Nggak Nyangka 5 Orang Belanda ini Justru Berjuang Untuk Kemerdekaan Indonesia

oleh Adi Nugroho
15:11 PM on Mar 2, 2016

Kemerdekaan Indonesia didapat dengan sangat sulit. Selama beratus tahun orang di Indonesia (bahkan sebelum dinamai Indonesia) berjuang mati-matian agar bebas dari penjajahan. Mereka yang berjuang adalah pemuda-pemuda dari lintas agama, lintas suku, bahkan lintas pemikiran. Semua berjuang tanpa ada label untuk membuat ibu pertiwi bisa bebas dari kuasa kompeni.

Uniknya, ada juga pejuang yang sebenarnya orang Belanda (atau Indo-Belanda) tapi mati-matian membela negeri ini. Mereka begitu cinta dengan Indonesia mengalahi cintanya pada negeri Belanda. Inilah kisah lima orang Belanda yang berjuang hingga titik darah penghabisan untuk masa depan Indonesia.

Baca Juga
Bukan Tanpa Tujuan, Ini Loh Alasan Kenapa Teh Itu Baiknya Dipetik di Pagi Hari
Mirisnya Tata Krama Murid Sekarang, Guru Mendidik Sepenuh Hati Malah Dibuat Candaan

1. Eduard Douwes Dekker (Multatuli)

Meski tidak secara langsung berjuang menggunakan senjata di medan perang. Apa yang dilakukan oleh Multatuli memberikan pengaruh besar pada perjuangan di Indonesia. Ia menulis sebuah buku berjudul Max Havelaar (1860). Buku ini berisi sindiran kepada pemerintah kolonial Belanda yang sedang menyiksa banyak orang di Hindia Belanda atau Indonesia di masa lalu.

Eduard Douwes Dekker (Multatuli) [image source]
Eduard Douwes Dekker (Multatuli) [image source]
Buku ini berisi penderitaan warga di Indonesia yang terekam nyata di mata Multatuli. Penderitaan ini akhirnya membuat semangat perjuangan semakin kuat. Apalagi di novel ini juga dijelaskan bertapa kelakuan orang Belanda saat itu sangat mengerikan. Bahkan bisa dibilang menganggap orang Indonesia seperti hewan ternak.

 2. Baron van Hoevell

Baron van Hoevell adalah seorang negarawan dan juga pendeta yang berasal dari Belanda. Ia ditugaskan bekerja di Batavia pada tahun 1848. Selama berada di Jawa, Baron banyak sekali melakukan protes, bahkan menjadi pemimpin aksi demonstrasi untuk kebebasan pers dan pembangunan sekolah di daerah koloni. Atas aksinya ini ia sempat diusir oleh Pemerintah Belanda karena dianggap sangat radikal.

Baron van Hoevell [image source]
Baron van Hoevell [image source]
Meski diusir, akhirnya Baron kembali dan melakukan protes. Ia tidak suka dengan kelakuan Belanda yang merugikan penduduk lokal, terutama pada tanam paksa atau cultuurstelsel. Baron menutut pemberian untung yang banyak kepada para pribumi. Selain itu juga mengusahakan kesejahteraan pribumi yang salah satunya adalah pengembangan pendidikan yang layak kepada semua orang.

3. Johannes Cornelis Princen

Johannes Cornelis Princen atau yang sering dikenal dengan Poncke Princen adalah seorang serdadu Belanda yang sangat hebat. Ia terlibat di banyak sekali perang di Indonesia. Meski pernah terlibat perang ia justru memihak Indonesia pada tahun 1948. Poncke sudah muak melihat aksi negaranya yang tidak mau memberikan kemerdekaan secara utuh bagi Indonesia. Bahkan terus menekan tanpa belas kasihan.

Johannes Cornelis Princen [image source]
Johannes Cornelis Princen [image source]
Akhirnya Poncke menyeberang dan bergabung dengan pejuang Indonesia. Ia terlihat serangan umum 1 Maret 1949 dengan bergabung bersama divisi Siliwangi. Berkat aksinya yang sangat hebat ini, Poncke mendapatkan anugerah Bintang Gerilya dari Presiden Soekarno. Saat itu ia masih berkewarganegaraan Belanda. Bisa dibayangkan betapa hebatnya perjuangan yang dilakukan seorang Belanda untuk kemerdekaan Indonesia.

4. Husni Tamrin

Tidak bisa dimungkiri lagi jika darah Belanda asli mengalir di dalam tubuh Husni Tamrin. Ayahnya adalah seorang Belanda yang menikahi seorang wanita Betawi. Sayangnya, setelah sang ayah meninggal ia diasuh oleh keluarga dari Ibu hingga tidak memiliki nama Belanda. Sejak kecil ia melihat penderitaan para pribumi hingga membentuknya menjadi pribadi pemberontak.

Husni Tamrin [image source]
Husni Tamrin [image source]
Akhirnya saat dewasa ia mulai menjadi orang yang banyak melakukan protes kepada Belanda. Husni juga memimpin pemberontakan rakyat Betawi untuk melawan penindasan. Sayangnya ia mati begitu cepat, ada dugaan ia dibunuh saat berada di penjara. Saat pemakaman Husni Tamrin dilakukan setidaknya 10.000 pelayat datang sembari melakukan demonstrasi melawan Belanda. Oh ya, Husni Tamrin dianugerahi gelar sebagai Pahlawan Nasional Indonesia.

5. Ernest Douwes Dekker

Ernest Douwes Dekker memiliki darah Belanda dan masih kerabat dengan Multatuli. Ernest lahir dan besar di Pasuruan, Jawa Timur. Meski tinggal di keluarga Belanda yang cukup disegani, ia justru tumbuh menjadi seorang yang membela tanah air ini dengan tanah air. Bahkan gagasannya menjadi salah satu fondasi penting dari perkembangan Indonesia di masa itu.

Ernest Douwes Dekker [image source]
Ernest Douwes Dekker [image source]
Ia dikenal sebagai salah satu dari Tiga Serangkai bersama dr. Cipto Mangunkusumo dan Suwardi Suryaningrat. Ernest lah yang mengenalkan nama Nusantara sebagai pengganti Hindia Belanda. Atas aksinya ini ia dibuang ke Suriname oleh pemerintah Belanda. Pada pertengahan 1946 ia berjuang untuk kembali ke Indonesia. Akhirnya ia tiba di Yogyakarta pada tahun 1947. Tiga tahun berselang ia meninggal dunia. Kehebatannya di masa lalu membuatnya mendapat gelar Pahlawan Nasional.

Inilah lima orang Belanda yang justru berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. Mereka tak peduli lagi dengan nyawa, yang mereka inginkan hanyalah agar negeri ini merdeka dan bebas dari jajahan bangsanya. Bagaimana pendapat sobat Boombastis tentang aksi heroik mereka?

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA