in

4 Wewangian dalam Parfum Ini Ternyata Berasal dari Bagian Tubuh Hewan

Ambergris [image source]

Parfum atau minyak wangi saat ini sepertinya sudah menjadi bagian gaya hidup masyarakat. Muda maupun tua, kaya maupun berkekurangan pasti memiliki parfum di kamar mereka guna menunjang penampilan sehari-hari. Wewangian yang sudah dikenal dari ribuan tahun lalu ini awalnya digunakan di Mesir sebelum kemudian diikuti oleh peradaban Cina kuno, Israel, Hindu, Arab, Yunani, serta Romawi.

Penggunaan kata parfum sendiri berasal dari bahasa Latin yaitu per fume yang bermakna melalui asap. Sementara untuk penggunaan botol parfum pertama kali diawali oleh Mesir sekitar 1000 M. Kalau dulu wangi parfum berasal dari bahan-bahan tumbuhan alami di sekitar, bahan pembuatan parfum saat ini sudah semakin beragam. Bahkan ada beberapa yang menggunakan bagian tubuh hewan. Simak ulasan lengkapnya berikut.

Ambergris, sperma si ikan paus

Saat ingin membeli parfum coba perhatikan tulisan yang tertera pada botol maupun daftar komposisinya dengan seksama. Bila di sana tertera kata ‘ambergris’ berarti parfum tersebut mengandung bahan yang berasal dari ikan paus. Ambergris merupakan sebuah bahan yang berasal dari sperma ikan paus. Biasanya para produsen mengambil bahan ini pada spesies yang ditemukan meninggal di laut.

Ambergris [image source]
Bahan ambergris ini fungsinya adalah untuk menguatkan wewangian yang sebelumnya mudah menguap. Menurut para produsen ambergris ini memiliki bobot lebih ringan bila dibandingkan dengan air dan biasanya akan mengapung di lautan. Oleh karena itu mereka harus mengumpulkan secara manual bahan tersebut atau menunggunya tersapu ombak hingga tepian pantai. Butuh waktu beberapa bulan untuk mengeringkan benda ini agar bau amisnya dapat berubah menjadi wangi ambergris.

Castoreum dari kelenjar berang-berang

Bila yang tertera di botol atau kemasan parfum favoritmu adalah ‘castoreum’, maka ingatlah akan sosok hewan lucu pembangun bendungan yaitu berang-berang. Castoreum ini merupakan salah satu bahan minyak wangi yang dihasilkan oleh sepasang kelenjar tubuh berang-berang. Kelenjar tersebut disebut bisa menghasilkan minyak yang fungsinya untuk melindungi bulu si hewan akibat pengaruh perubahan cuaca.

Castoreum [image source]
Hewan yang paling banyak ditemukan di Rusia dan Amerika utara ini konon akan banyak diburu pada bulan Januari. Karena di awal tahun inilah bulu berang-berang sedang dalam kondisi indah-indahnya, oleh karena itu mereka benar-benar dicari. Castoreum sendiri konon merupakan penguat parfum yang terbaik dan dipakai bersamaan dengan larutan alkohol. Bahan ini kerap ditemukan pada parfum yang digunakan pria.

Musk, kelenjar perut rusa

Mungkin istilah yang satu ini sudah tidak asing ya kita dengar dan lihat pada kemasan-kemasan parfum yang muncul dalam iklan televisi maupun dijual di pusat perbelanjaan. Tahukah kamu bahwa aroma musk ini berasal dari sekresi wewangian yang telah diproduksi oleh kelenjar perut rusa jantan tanpa tanduk? Spesies rusa ini akan sangat mudah ditemukan di daerah Asia Tengah tepatnya di Pegunungan Himalaya.

Musk [image source]
Binatang ini sebenarnya sudah digolongkan sebagai spesies langka yang disinyalir akan segera punah. Oleh karena itu saat ini pihak pemerintah melarang masyarakat untuk melakukan perburuan terhadap si rusa. Tak kehabisan akal, masyarakat kemudian membuat penangkaran rusa yang mana mereka bisa mengoperasi dan mengambil kelenjarnya sebelum kemudian sang rusa dilepas kembali. Mengingat semakin sulit bagi pembuat parfum untuk memperoleh musk, maka dari itu sekarang mereka banyak beralih menggunakan musk sintesis dengan harga lebih ekonomis.

Civet dari kesturi

Selain paus, berang-berang, dan rusa, ternyata hewan se lucu kesturi juga tak bisa lolos dari ancaman para pembuat parfum. Di Indonesia sendiri banyak yang menggolongkannya sebagai spesies kucing, namun ada pula yang menyebutnya famili dari tikus. Spesies kesturi yang kerap digunakan untuk memproduksi parfum biasanya berasa dari wilayah barat daya Ethiopia.

Kesturi [image source]
Kesturi memiliki kantong perut yang menghasilkan zat bernama viverreum. Bahan ini biasanya memiliki tekstur kental serta berwarna kecoklatan dan dilengkapi dengan aroma yang cukup keras bila dihirup. Namun para pengguna mengaku ketika viverreum sudah diolah menjadi parfum makan wangi yang dihasilkan memiliki kesan hangat serta sensual. Tak disangka hewan kecil ini bisa menghasilkan wangi yang sedemikian rupa.

Ambergris, castoreum, musk, dan civet adalah beberapa bahan utama parfum yang ternyata diambil dari hewan baik secara baik-baik maupun melalui perburuan. Bahkan yang biasanya menggunakan bahan tersebut adalah merek ternama, padahal seharusnya orang-orang di baliknya lebih memahami mana yang diperbolehkan atau tidak. Mulai sekarang jika kalian mengaku penyayang binatang, lebih perhatikan lagi parfum yang akan dibeli ya.

Written by Faradina

Leave a Reply

7 Universitas dalam Negeri yang Menawarkan Beasiswa untuk Para Penghafal Al-Qur’an

4 Kisah yang Jarang Didengar Mengenai Pengorbanan Soekarno Ini Pastinya Bikin Mewek