TERUNGKAP! Pegawai Pemerintahan TERANG-TERANGAN Minta Sogokan

oleh Rizal
13:25 PM on Oct 7, 2015

Muncul sebuah stigma di masyarakat jika apa-apa saat ini harus pakai uang. Ingin perizinan lancar pakai uang, mengurus surat-surat juga pakai uang, bahkan untuk sesuatu yang kecil seperti minta tanda tangan Ketua RT pun pakai uang. Pertanyaannya, apakah ini adalah prosedur yang seharusnya? Ketika benar-benar ditelusuri ternyata hal-hal seperti ini atau yang berhubungan dengan administrasi pemerintah sebenarnya free of charge alias gratis..tis..tis.

Namun, bukan masyarakat Indonesia kalau tidak memplesetkan aturan yang ada untuk keuntungan pribadi. Sudah tahu jika tidak hal-hal seperti ini sebenarnya gratis, malah dikomersilkan. Sudah banyak sekali kasus semacam ini yang berhasil dikuak. Bukti dan saksinya sendiri juga sangat banyak.

Baca Juga
Dinobatkan Jadi Atlet Tercantik dan Terseksi SEA Games 2017, Ini Lho Pesona Lindswell Kwok Yang Bikin Indonesia Bangga
Inilah 4 Bukti Kalau Pengguna Medsos yang Ada di Indonesia Polosnya Bukan Main

Nah, belakangan juga marak sebuah video yang diunggah di Facebook tentang budaya suap yang masih saja meraja lela di kalangan aparatur negara. Video tersebut diambil secara candid dan berhasil menangkap momen yang pas. Salah satunya adalah pernyataan salah seorang petugas yang mengatakan jika uang suap adalah hal biasa untuk pengurusan apa pun. Berikut video yang bikin masyarakat makin geleng-geleng terhadap perilaku aparatur pemerintah sekarang.

Berdasarkan deskripsi dan caption pertama kali video ini diunggah, cuplikan ini diambil ketika salah seorang tengah mengurus perizinan IMB (Izin Mendirikan Bangunan). Namun, prosesnya dipersulit ketika ingin meminta tanda tangan Camat. Salah satu petugas memberikan solusi agar bisa mendapatkan tanda tangan, yakni dengan menyetorkan sejumlah uang terlebih dahulu.

Hal tersebut dipertegas dengan ungkapan si petugas yang mengatakan, “Berkas disimpan uang pun disimpan, gampang itu saja”. Pernyataan ini sudah barang pasti adalah sogokan.

Bukti bobroknya petugas tersebut juga ditunjukkan dengan pernyataan mengejutkan berikutnya. Ketika si penanya mempertanyakan apakah biaya tersebut ada pertanggungjawabannya, si petugas mengatakan kalimat yang bisa dibilang adalah blunder. “Tidak, yang jelas kebiasaan kami begitu.”

Si penanya makin penasaran dengan pernyataan ini kemudian bertanya tentang kebenaran hal tersebut. Terkesan jika si petugas tersebut tidak mau menjawab dengan terus berbicara ketika si penanya mengajukan pertanyaan menohok tersebut. Namun, penasaran si penanya terjawab sudah ketika di akhir video petugas mengiyakan jika untuk meminta tanda tangan harus pakai uang. Soalnya Pak Camat tidak akan melakukan tersebut jika tanpa uang.

Miris melihat tayangan video tersebut yang sangat jelas menggambarkan jika kelakuan para pejabat sudah sangat memprihatinkan. Bahkan, kesan memanfaatkan jabatan untuk kepentingan pribadi juga sangat kuat. Tidak heran sih kenapa banyak orang yang rela bayar untuk bisa masuk ke pemerintahan. Pasalnya, hal-hal menguntungkan seperti ini sudah pasti akan mereka dapatkan.

Namun, tidak semua pegawai seperti ini lho. Di kota-kota besar seperti Jakarta sistem administrasinya sangat transparan dan jelas. Bahkan tidak ada biaya apa pun untuk mengurus surat-surat. Sebenarnya bisa kok semua pegawai pemerintah benar-benar jujur dalam melakukan tugasnya. Tergantung bagaimana pemerintah pusat menyikapinya.

Di Jakarta bisa tertib kok asal pemerintahan yang lebih tinggi mau turut campur mengurusi hal semacam ini [Image Source]
Di Jakarta bisa tertib kok asal pemerintahan yang lebih tinggi mau turut campur mengurusi hal semacam ini [Image Source]
Biar kejadian seperti ini tidak pernah dilakukan lagi, mungkin memberikan hukuman bisa jadi solusi yang tepat. Misalnya saja potongan gaji, penundaan kenaikan pangkat, hingga pemecatan jika kasusnya berat. Agar bisa jadi contoh juga bagi yang lain agar tidak ikut-ikutan melakukan hal tersebut.

Jangan sampai deh kejadian yang ada di video tersebut terulang lagi, pasalnya kepercayaan masyarakat akan benar-benar hilang dan kemudian menganggap semua pegawai pemerintah tak lebih dari manusia serakah yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keuntungan. Padahal tidak semua seperti ini. Pelajaran juga buat kita yang berada di pemerintahan agar tidak pernah mencoba hal-hal seperti ini karena hakikatnya sama seperti menciderai kepercayaan rakyat.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
error put content