Inilah Perbandingan Pembangunan Era Jokowi dengan Presiden Indonesia Terdahulu, Beda Banget Ternyata

Intinya, masing-masing dari mereka ingin Indonesia yang lebih maju

oleh Arief Dian
16:00 PM on Aug 4, 2017

Perkembangan infrastruktur Indonesia saat ini bisa dibilang sangat cepat. Bukan lagi hanya ibukota dan kota besar, kini daerah terdepan pun juga merasakan dampak dari pembangunan ini. Itu semua memang tidak terlepas dari usaha Presiden Jokowi dalam memenuhi janjinya pada rakyat untuk memajukan dan memeratakan pembangunan.

Masih soal pembangunan, bukan hanya pak Jokowi, para pendahulunya pun, juga memiliki prestasi dalam masalah infrastruktur. Namun demikian, pasti semua memiliki kendala yang berbeda tergantung zamannya. Berikut adalah ulasan prestasi pembangunan para presiden terdahulu hingga pak Jokowi.

Baca Juga
Bukan Tanpa Tujuan, Ini Loh Alasan Kenapa Teh Itu Baiknya Dipetik di Pagi Hari
Mirisnya Tata Krama Murid Sekarang, Guru Mendidik Sepenuh Hati Malah Dibuat Candaan

Zaman Soekarno, unjuk gigi ibukota

Pada masa pemerintahan sang proklamator, kebanyakan pembangunan yang ada adalah fokus akan Jakarta sebagai ibukota negara Indonesia. Buktinya beberapa megaproyek waktu itu berdiri mega di kota Jakarta. Contohnya saja Gelora Bung Karno yang diestimasi sampai menghabiskan lebih dari $ 12,5 juta.

Bung Karno

Sebagai pelopor, hal ini pasti sulit buat Bung Karno dalam membangun infrastruktur merata Indonesia yang bisa dibilang masih tunas. Meskipun fokus pada ibukota, namun bukan berarti daerah lain jadi dipinggirkan. Buktinya, nasionalisasi beberapa perusahaan seperti PLN, KAI hingga TVRI, terjadi di masa itu. Sehingga masyarakat yang jauh dari ibukota pun masih bisa merasakan pembangunan.

Masa orde baru adalah zaman pembangunan

Seolah meneruskan tongkat estafet dari presiden Soekarno, di zaman pak Soeharto ini bisa dibilang gencar-gencarnya pembangunan. Di zaman ini, dana pembangunan rupanya benar-benar sangat besar, pasalnya anggaran untuk infrastruktur waktu itu mencapai 7 % PDB.

Presiden Soeharto [image source]
Uniknya dari dana tersebut, hampir semua benar-benar digunakan alias tanpa adanya pemotongan dari pejabat dan pegawai. Salah satu bukti suksesnya pada zaman itu adalah banyaknya tol yang dibangun. Kurang lebih, 550 km tol berdiri pada era itu. Mulai dari tol Jagorawi hingga ujung padang merupakan hasil dari infrastruktur presiden kedua RI ini. Sudah lebih dari ribuan triliun digunakan mengingat pemerintahan beliau yang lama pula.

Pembangunan era Habibie hingga Megawati

Berbeda dengan dua presiden pendahulunya, baik Habibie, Gusdur maupun Megawati dianggap memerintah dengan waktu yang tidak genap lima tahun. Oleh sebab itu, pembangunan pada tiga masa itu dianggap sering terganjal karena pergantian kekuasaan yang cepat.

BJ Habibie, Gusdur, Megawati

Namun bukan berarti di zaman mereka infrastruktur tidak berkembang. Buktinya dari zaman Bj Habibie hingga Megawati, kurang lebih ada lebih dari 70 km jalan tol yang sudah dibangun. Belum lagi beberapa jembatan besar yang mulai dibuat seperti Suramadu dan lain-lain.

Pembangunan maju era SBY

Pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, infrastruktur zaman itu bisa dibilang maju. Mulai dari 2009 menjabat, anggaran untuk pembangunan selalu naik pada setiap tahunnya. Mulai dari angka 76 Triliun hingga mencapai 206 Triliun pada tahun 2014.

Presiden SBY [image source]
Di masa beliau, kurang lebih telah ada 230 km tol yang telah rampung dikerjakan dengan tepat waktu. Belum lagi mega proyek seperti beberapa bandara yang ada di Kalimantan dan Sumatera sudah mulai dibangun.

Era Jokowi, Pembangunan yang signifikan

Pada masa pemerintahan ini, infrastruktur sepertinya menjadi perhatian pertama oleh pak Jokowi. Bagaimana tidak, saat pertama kali menjabat tahun 2015, anggaran pembangunan sudah mencapai 290 Triliun, sedangkan tahun berikutnya sudah naik hingga Rp 313 Triliun.

Presiden Jokowi [image source]
Pembangunan juga disebut merata, karena sudah banyak daerah-daerah terdepan Indonesia yang mengalami kemajuan yang signifikan. Misalnya, membangun ulang tapal batas Entikong dan lain-lain. Di era ini, pembangunan tol dan jalan juga pesat. Buktinya dalam tiga tahun memerintah, sudah 180 km tol rampung diselesaikan.

Itulah perbandingan bagaimana perkembangan infrastruktur dalam era pemerintahan yang beda. Ada cepat, ada pula yang lambat, namun semua itu juga dipengaruhi oleh banyak faktor dan kendala. Namun satu hal yang pasti, masing-masing dari presiden Indonesia itu ingin negara kita maju dan rakyat tidak menderita.

 

 

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA