5 Pekerjaan Unik yang Kini Sudah Nggak Bisa Ditemui Lagi di Indonesia

Dulu laris, sekarang profesi ini sepi peminat. Bahkan bisa dibilang punah.

oleh Aisyah Putri
10:00 AM on Apr 26, 2017

Teknologi terus berkembang untuk memudahkan pekerjaan manusia. Kini di beberapa negara telah dioperasikan kereta bawah tanah tanpa masinis. Dubai pun tengah mengembangkan teknologi taksi tanpa sopir. Perkembangan ini mengancam mereka yang berprofesi sebagai masinis dan sopir taksi. Ke depannya, dua pekerjaan tersebut tidak akan dibutuhkan.

Ini bukanlah fenomena baru. Ada banyak pekerjaan yang punah karena sudah tidak ada lagi yang membutuhkan jasa dari profesi tersebut. Kebanyakan punahnya pekerjaan ini disebabkan oleh perkembangan teknologi, meskipun ada beberapa penyebab lainnya. Di Indonesia sendiri hal seperti ini juga tentu terjadi. Simak ulasan menariknya berikut.

Baca Juga
Bukan Tanpa Tujuan, Ini Loh Alasan Kenapa Teh Itu Baiknya Dipetik di Pagi Hari
Mirisnya Tata Krama Murid Sekarang, Guru Mendidik Sepenuh Hati Malah Dibuat Candaan

Pencari Puntung Rokok

Rokok adalah barang yang berharga bagi sebagian orang. Mereka bahkan rela tidak makan demi membeli sepuntung rokok. Ini kemudian menjadi peluang bagi pencari puntung rokok untuk mendapatkan uang. Mereka mencari benda tersebut yang sudah dibuang di jalanan dengan menggunakan penjepit panjang dan mengumpulkannya di sebuah karung. Puntung rokok bekas tersebut biasanya masih memiliki sisa-sisa tembakau yang setelah dikumpulkan bisa dijual lagi. Dari situlah pencari puntung rokok mendapat uang.

Kakek yang memecahkan rekor dunia sebagai pengumpul puntung rokok terbanyak sedang beraksi [Image Source]
Saat ini pekerjaan mencari putung rokok tidak lagi dilakukan karena banyak sampah yang lebih bernilai dibandingkan rokok bekas seperti kertas dan botol plastik. Orang-orang pun kini lebih menyukai rokok buatan pabrik dibandingkan bikinan sendiri.

Penjaga Wartel

Masih ingat dulu waktu SD atau SMP kita menelepon orang tua melalui wartel saat mereka tidak kunjung menjemput kita sepulang sekolah?  Saat ini kita tidak menemui pemandangan tersebut karena anak-anak cukup mengetikkan pesan di telepon genggam mereka.

Wartel kini telah ditinggalkan konsumennya [Image Source]
Keberadaan teknologi telepon seluler membuat pemilik warung telekomunikasi tidak mampu bertahan dan harus menutup usaha mereka. Punahnya wartel pun membuat pekerjaan sebagai penjaga ‘KBU’¬†tidak lagi dibutuhkan.

Tukang Abu Gosok

Abu gosok adalah sisa pembakaran tumbuhan yang berfungsi untuk membersihkan peralatan dapur. Abu gosok sendiri masih banyak dijual di pasar atau supermarket. Tetapi sudah tidak ada lagi yang bermatapencaharian khusus sebagai tukang abu gosok atau hanya menjual barang ini saja.

Pedagang abu gosok [Image Source]
Ini disebabkan karena produk ini sendiri tidak selaku dulu. Sudah banyak cairan pembersih yang lebih praktis dan lebih ampuh dalam membersihkan peralatan dapur dibandingkan abu gosok.

Tukang Reparasi Mesin Tik

Berpuluh-puluh tahun yang lalu, keberadaan mesin tik sama pentingnya seperti keberadaan komputer saat ini. Setiap kantor wajib memilikinya. Bahkan beberapa rumah tangga pun memiliki mesin tik pribadi. Kondisi mesin tik harus selalu prima supaya tidak menghambat bisnis dan aktivitas lainnya. Untuk itu, jika mesin tik tengah ngambek dan aktivitas bisnis menjadi terganggu, tukang reparasi adalah satu-satunya penolong yang bisa memperbaiki keadaan.

Service mesin tik [Image Source]
Profesi sebagai tukang reparasi mesin tik pernah menjadi pekerjaan yang sangat menjanjikan. Tak jarang kita harus menunggu selama seminggu sebelum mesin tik diperbaiki saking banyaknya orderan yang harus dikerjakan. Kini, mesin tik telah digantikan oleh komputer. Karena itu, jasa tukang reparasi mesin tik pun tidak diperlukan lagi.

Operator Pager

Lagi-lagi ada pekerjaan yang punah karena teknologi. Di tahun 80-90an, teknologi komunikasi yang lagi trend adalah pager. Dengan pager kita bisa meninggalkan pesan untuk orang lain secara tidak langsung. Jika disamakan dengan teknologi saat ini, pager berfungsi seperti mesin penjawab telepon otomatis. Bedanya, pager masih membutuhkan tenaga manusia untuk menerima dan menyampaikan pesan.

Pager yang dulu sempat booming [Image Source]
Lama kelamaan, sistem pager dianggap kurang efisien sehingga digantikan oleh mesin penjawab telepon yang bisa merekam pesan dan bekerja secara digital. Penggantian teknologi ini berdampak pada punahnya pager dan operatornya.

Pekerjaan yang saat ini kita lakoni bukan berarti akan terus ada di masa depan. Bisa jadi dalam waktu dekat kita kehilangan pekerjaan karena rendahnya permintaan di pasar. Karena itu, kita harus fleksibel dalam bekerja dan mampu mengikuti perkembangan jaman supaya tidak panik saat tiba-tiba harus melepas pekerjaan tanpa bisa mendapatkan gantinya.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
5 Artis Cilik Zaman Dulu yang Penampilannya Sekarang Bikin Kita Mangap Gak Percaya Potret Kehidupan Mewah Anak Orang Kaya di Hong Kong yang Dijamin Membuatmu Melongo 7 Wanita Tercantik di Jepang ini Bikin Dengkul Lemes Orang-orang yang Dulunya Terkenal Ini Kini Nasibnya Berputar 180 Derajat Pria Menikahi Boneka yang Ceritanya Menuai Kontroversi, Ternyata Kenyataannya Bikin Nyesek Inilah 11 Status Kocak “Emak Zaman Now” di Medsos yang Bikin Minder Anak Muda Karena Kalah Eksis Bukan So Sweet, 10 Foto Prewedding Ini Malah Punya Konsep Kocak Abis, Pasti Ketawa Liatnya 28 Potret ini Akan Membuatmu Tahu Rupa Asli Korea Utara yang Sebenarnya Sempat Jadi Terkenal Secara Instan, Seperti Ini Nasib 4 Artis Dadakan yang Karirnya “Terjun Bebas” Kisah Sedih Eva, Calon Pengantin Yang Tertabrak Kereta Saat Mengantar Undangan Pernikahannya
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA