in

5 Hal Ini Tidak Boleh Dilakukan Remaja Indonesia di Era Orde Baru

3. Banyak Buku dan Majalah yang ‘Haram’ Dibaca (1968-1998)

Banyak dari generasi sekarang yang tidak kenal Pramoedya Ananta Toer. Dia adalah seorang sastrawan ternama sekaligus menjadi satu-satunya sastrawan Indonesia yang berkali-kali dinominasikan untuk meraih Penghargaan Nobel Sastra. Pram sempat merasakan dipenjara oleh pemerintahan Orde Baru karena karya-karyanya yang dianggap membahayakan bagi bangsa, padahal bukunya berisi tentang sejarah kelam bangsa ini.

Banyak Buku dan Majalah yang Haram Dibaca
Banyak Buku dan Majalah yang Haram Dibaca [ImageSource]
Selama 32 tahun rezim Orde Baru sedikitnya sekitar 2.000 judul buku dan ratusan majalah telah dibredel alias dilarang edar oleh pemerintah. Novel Pram, Tetralogi Buru, dilarang dan bahkan dibakar secara publik karena dianggap melecehkan. Padahal Pram justru mengkritik bangsa ini untuk perbaikan.

Written by Centralismo

Leave a Reply

Perjalanan Hidup Keanu Reeves yang Lebih Dramatis dari Perannya di Film Manapun

12 Tanda Toilet Paling Anti Mainstream yang Pernah Ada