Panther, Tank Terbaik Jerman yang Ditakuti Saat Perang Dunia II

Semua musuh Jerman sampai dibikin melongo dan kepincut saat itu.

oleh Aisyah Putri
10:00 AM on Mar 22, 2017

Saat Perang Dunia II meletus, berbagai senjata dan alat tempur keluar dari gudangnya. Ribuan lagi diproduksi sesegera mungkin. Mereka menimbulkan suara gemuruh dan menciptakan rasa trauma pada penduduk sipil. Tembakan dan ledakan kecil saja telah membuat masyarakat ketakutan. Apalagi deru mesin kendaraan tempur seperti pesawat pembawa bom dan tank.

Setiap negara memiliki alat tempur andalannya masing-masing. Ada satu jenis tank Jerman yang tidak hanya ditakuti oleh orang awam, tapi juga pihak musuh, yaitu tank Panther. Tank ini merupakan yang terbaik di jamannya. Ia memiliki kecepatan yang cukup tinggi dan persenjataan yang mengerikan. Saking hebatnya, saat Perang Dunia II berakhir, Inggris memproduksi tank jenis ini untuk tentara mereka sendiri.

Baca Juga
Bukan Tanpa Tujuan, Ini Loh Alasan Kenapa Teh Itu Baiknya Dipetik di Pagi Hari
Mirisnya Tata Krama Murid Sekarang, Guru Mendidik Sepenuh Hati Malah Dibuat Candaan

Diciptakan untuk Melawan Soviet

Dibanding negara lain, Uni Soviet adalah negara  yang kekuatan militernya menjadi ancaman hebat bagi Jerman. Di barisan paling depan pasukan Soviet, berdiri Tank T-34 yang menjadi andalan mereka. Jerman yang masih menggunakan tank Panzer III dan Panzer IV merasa harus menciptakan sebuah tank yang kekuatannya bisa menandingi T-34.

Tang T-34 milik Soviet [Image Source]
Saat Panther hadir di barisan depan pasukan Jerman, Soviet merasa perlu memperkuat lagi alutsista mereka. Negara Joseph Stalin ini pun menambah produksi T-34 dengan berbagai perbaikan, salah satunya adalah perbaikan pada alat tembak.

Produksi yang Efisien

Memproduksi alat pertahanan haruslah disesuaikan dengan anggaran namun dengan kualitas yang melebihi harganya. Prinsip ini diterapkan tentara Jerman saat membuat tank. Mereka memproduksi dua jenis tank dengan teknologi termutakhir, yaitu Tiger dan Panther. Keduanya memiliki spesifikasi yang mirip dan sama-sama kuat. Namun Panther menghabiskan biaya yang lebih sedikit sehingga lebih diunggulkan dan diproduksi dalam jumlah banyak. Tak tanggung-tanggung, Jerman telah memproduksi 6.000 tank Panther.

Panther baru keluar dari pabrik [Image Source]
Keputusan produksi massal ini bisa dibilang tepat karena kinerja pasukan menjadi lebih baik. Panther jelas memiliki banyak keunggulan dibanding kendaraan tempur lainnya. Panther memiliki ruangan kru yang cukup luas yang lantainya dapat berputar seiring dengan arah senapan. Setiap kru memiliki lubang palka untuk kabur masing-masing. Ini memudahkan mereka untuk lari saat darurat.

Di jalanan, Panther sangatlah tangguh. Ia mampu melewati tanah yang berawa dan dengan mudah melindas makhluk hidup yang berdiri di depannya. Alat komunikasi di dalamnya canggih dan mudah digunakan sehingga kru tidak mengalami kesulitan dalam berkoordinasi. Tank ini juga mampu menempuh jarak 250 km dengan satu tangki penuh bahan bakar.

Menjadi Rampasan

Meski dipersenjatai dengan tank terhebat di masanya, Jerman pada akhirnya menyerah dan kalah. Tank Panther pun menjadi rampasan negara-negara di sekitarnya seperti Rusia, Romania, dan Bulgaria. Rusia memanfaatkan tank ini sejak saat pertama kali merampasnya, yaitu saat perang masih berlangsung. Mereka menggunakannya untuk memperkuat militer Rusia meski perang telah berakhir. Panther dimanfaatkan terus hingga rusak dan tidak dapat diperbaiki.

Panther di medan tempur [Image Source]
Tank Panther memang memiliki peralatan khusus yang sulit dicari penggantinya. Ini merupakan salah satu kelemahannya. Karena itu, Rusia tidak mau membuang-buang waktu dan uang untuk memperbaiki. Sementara tank rampasan lain, seperti Panzer IV masih terus diperbaiki dan digunakan karena spare part­-nya mudah ditemukan.

Dari 6.000 tank Panther yang telah diproduksi, sebagian besar rusak saat Perang Dunia II masih berlangsung. Sebagian lagi menjadi rampasan dan beberapa di antaranya dipamerkan di museum. Tank ini menjadi saksi bisu dahsyatnya perang yang membunuh jutaan orang tersebut. Sayangnya, meski sempat diangung-agungkan, tank Panther tidak lagi menjadi panutan untuk desain tank modern karena tidak sesuai dengan kebutuhan militer saat ini.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
5 Artis Cilik Zaman Dulu yang Penampilannya Sekarang Bikin Kita Mangap Gak Percaya Potret Kehidupan Mewah Anak Orang Kaya di Hong Kong yang Dijamin Membuatmu Melongo 7 Wanita Tercantik di Jepang ini Bikin Dengkul Lemes Orang-orang yang Dulunya Terkenal Ini Kini Nasibnya Berputar 180 Derajat Pria Menikahi Boneka yang Ceritanya Menuai Kontroversi, Ternyata Kenyataannya Bikin Nyesek Inilah 11 Status Kocak “Emak Zaman Now” di Medsos yang Bikin Minder Anak Muda Karena Kalah Eksis Bukan So Sweet, 10 Foto Prewedding Ini Malah Punya Konsep Kocak Abis, Pasti Ketawa Liatnya Sempat Jadi Terkenal Secara Instan, Seperti Ini Nasib 4 Artis Dadakan yang Karirnya “Terjun Bebas” Kisah Sedih Eva, Calon Pengantin Yang Tertabrak Kereta Saat Mengantar Undangan Pernikahannya 16 Foto Ini Jadi Bukti Kalau Orang Indonesia Kreatifnya Bukan Main
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA