Ki Ageng Suryomentaram, Kisah Pangeran Jogjakarta yang Memilih Hidup Sebagai Rakyat Jelata

oleh Aini Boom
18:08 PM on Jan 30, 2017

Namanya memang tidak banyak disebut dalam sejarah Indonesia. Padahal kiprahnya dalam pendidikan dan kemerdekaan tidak bisa dianggap enteng. Dialah Bendara Raden Mas Kudiarmaji, putra dari Sri Sultan Hamengku Buwana VII. Seorang pangeran keraton yang lebih memilih hidup sebagai rakyat jelata. Konon, BRM Kudiarji merasa gelimang kenikmatan hidup sebagai pangeran membuatnya gelisah. Pasalnya, semua kenyamanan hidupnya otomatis ia dapat tanpa perjuangan. Jadilah sang pangeran memilih jalan hidupnya sendiri.

Perjalanan sebagai rakyat jelata ia mulai dengan membagi-bagikan hartanya kepada masyarakat miskin. Selanjutnya, ia memilh hidup sebagai petani di sebuah desa kecil di Yogjakarta. Meski tak lagi menjadi pangeran, ia tetap mengabdi kepada masyarakat. Yaitu dengan menghidupkan pendidikan rakyat bersama sahabatnya, Ki Hajar Dewantara. Tidak hanya itu, ia juga ikut berjuang bersama PETA untuk meraih kedaulatan Indonesia.

Baca Juga
Perawat Ini Main Hape di Tengah Operasi, Keselamatan Pasien Jadi Nomor Dua
Murka Karena Hutang Tak Kunjung Dibayar, Ijazah Dibakar Sebagai Gantinya

Ki Ageng Suryomentaram [Image Source] 

Meninggalkan Keraton dan Gelar Pangeran

Sejak kecil BRM Kudiarmaji memang cerdas. Dengan mudah ia menguasai bahasa Belanda, Arab, dan Inggris sekaligus. Ia juga lulus ujian sebagai Klein Ambtenaar dan magang di kantor gubernur selama 2 tahun. Pengetahuan Islam pun ia dapat dari pendiri Muhammadiyah, K.H. Ahmad Dahlan. Sampai di usia 18 tahun, BRM Kudiarmaji diangkat menjadi pangeran dengan gelar Bendara Pangeran Harya Suryomentaram.

Keraton Yogyakarta [Image Source]
Kedudukan sebagai pangeran membuatnya mendapat banyak fasilitas. Di antaranya tempat tinggal, gaji bulanan, kendaraan, pengawalan serta tanah tanpa usaha yang berarti. Anehnya, kemudahan hidup yang didapatkan tak lantas mendatangkan kenyamanan hidup. Sang pangeran justru semakin sering gelisah dan tidak bahagia.

Semakin lama berada di Keraton, Pangeran Suryomentaram makin merasa orang-orang hanya menghargai gelarnya. Kebanyakan orang hanya bersikap baik karena kedudukannya sebagai pangeran saja. Di tengah kebimbangannya, terkadang ia diam-diam keluar jauh dari keraton untuk bisa merasakan kehidupan rakyat biasa.

Menjadi Pedagang, Buruh Penggali Sumur, Hingga Petani

Ilustarsi berjualan jaman dulu [Image Source]
Kehidupan luar istana nyatanya benar-benar impian Pangeran Suryomentaram. Di luar keraton, sang pangeran menjelma menjadi pedagang batik dan ikat pinggang. Nama samaran yang kerap dipakainya adalah Natadangsa. Tidak hanya itu, ia pun sempat menjadi buruh galih sumur. Dan sampai di usia 29 tahun, permintaaan pengunduran dirinya sebagai pangeran diterima. Impiannya terwujud, dan ia memilih menjadi petani di Desa Beringin yang berlokasi di lereng Gunung Merbabu. Di tempat inilah, sang pangeran benar-benar lebur gelar ningratnya.

Menggagas Taman Siswa Bersama Ki Hajar Dewantoro

Guru-gur di Taman Siswa [Image Source]
Selepas Perang Dunia I, Ki Gede Suryomentaram aktif dalam sarasehan dengan teman-teman seperjuangannya. Termasuk di dalamnya adalah Ki Hajar Dewantara. Dalam perkumpulan itu, mereka kerap membahas masalah-masalah rakyat Hindia Belanda, khususnya tentang pendidikan. Pertemuan itu akhirnya menghasilkan keputusan pendirian sekolah yang dinamakan Taman Siswa. Ki Ageng sendiri dengan legowo menjadikan rumahnya sebagai gedung sekolah. Hari itu disepakati bahwa Ki Ageng akan fokus mendidik kaum dewasa. Sedang Ki Hajar Dewantara dipilih menjadi pemimpin Taman Siswa.

Tokoh di Balik Pembentukan PETA

Diorama Ki Ageng Suryomentaram dengan 4 Serangkai Saat Pembentukan PETA [Image Source]
Selain tertarik menghidupkan pendidikan rakyat, Ki Ageng juga aktif menentang penjajahan. Di berbagai forum ia mengungkapkan bahwa untuk mengusir penjajah perlu dibentuk tentara. Meski tidak banyak yang mengetahui fakta ini, nyatanya Ki Ageng berperan penting dalam pembentukan Tentara Pembela Tanah Air (PETA). Untuk mengobarkan semangat para tentara, Ki Ageng juga membuat tulisan-tulisan penyemangat yang intinya “rakyat diminta berani mati untuk membela tanah air”.Tulisannya biasa disebut Jimat Perang dan kemudian banyak dipopulerkan oleh Bung Karno dalam pidato-pidatonya.

Menjadi Penceramah

Makam Ki Ageng Suryomentaram [Image Source]
Setelah Indonesia merdeka, Ki Ageng semakin sering memberikan ceramah kepada rakyat. Isi ceramahnya banyak berbicara tentang  pengetahuan tentang kebahagiaan (kawruh beja). Pemikirannya ini kemudian lebih populer dikenal sebagai kawruh jiwa. Intinya, kebahagiaan tidak dimaksudkan hanya sebagai keberlimpahan materi atau tingginya kedudukan. Kebahagiaan menurut Ki Ageng adalah penemuan dan pemahaman yang mendalam akan diri sendiri. Kebahagiaan ini adalah kebahagiaan yang bebas, kebahagiaan yang tidak terikat tempat, waktu, dan keadaan. Sampai akhir hayatnya, Ki Ageng selalu menyuarakan tentang kunci kebahagiaan hidup.

Sampai saat ini, banyak hasil pemikiran Ki Ageng Suryomentaram yang sudah dibukukan baik dalam bahasa Jawa maupun bahasa Indonesia. Bahkan, ada sebuah komunitas yang secara rutin mempelajari pemikiran Ki Ageng dan menghayati wejangan-wejangan beliau. Pemikiran-pemikiran ini dinilai sangat berharga bagi orang yang mengupayakan kebebasan dan kebahagiaan hidupnya.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
Masih Ingat 5 Artis Ini? Dulu Terkenal Banget Sekarang Nasibnya Berubah 180 Derajat! Mulai dari Begal Hingga Ojek, Inilah Nasib 5 Pemain Timnas yang Tak Berjaya Lagi Dulu Personil Band Terkenal, Nasib Pria ini Sekarang Bikin Netizen ingin Menangis Potret Kehidupan Mewah Anak Orang Kaya di Hong Kong yang Dijamin Membuatmu Melongo 5 Kejadian Nyleneh Orang Indonesia yang Terekam Google Street View, Awas Ngakak! Inilah Kabar Pemeran Nyi Pelet, si Cantik yang Dulu Pernah Bikin Kaum Adam Kepincut 12 Kelakuan Pengguna Medsos “Kelewat Awam” Ini Dijamin Bikin Kamu Ngakak Jengkulitan Inilah 6 Artis Indonesia yang Bikin ‘Superstar’ Luar Negeri Tergila-gila, Ada yang Sampai Baper Loh Cowo Wajib Tau: Ini Nih 7 Tipe Sneakerhead, Kamu Termasuk yang Mana? Jadi Langganan Para Pejabat Hingga Artis, 4 Warteg Ini Nggak Kalah dari Restoran Bintang Lima Sempat Tersandung Kontroversi, Begini Kabar Si ‘Seksi’ Revi Mariska di Angling Dharma 7 Aktris Sinetron Kolosal Cantik dan Seksi ini Pernah Menghiasi Layar Kaca Kamu Zaman Dulu 5 Artis Cilik Zaman Dulu yang Penampilannya Sekarang Bikin Kita Mangap Gak Percaya Berhasil Ubah Ban Bekas Jadi Sofa Super Unik, Pria Asal Semarang Ini Kewalahan Terima Pesanan 5 Ibu Mertua Paling ‘Membahayakan’ Sedunia 10 Meme Plesetan Kata Bijak “Berpikir Positif” Malah Buat Hidup Berantakan, Awas Ngakak Inilah 5 Negara yang Cinta Mati dengan Teh Indonesia Inilah Fakta Tersembunyi dari Pasangan Dokter Viral yang Rela Tinggalkan Pelaminan Demi Tolong Pasien Sering Diejek, Perubahan Drastis 13 Wanita Ini Jadi Bukti Kalau Tak Ada yang Mustahil, No. 5 Jadi Artis Loh Beginilah Perbedaan Kekuatan Militer Indonesia dan Malaysia, Bagai Bumi dan Langit!
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA