Pelatih Filipina Minta Aprilia Manganang Tes Gender

oleh Adys Disty
06:40 AM on Jun 11, 2015
Tim Bola Voli Putri Indonesia via metrotvnews
Tim Bola Voli Putri Indonesia via metrotvnews

Tim voli putri Indonesia melewati laga awal di babak penyisihan Grup B  SEA Games 2015 dengan baik. Amalia Fajrina dan kawan-kawan sukses menaklukkan Filipina dengan skor 3-0 di Hall 2 OCBC Arena, Singapura, Rabu (10/6).

Pertandingan ini sempat diwarnai kontroversi. Filipina sempat mengajukan protes kepada    panitia pelaksana SEA Games Singapura dan meminta memeriksa status gender salah satu pemain tim voli Indonesia, Aprilia Santini Manganang. Mereka meragukan Aprilia adalah wanita. Tim Filipina bahkan sampai meminta April melakukan tes gender.

Baca Juga
Bukan Tanpa Tujuan, Ini Loh Alasan Kenapa Teh Itu Baiknya Dipetik di Pagi Hari
Mirisnya Tata Krama Murid Sekarang, Guru Mendidik Sepenuh Hati Malah Dibuat Candaan

Pelatih Filipina, Roger Gorayeb pun mengaku meragukan pemain Indonesia, Aprilia Santini Manganang karena penampilan dan fisiknya yang tampak berotot. “Dia (Aprilia) kuat sekali. Ini seperti memasukkan pemain putra dalam tim putri,” kata Gorayeb.

Juru bicara kontingen Filipina membenarkan bahwa timnya telah mengajukan permintaan tersebut. Namun, mereka tidak berharap sudah akan ada hasil sebelum pertandingan bola voli dimulai. “Setelah kami mengajukan (protes) ini, terserah kepada manajer pertandingan untuk meneruskannya kepada federasi bola voli ataupun pengurus bola voli,” ungkap juru bicara tersebut.

Namun terlepas dari itu, Aprilia tetap tampil memperkuat tim voli putri Indonesia. Di bawah teriakan fan Filipina yang berusaha menjatuhkan mentalnya, Aprilia tetap mampu tampil baik. Dia bahkan tampil sebagai pencetak poin terbanyak di timnya dengan koleksi 13 poin. Indonesia akhirnya sukses menutup pertandingan dengan skor telak 3-0 (25-22, 25-20, dan 25-14). Kemenangan ini praktis membuka peluang Indonesia lolos ke babak semifinal.

Tes gender sendiri merupakan satu hal yang sensitif dan berpeluang memancing kontroversi karena akan mempunyai dampak psikologis kepada sang atlet. Sementara itu, proses untuk membuktikan hal tersebut sangat kompleks. Beberapa kasus pernah terjadi menyangkut masalah ini. Atlet lari Afrika Selatan, Caster Semenya yang merupakan juara dunia lari 800 meter pernah menjalani tes jender sebelum dinyatakan sah untuk berlomba.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA