Melongok Kehidupan Pahlawan Indonesia yang Saat Ini Hidupnya Sengsara

oleh Adi Nugroho
09:25 AM on Aug 23, 2016

Kemerdekaan Indonesia tidak akan datang tanpa usaha para pahlawan yang berjuang mati-matian di medan perang. Mereka melakukan apa saja dalam perang termasuk mempertaruhkan nyawanya demi kemerdekaan di Indonesia. Usai Indonesia merdeka, para pahlawanmu pun mulai terlupa, beberapa yang memiliki nama besar diabadikan menjadi pahlawan nasional. Mereka yang hanya rakyat biasa akhirnya hidup menderita tanpa perhatian sama sekali dari pemerintah Indonesia.

Setali tiga uang dengan pahlawan yang berjuang melawan penjajah. Para pahlawan olahraga yang berjuang untuk Indonesia juga bernasib sama. Setelah menggondol medali dan dielu-elukan sebagai pahlawan, mereka harus hidup dengan kenyataan yang pahit. Jadi buruh cuci pun dilakukan untuk menyambung hidup. Oh ya, inilah para pahlawan yang kehidupannya sangat menderita itu.

Baca Juga
Dinobatkan Jadi Atlet Tercantik dan Terseksi SEA Games 2017, Ini Lho Pesona Lindswell Kwok Yang Bikin Indonesia Bangga
Inilah 4 Bukti Kalau Pengguna Medsos yang Ada di Indonesia Polosnya Bukan Main

Rohadi, Pahlawan yang Jadi Tukang Becak

Rohadi adalah seorang veteran perang yang perah ikut berjuang membela Indonesia di masa lalu. Saat itu, beliau ikut berperang di Sumatra untuk menjaga kawasan Tanjung Pinang setelah terjadi konflik berkepanjangan dengan Malaysia. Setelah menyelesaikan tugasnya itu, Rohadi kembali ke Semarang dan hidup dengan kondisi yang cukup memprihatinkan.

Rohadi [image source]
Rohadi [image source]
Dia menjadi seorang tukang becak di usianya yang sudah senja. Saat semua orang tua menikmati hidup dengan anaknya, Rohadi justru harus berjuang sekuat tenaga  untuk menyambung hidup. Bantuan dari pemerintah berupa tunjang setiap bulan juga tidak cukup menutup semua kebutuhan yang ada. Walhasil, mengayuh becak dengan sisa tenaga, Rohadi lakoni setiap hari.

Ellyas Pical, Pahlawan Olahraga yang Jadi Pelayan Kantor

Tidak ada yang meragukan kehebatan dari Ellyas Pical dalam hal tinju di masa lalu. Saat memasuki masa kejayaan, banyak stasiun TV menyiarkan pertandingannya yang super mengagumkan itu. Kehebatan dari Ellyas Pical pun membuat Indonesia mulai diperhitungkan dalam kancah kejuaraan tinju dunia meski akhirnya harus meredup dan kini hanya menyisakan asa kosong belaka.

Ellyas Pical [image source]
Ellyas Pical [image source]
Setelah kariernya dalam tinju berakhir dengan cepat, Ellyas Pical sempat terlibat dalam dunia narkoba. Dia sempat dipenjara meski akhirnya bebas dan harus hidup dengan mengenaskan. Prestasinya yang sangat hebat di masa lalu tidak membuatnya mudah mendapatkan kerja. Bahkan, dia sempat menjadi office boy di kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga. Bukankah ini sebuah ironi?

Silam, Pahlawan yang Jadi Tukang Sapu

Tidak jauh beda dengan Rohadi, Nasib dari Silam yang dahulu berjuang untuk Indonesia juga sangat memprihatinkan. Beliau tidak mendapatkan tunjangan yang cukup dari pemerintah atas apa beliau perjuangkan di masa lalu. Setiap bulan, beliau yang sudah sangat renta ini hanya mendapatkan uang tunjangan untuk hidup kurang dari Rp1.000.000,00.

Silam [image source]
Silam [image source]
Untuk menutup kebutuhan hidup yang semakin banyak, Silam mulai menjadi seorang tukang sapu. Beliau mau membersihkan halaman-halaman kantor pemerintahan dan rumah ibadah meski bayarannya tidak seberapa. Bagi Silam, asal bisa makan setiap hari saja sudah cukup. Harapan untuk diperhatikan pemerintah memang ada, tapi berusaha dan berjuang sendiri lebih membuatnya bangga.

Lenny Haeni, Pahlawan Olahraga yang Jadi Buruh Cuci

Beberapa saat lalu, Indonesia baru mencetak sejarah dengan direbutnya emas olimpiade pada cabor bulutangkis. Para atlet yang mampu mempersembahkan emas itu akan diganjar uang tunai Rp5 Miliar dan Rp20 juta setiap bulannya. Sebuah tunjangan hidup yang besar meski harus berkebalikan dengan mantan atlet yang hidupnya serba kekurangan dan harus menjadi seorang buruh cuci.

Lenny Haeni [image source]
Lenny Haeni [image source]
Adalah Lenny Haeni, wanita yang pernah memboyong 20 medali di ajang Sea Games. Bahkan di tahun 1997, dia menyumbangkan 3 emas dari cabor dayung. Dahulu nama dari Lenny Haeni sangat diagungkan, sekarang nasib pahlawan olahraga ini benar-benar terpuruk. Dia Bekerja sebagai buruh cuci untuk menutupi semua kebutuhan hidup termasuk mengobati anaknya yang mengalami sakit kulit parah.

Tidak semua orang bisa berjuang mati-matian seperti pahlawan yang telah disebutkan di atas. Melalui semangat mereka, bangsa ini bisa merdeka atau berjaya di kancah internasional. Sayangnya, perhatian pemerintah terhadap mereka masih kurang sehingga nasib buruk selalu membayangi parah pahlawan ini. Semoga pemerintah sekarang lebih memperhatikan nasib mereka agar kehidupan yang lebih mudah bisa mereka dapatkan.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA