Spetsnaz, Pasukan Elit Rusia yang Ditakuti Dunia

Siapa yang nggak tahu kuatnya militer Rusia? Meskipun peringkatnya berada di bawah Amerika Serikat, rangking militer Rusia masih termasuk dalam 5 besar yang terkuat di dunia. Ada banyak alasan kenapa Rusia sangat greget. Salah satunya tak lain karena si negara beruang merah ini memiliki pasukan khusus yang disebut dengan Spetsnaz.

Spetsnaz adalah salah satu pasukan elit paling menakutkan di dunia. Anggotanya rata-rata sangat tangguh dan hasil tempaan selama bertahun-tahun. Lantaran saking gaharnya, pasukan ini sering diadu pamornya melawan Delta Force atau Navy SEAL yang merupakan pasukan elit paling mumpuni di dunia.

Spetsnaz sendiri tak hanya terkenal karena kemampuan, tapi juga lantaran melatih berbagai pasukan elit dari berbagai negara. Mulai dari Angola, Kuba, Vietnam, Suriah, sampai Ethiopia. Lebih jauh tentang si pasukan elit ini, berikut adalah fakta-fakta sangar Spetsnaz yang bakal membuatmu berdecak kagum.

Spetsnaz Mengemban Tugas yang Sangat Berat

Pasukan khusus Spetsnaz Rusia nggak cuma bertugas pada masa perang saja, dalam masa damai pun mereka harus tetap siaga. Pada masa perang, pasukan khusus Spetsnaz mengemban tugas yang lumayan berat. Tugas mereka adalah menginfiltrasi wilayah musuh, kemudian menyabotasenya. Tak jarang mereka harus melakukan pembunuhan terhadap tokoh penting musuh mereka, seperti pemimpin pemerintahan dan perwira.

Pasukan spetsnaz sedang mengintai [image source]
Sebagai pengemban tugas berat, pasukan Spetsnaz beroperasi secara rahasia. Unit pasukan Spetsnaz terbagi dalam beberapa bagian yang memiliki tugas khusus. Satu brigade Spetsnaz beranggotakan 1.300 orang dan dibagi dalam 15 tim independen. Masing-masing batalyon memiliki tugas khusus, seperti batalyon parasut yang bertugas menginfiltrasi daerah lawan dan kompi pembunuh. Namun secara keseluruhan, tugas utama Spetsnaz adalah menjaga keamanan dari gangguan terorisme. Karena itulah Spetsnaz juga disebut sebagai pasukan unit khusus antiteror.

‘Siksa Neraka’ yang Harus Dijalani Prajurit Spetznas

Agar diakui sebagai anggota detasemen khusus Spetsnaz, para anggotanya harus berjuang untuk mendapatkan baret merah. Demi mendapatkan baret merah atau yang biasa disebut dengan baret crimson ini, para anggota harus menempuh ujian yang akan membuat mereka merasa seperti di neraka. Tes ini terdiri dari tiga tahap, yaitu tes fisik, tes kecakapan menggunakan senjata, dan bertarung dengan tangan kosong.

Bertarung dengan tangan kosong [image source]
Di tahap awal tes fisik, mereka harus berlari balap lintas alam sejauh 8 km yang kemudian dilanjutkan dengan sprint sepanjang 100 m sebanyak 4 kali, dan olah fisik seperti chin up dan akrobat. Jangan dikira tesnya hanya berlari saja, berbagai rintangan dibuat untuk menghambat mereka. Ada anggota khusus yang meneriaki mereka, melempar gas air mata, dan memerciki dengan lumpur. Pada tes kecakapan mengoperasikan senjata, mereka harus bisa menembakkan senapan jitu SVD, senapan mesin PK atau PKT, peluncur granat otomatis dan antitank, dan pistol AK74M otomatis. Tes terakhir dan yang paling berat adalah bertarung dengan anggota khusus yang sudah mendapatkan baret merah. Konon katanya di tes terakhir ini ada yang sampai meninggal dunia.

Senjata Gahar Pasukan Spetznas

Agar kinerja pasukan Spetsnaz semakin mumpuni, mereka juga dibekali dengan senjata khusus. Salah satu senjata khusus bagi anggota Spetsnaz disebut dengan Spetsnaz Knife. Pisau ini dirancang khusus untuk anggota Spetsnaz. Selain dapat digunakan bertarung dalam jarak dekat, senjata yang juga dikenal dengan pisau balistik ini bisa ditembakkan sejauh 5 meter.

Pisau Balistik [image source]
Mereka juga dibekali dengan senapan AKS-74 dan pistol otomatis PRI 5.45. Senapan AKS-74 dapat menembakkan sekitar 600 – 650 butir peluru per menit dengan kecepatan 900 meter per sekon. Sedangkan pistol semi otomatis PRI 5,45 memiliki keistimewaan ringan dan dikatakan mampu menembus antipeluru lebih dalam.

Pasukan Spetsnaz Rusia memang tersohor kehebatannya. Nggak heran kalau militer Amerika mulai mempelajari pergerakan mereka. Kekuatan militer Spetsnaz bisa menjadi inspirasi pula untuk militer Indonesia.