Pelarian Besar dari Alcatraz, Penjara Super Ketat yang Katanya Tidak Akan Tertembus

oleh Tetalogi
07:17 AM on Aug 9, 2016

Penjara sudah barang tentu didesain dengan ketat agar tidak ada kriminal yang bisa melepaskan diri dan kabur dari hukuman. Tapi, bahkan penjara paling ketat pun tidak menghentikan usaha pelarian diri dari orang-orang yang dipenjara di dalamnya.

Dua dari pelarian terakhir dari Alcatraz mungkin adalah pelarian yang paling terkenal dan rumit yang pernah terjadi. Pelarian besar-besaran tersebut meninggalkan banyak pertanyaan yang tidak terjawab.

Baca Juga
Inilah 4 Fakta Meikarta, Kota Baru yang Katanya Bakal Menyaingi Ibukota
Inilah 4 Jasa Tak Terlupakan yang Dilakukan Malaysia Kepada Bumi Pertiwi

Apa Itu Penjara Alcatraz?

Alcatraz adalah sebuah lembaga permasyarakatan federal dengan keamanan tingkat maksimal yang didirikan di pulau Alcatraz, lepas pantai San Fransisco, California. Bangunan ini dulunya digunakan sebagai penjara militer Amerika Serikat. Namun pada tahun 1933, bangunan tersebut beserta pulau di sekitarnya diambil oleh departemen peradilan Amerika Serikat. Setelah dilakukan beberapa penyesuaian, maka jadilah penjara dengan sistem keamanan tertinggi.

Alcatraz [Image Source]
Alcatraz [Image Source]
Penjara ini punya dinding yang tebal, dan tahanan dikurung selama 23 jam sehari, penggeledahan secara random hampir 14 sel per hari, dan satu penjaga untuk setiap 3 tahanan. Bangunannya sangat rapat dan para tahanan dibuat percaya bahwa kalaupun mereka berhasil kabur dari penjara, tapi mereka tidak akan selamat karena pulau tersebut dikelilingi perairan sedingin es dengan hiu yang berkeliaran, serta arus dari teluk San Fransisco yang begitu kuat.

Memenjarakan Penjahat Paling Berbahaya dan Ahli Kabur

Dengan keamanan seperti itu, tidak heran jika semua orang berpikir bahwa penjara tersebut tidak akan bisa ditembus. Penjara ini juga terkenal sebagai yang paling keras karena menahan beberapa kriminal paling berbahaya dan ahli kabur di Amerika.

Blok tahanan Alcatraz [Image Source]
Blok tahanan Alcatraz [Image Source]
Meski begitu, segala alasan tersebut ternyata juga tidak menghentikan orang-orang untuk berusaha kabur. Selama 29 tahun digunakan sebagai penjara, setidaknya sudah ada 14 kali percobaan kabur yang melibatkan 36 orang tahanan. 23 orang diantaranya berhasil ditangkap kembali, 6 orang ditembak dan mati, 2 orang meninggal dunia, dan 5 orang masih hilang, tapi dianggap tewas.

Hanya Satu Usaha Kabur yang Berpotensi Sukses

Dari 14 usaha kabur tersebut, hanya ada satu yang berpotensi sukses. Hal tersebut terjadi pada 11 Januari 1962 ketika Frank Morris dan dua bersaudara John dan Clarence Anglin kabur dari Alcatraz. Ketiganya bukanlah pembunuh, tapi punya sejarah perampokan bersenjata dan memperdagangkan obat-obatan terlarang. Mereka dikirim ke Alcatraz karena terus saja kabur dari penjara lainnya.

3 Orang yang Kabur dan Tidak Ditemukan [Image Source]
3 Orang yang Kabur dan Tidak Ditemukan [Image Source]
Bersama dengan tahanan lain, Allen West, mereka berempat membuat rencana besar untuk kabur dari penjara yang tak tertembus tersebut. Desember 1961, mereka mulai membuat rencana dan mengumpulkan bahan-bahan yang diperlukan. Selama 6 bulan, mereka perlahan-lahan mencongkel ventilasi di sel mereka menggunakan sendok, pisau, dan bor yang dibuat dari mesin vacuum cleaner yang rusak.

Mereka melakukan semua ini selama satu jam setiap harinya saat ada latihan music agar tidak terdengar oleh penjaga. Setelah lubang yang dibuat cukup besar, mereka memanjat ke ruangan di atap tempat mereka menyiapkan peralatan lainnya. Di sinilah mereka membuat jaket pelampung dan dua perahu karet yang terbuat dari jas hujan. Mereka bahkan membuat kepala palsu yang realistis dari tissue toilet dan sabun yang ditempeli rambut sebagai penyamaran saat penjaga melakukan patrol rutin.

Kepala Palsu yang Dibuat Tiga Tahanan [Image Source]
Kepala Palsu yang Dibuat Tiga Tahanan [Image Source]
Dengan segala persiapan yang selesai, mereka mulai melakukan aksinya. Tapi sayang bagi Allen West, lubang yang ia buat terlalu kecil sehingga tidak bisa keluar dari selnya. Akibatnya, ketiga temannya harus pergi tanpa Allen. Mereka pergi ke atap lewat lubang di atap, turun dari gedung penjara, memotong kawat pagar, kemudian kabur dengan perahu yang mereka buat. Pada saat itu, West sudah berhasil keluar dari ventilasi, tapi terlambat, rekannya sudah kabur. Pagi harinya, barulah ketahuan bahwa 3 orang tahanan telah kabur.

Bukti Mengatakan Mereka Kabur dengan Selamat

Tidak lama setelah sirine berbunyi dan pencarian besar-besaran dilakukan, polisi menemukan sisa-sisa jas hujan dan potongan alamat keluarga dan teman Anglin bersaudara. Tapi ketiga tahanan tersebut tidak ditemukan dimanapun. Kasus ini tetap terbuka selama 17 tahun sebelum akhirnya ditutup dan disimpulkan bahwa mereka kemungkinan tenggelam dan tidak selamat.

Sisa perahu yang ditemukan [Image Source]
Sisa perahu yang ditemukan [Image Source]
Meski begitu, ada banyak bukti yang membuat para ahli sejarah Alcatraz dan masyarakat umum percaya bahwa mereka selamat. Anglin bersaudara sangat mahir dalam perencenaan dan mampu berenang dengan baik serta tahu aranya memperhitungkan dan mengatasi arus yang kuat. Jadi tidak mungkin mereka akan meremehkan kondisi lautan di sekitar Alcatraz.

Informasi penting lainnya adalah bahwa seorang pekerja di Alcatraz melihat perahu yang diam mengapung di laut dekat pulau penjara tersebut pada pukul 1 dini hari saat mereka kabur. Karena pulau dan wilayah laut ini terlarang, maka seharusnya tidak ada perahu yang boleh memasuki tempat tersebut. Tidak lama kemudian, perahu tersebut menyalakan mesinnya dan pergi, jadi banyak orang berpikiran bahwa ketiga tahanan tersebut mungkin naik perahu tersebut dan kabur.

Foto yang diduga sebagai John dan Clarence Anglin [Image Source]
Foto yang diduga sebagai John dan Clarence Anglin [Image Source]
Selain itu, selama 15 tahun keluarga dari pria tersebut dimata-matai oleh FBI. Saat itulah diketahui bahwa keluarga Anglin memang menerima kartu pos yang tidak bisa dilacak dari mana asalnya. Mereka juga mendapatkan surat di momen spesial yang harusnya hanya diketahui oleh keluarga saja. Bahkan ibu John dan Clarence juga selalu menerima bunga setiap hari ibu dari orang yang tidak dikenali sampai ia meninggal dunia.

Selama beberapa tahun, beberapa orang mengaku melihat dua bersaudara ini. Bahkan ada foto yang menunjukkan dua orang pria di Rio de Janiero  tempat mereka tinggal saat itu. Bahkan seorang keponakan mengungkapkan bahwa pamannya memang selamat dan tinggal di Brazil.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA