dan lembut, maka anak akan tumbuh dengan perilaku yang terpuji juga. Secara teori mungkin begitu, tapi pada kenyataannya tak selalu seperti itu. Terutama untuk kasus orangtua yang buruk.

Ya, ada banyak kisah tentang anak yang menentang sikap buruk orangtuanya. Bahkan kejadian ini juga dialami para pemimpin besar dunia. Lantaran tidak setuju dengan kelakuan orangtuanya, para anak-anak ini melakukan penentangan bahkan sampai berkhianat untuk melawan. Di satu sisi ini mungkin sikap kurang ajar dari si buah hati, namun kadang kebenaran itu tidak memandang ikatan. Bahkan orangtua anak sekalipun. Berikut ini adalah beberapa kisah para pemimpin dunia yang dilawan oleh anak-anaknya sendiri.

Baca Juga
Inilah 4 Bukti Pengorbanan Hebat Para Paskibraka Demi Mengibarkan Merah Putih
5 Fakta Gahar Pesawat Buatan Anak Bangsa N219 yang Bakal Bikin Negara Tetangga Iri

Dikritik oleh  Anaknya Sendiri

Siapa yang tidak kenal dengan Fidel Castro, tokoh ini dulu paling ditakuti oleh Amerika. Bahkan sampai-sampai presiden Amerika Serikat saat ini, Donald Trump sampai menyebutnya sebagai seorang diktator. Meskipun begitu, bagi rakyat Kuba sendiri sosok Fidel Castro adalah seorang pahlawan yang sejati. Namun siapa sangka ternyata ada cerita tragis dalam kisah sosok yang pernah dekat dengan mantan presiden Soekarno ini.

Fidel Castro

Ya, ini adalah tentang anak Fidel Castro, Alina Castro justru berpikir berseberangan dengan ayahnya. Alina sering melakukan pengkritikan pada pemerintahan di Kuba. Bahkan dia membuat sebuah buku tentang tekanan yang dialami karena sistem pemerintahan yang ia anggap salah. Akibat ulahnya itu, Alina harus pindah dan tinggal di Amerika Serikat.

Dihianati oleh darah daging sang ditaktor

Sama seperti yang terjadi pada Fidel Castro, Stalin sang pemimpin besar Soviet juga pernah dikhianati oleh anaknya sendiri. Sang penguasa terkaya negeri komunis ini mengalami pengalaman pahit lantaran melihat anaknya menjadi pembelot bagi negaranya.

Stalin

Yakov, putra Stalin diketahui kabur dari perang. Nahasnya, Yakov tertangkap oleh tentara fasis dan diberi hukuman mati. Karena sudah kabur dari peperangan, Stalin menganggap Yakov adalah seorang penghianat dan tidak mengakui sebagai anak. Sejak saat itu Stalin tidak ingin mendengar nama Yakov disebut lagi.

Kisah putri cantik sang ditaktor fasis

Mungkin kamu selama ini sering mendengar tentang kehebatan para negara fasis saat perang dunia terjadi. Namun siapa sangka di balik kegagahan para pemimpin negara fasis itu ternyata ada sebuah kisah tragis. Tepatnya pemimpin Negara fasis Italia, Benito Musolini, memiliki cerita yang jarang didengar.

Mussolini

Anak perempuannya Edda, ternyata sangat menentang dengan apa yang dilakukan ayahnya. Mengubah Italia menjadi negara fasis dan mencoba menginvansi dunia, bagi Edda itu perbuatan yang salah. Akhirnya suami Edda, menantu Mussolini ditangkap dan dihukum karena penentangannya tersebut. Edda pun kemudian memilih untuk pergi ke Swedia dan bergabung dengan para pemimpin komunis alias lawan dari ayahnya.

Memilih menjauh dari kekejaman sang ayah

Pemimpin Republik Afrika Tengah ini memang dikenal dengan kediktatoran serta ketidakadilannya pada rakyat. Belum lagi Bokassa juga pernah dituduh melakukan praktik kanibalisme di areal istana. Hal ini pastinya semakin membuat kesan ngeri dari sang pemimpin dengan tangan besi ini. Sudah banyak pula orang yang dieksekusi akibat kekejamannya.

Bokassa

Tak ada yang berani menentang Bokassa sampai akhirnya muncul satu orang yang melakukannya. Silakan tebak siapa. Ya, anaknya sendiri yang bernama Kiki Bokassa. Kiki diketahui sangat tidak menyukai tindak tanduk ayahnya, apalagi ketika apa yang dikatakannya kepada Bokassa tidak pernah dianggap. Lelah dan kesal akan sikap si bapak, Kiki pun memilih mengasingkan diri dan menjadi seorang pelukis.

Kebanyakan para anak tersebut tidak setuju dengan apa yang orang tua mereka lakukan. Mungkin itu adalah hal yang benar mengingat sebagian besar dari tokoh di atas adalah para diktator. Ini jadi pelajaran pula kalau tak selamanya yang berasal dari hal yang buruk, akan menjadi buruk pula kelak. Kebenaran akan selalu ada.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA