Potret Para Pecandu Opium di Indonesia Pada Abad 19

oleh Centralismo
09:48 AM on Feb 20, 2015

Opium adalah salah satu dari banyak jenis tanaman yang memberikan efek candu pada manusia. Bunga opium atau yang lazim disebut poppy, adalah tanaman yang banyak dikembangkan di dunia untuk memenuhi konsumsi orang-orang yang telah terkena candunya. Poppy memang tidak ditanam di Pulau Jawa, namun pada akhir abad ke 17, Belanda mendarat di Pulau Jawa dan bersaing keras dengan pedagang Inggris untuk menggencarkan pemasaran opium di Jawa.

Baca Juga: Serupa Tapi Tak Sama: Inilah Perbedaan Fisik Antara Orang Korea, China, dan Jepang

Di luar dugaan, bangsa Indonesia yang kala itu masih “miskin” ternyata menjadi target empuk penjualan opium. Benda terlarang itu laku keras, bahkan ada beberapa balai atau warung yang khusus menjajakan opium dalam pipa-pipa panjang untuk dihisap. Berikut adalah beberapa foto bersejarah yang memperlihatkan pemakaian opium di Pulau Jawa pada abad ke 19.

Baca Juga
Blunder! 7 Pejabat Ini Pernah Salah Ucap Ketika Sedang Menyampaikan Pidato Penting
Inilah Perbandingan Tunjangan Veteran Indonesia dan Luar Negeri Ibarat Langit dan Bumi

1. Pria Tua Penikmat Opium

Meski pada awal kemunculannya opium digadang-gadang sebagai sesuatu yang bisa “menambah stamina” namun tentu saja hal itu hanyalah omong kosong belaka. Opium memberi efek relaksasi pada tingkat tertentu, hingga penggunanya tidak sadarkan diri. Pengguna opium juga mengalami penurunan berat badan yang cukup drastis. Hal tersebut terjadi pada pria tua yang sedang menghisap opium ini.

Pria Tua Penikmat Opium
Pria Tua Penikmat Opium

Poppy yang telah kering dirajang dan dicampur dengan tembakau halus. Campuran tersebut kemudian dijadikan bola-bola kecil, seukuran kacang tanah. Kemudian bola-bola candu tersebut dimasukkan ke dalam pipa penghisap dan dibakar dengan api dari lampu minyak. Ketika asap opium memasuki paru-paru sang lelaki tua, dia merasa begitu rileks hingga tampak seperti melayang.

Selanjutnya: Pernah Dilarang Oleh Pakubuwono II

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA